Akibat Buruk dari Perbuatan Dosa dan Maksiat

Oleh:

Ust. Abd. Fatah

Rasulullah SAW bersabda:

اِنَّ الْعَبْدَ إِذَا أَخْطَأَ خَطِيْئَةً نُكِتَتْ فِي قَلْبِهِ نُكْتَةٌ سَوْدَاءُ ,فَإِذَا هُوَنَزَعَ وَاسْتَغْفَرَوَتَابَ سُقِلَ قَلْبُهُ,وَإِنْ عَادَ زِيْدَ فِيْهَا حَتَّى تَعْلُوَ قَلْبَهُ وَهُوَالرَّانُ الَّذِى ذَكَرَاللهُ .كَلَّا,بَلْ رَانَ عَلَى قُلُوْبِهِمْ مَاكَانُوْايَكْسِبُوْنَ.

Artinya: “Sesungguhnya apabila seorang hamba berbuat satu kesalahan (dosa), maka akan ditulis titik hitam di hatinya. Tetapi jika ia menahan dirinya dari maksiat dan ia minta ampun kepada Allah dan bertaubat, maka hatinya menjadi mengkilap kembali, dan jika ia membuat kesalahan lagi, maka ia akan ditambah titik hitam lagi di hatinya, sehingga titik-titik hitam itu memenuhi (menguasai) hatinya. (Kalau sudah demikian) itulah yang difirmankan oleh Allah yang artinya: ‘Sekali-kali tidak demikian, sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu telah menutupi hati mereka.’ (Q.S. Al-Muthaffifin: 14).”

download (8)

1. Derajat Hadits.

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi, Imam Ahmad, Imam Al-Hakim, Imam Ibnu Majah, Imam An-Nasa’i, dan Imam Ibnu Hibban. Dan lafadznya milik Imam at-Tirmidzi.

Imam At-Tirmidzi berkata bahwa Hadits ini adalah Hasan Shahih.

Imam Al-Hakim berkata bahwa Hadits ini adalah Shahih menurut syarah Imam Muslim dan disetujui oleh Imam Adza-Dzahabi.

Syaikh Albani berkata, ”Hadits ini adalah Hasan.”

2. Syarah Hadits

Setiap anak Adam / manusia pasti dalam hidupnya punya salah dan dosa. Namun bukan berarti anak Adam itu memunyai dosa keturunan dari Nabi Adam. Setiap manusia akan menanggung / bertanggung jawab atas dosanya masing-masing.

Allah berfirman yang artinya: “Dan bahwasanya seseorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain.” (Q.S. An-Najm: 8)

Dosa dan kesalahan yang dilakukan oleh manusia ada kalanya dosa-dosa kecil dan ada yang berupa dosa-dosa yang besar. Karena setiap manusia secara umum tidak pernah luput dari kesalahan dan dosa sebagaimana sabda Nabi SAW yang artinya, ”Setiap anak Adam pasti berbuat salah dan sebaik-baik orang yang berbuat salah adalah yang mau bertaubat.” (H.R. Ahmad, At-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Al-Hakim).

images (12)

Dosa dan kesalahan bila dilihat dari sifatnya terbagi menjadi 4 sifat:

  1. Sifat Rububiyyah

Yakni dosa yang menyamai sifat-sifat Allah, seperti sombong, berbangga diri, senang dipuji dan disanjung, ingin ditokohkan, dan sebagainya. Dosa-dosa  ini termasuk yang membinasakan.

  1. Sifat Syaithaniyyah

Yakni seperti dengki, iri, zhalim, tipu-menipu, curang, tidak jujur, mengadakan makar, berlaku nifaq (mempunyai sifat kemunafikan), selalu berbuat kerusakan, dan menyuruh orang berbuat rusak, tidak mempunyai rasa tanggung jawab, dan sebagainya.

  1. Sifat Kebinatangan

Yakni seperti rakus, tamak, selalu mencari kepuasan perut dan seksual, berzina, homo, lesbisan, mencuri, korupsi, dan sebagainya.

