Salam Redaksi

Assalâmu’alaikum Warahmatullôhi Wabarakâtuh,

Hamidan lillâhi tabâraka wa ta’âlâ wa musholliyan ‘alâ rasûlillâhi Shollallôhu ‘alaihi wa sallam. Ammâ ba’du.
Menjelang Kiamat tiba, waktu seperti terasa cepat. Setahun serasa sebulan, sebulan serasa sepekan, sepekan serasa sehari, sehari serasa sesaat. Bahkan sesaat pun serasa seperti nyala api. Kini bulan Rajab 1433 H pun telah tiba. Sebentar lagi tamu agung itu datang. Padahal, rasanya baru kemarin kita meninggalkan Ramadhan.
Segenap pimpinan dan staf redaksi Al-Haromain tidak lupa mengucapkan: “Allôhumma bâriklanâ fî rojaba wa sya’bâna wa ballighnâ romadhôna.” Semoga kita diberikan barakah di bulan Rajab dan Sya’ban, serta diberikan umur yang panjang hingga bisa menemui Ramadhan nanti. Amin.
Jika edisi ini redaksi mengangkat topik tentang kerukunan dan toleransi agama, itu semata hanya ingin menegaskan kembali betapa Islam dan umat Islam sudah begitu “mengalah” dalam urusan ini. Betapa sebagai umat mayoritas di negeri ini kita justru menjadi tertuduh jika sebuah intoleransi terjadi; apalagi jika itu berbentuk perbuatan teror yang menimpa agama lain. Jari langsung diacungkan ke muka umat Islam, bahkan sebelum investigasi ditegakkan. Karena itu, dalam Fokus kali ini kami sajikan tulisan Dr. Adian Husaini, pakar di bidang pluralisme dan persoalan antarumat beragama, mengenai toleransi dan kerukunan yang ditunjukkan Islam dibandingkan agama lain. Semoga bisa memberikan wawasan dan perspektif yang tepat dan berimbang bagi kita semua.

Wassalâmu’alaikum Warahmatullôhi Wabarakâtuh,

Redaksi