  1. Sifat Binatang Buas

Yakni seperti marah yang melebihi batas, merampas hak-hak manusia, menindas kaum yang lemah, menyiksa manusia yang tidak bersalah, membunuh, makan harta orang lain dengan paksa, dan sebagainya.

Semua ini merupakan pokok dan sumber dosa. Dari sinilah tersebar dosa-dosa ke seluruh tubuh manusia. Dosa dan kesalahan bila dilihat kepada siapa dosa tersebut dilakukan, maka dosa tersebut dibagi dua, yakni dosa kepada Khaliq (pencipta) dan dosa kepada makhluk. Apabila dilihat dari ukuran dosa, maka dosa tersebut dibagi menjadi dua juga, yaitu dosa kecil dan dosa besar.

Yang terpenting bagi kita sekarang adalah berusaha semaksimal mungkin dengan usaha yang sungguh-sungguh untuk menjauhkan dosa-dosa itu dan jangan sekali-kali kita menganggap remeh terhadap dosa dan kesalahan yang kita lakukan. Karena sesungguhnya setiap dosa dan kesalahan mempunyai pengaruh yang jelek bagi hati, tubuh, dan lingkungan.

Di antara pengaruh jelek dari maksiat, dosa, kesalahan dan kemungkaran yang dilakukan oleh seorang anak Adam, adalah:

  1. Ilmunya tidak barakah (ilmunya tidak bermanfaat)
  2. Rezekinya tidak berkah, karena rezeki itu tidak digunakan untuk melakukan ketaatan, bahkan dia berbuat zhalim, rakus, tamak, dan lain-lain.
  3. Orang yang berbuat maksiat akan menjauh dari orang-orang baik.
  4. Orang yang berbuat maksiat akan dipersulit urusannya oleh Allah di dunia maupun akhirat.
  5. Orang yang berbuat maksiat akan selalu menimbulkan maksiat yang lain, sehingga orang tersebut berada pada lingkaran syaithan.
  6. Orang yang berbuat maksiat pasti akan mengalami kesusahan hati, maksudnya banyak orang menyangka bahwa orang yang mempunyai kekayaan itu bisa bahagia dengan maksiat / dosa yang dilakukan. Tetapi pada hakikatnya hatinya susah, merana dan sengsara.
  7. Orang yang berbuat maksiat hatinya menjadi lemah untuk berbuat kebaikan.
  8. Orang yang berbuat maksiat dan dosa, hatinya akan menjadi gelap, sebagaimana ia merasakan gelapnya malam, karena ketaatan adalah cahaya dan kemaksiatan adalah kegelapan.
  9. Orang yang berbuat dosa dan maksiat akan dicabut rasa malu dari hatinya.
  10. Orang yang berbuat dosa dan maksiat akan menjadikan ia tidak memiliki rasa malu terhadap dosa yang ia lakukan.
  11. Dosa dan maksiat membuat akal manusia menjadi rusak, karena akal tersebut sudah tidak dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.
  12. Dosa dan maksiat bila bertambah banyak dan tidak segera bertaubat kepada Allah, maka Allah akan tutup hatinya dan dia termasuk golongan orang-orang yang lalai.

images (13)Akibat yang terberat dari perbuatan dosa dan maksiat adalah tertutupnya hati. Bila hati sudah tertutup, maka manusia akan terus-menerus bergelimang dalam dosa, bahkan segala usaha yang dilakukan justru hatinya menjadi mati dalam menerima kebenaran. Na’udzu billah. Demikian semoga Allah senantiasa menjaga iman kita. Aamiin.

***

Maraji’:

  1. Kitab Ar-Rasaail, Yazid bin Abdul Qodir Jawas.
  2. Shahih Ibnu Majah, 3422.
  3. Tuhfatul Ahwadzi, 253-254.
  4. Mustadrak al Hakim, 517.
  5. Shahih Sunan At-Tirmidzi,127.
  6. Q.S. An-Najm: 38.
  7. Shahih Imam Ahmad,198.
  8. Jami’us Shohir, no.4515.
  9. Q.S. Al-Muthaffifin :14.