Apa itu الباقيات الصالحات”…

Oleh:

H. Mohammad Arif, M.A

Dosen UIN Ampel Surabaya

Hiasan Dunia

download (2)Adalah ‘Uyayynah bin Hishn, seorang yang dikenal sering membangga-banggakan kekayaan serta kemuliaan keturunannya. Maka Allah SWT menurunkan ayat 46 surah al-Kahfi untuk mengingatkan hakikat kehidupan dunia itu hanyalah“زينة”(zinah) yang maknanya bahwa kehidupan dunia itu suatu tipu daya yang akan berlalu dan tidak kekal. Tetapi yang kekal itu adalah segala perbekalan amal baik yang akan dibawa ke alam kubur dan kehidupan kelak di akhirat.

Dikatakan oleh Syeikh Qurthubi: “Janganlah engkau terlalu yakin/ pasrahkan hatimu kepada harta, karena suatu saat harta itu akan hancur atau musnah. Dan janganlah engkau terlalu yakin keada seorang wanita, karena kemungkinan suatu saat nanti wanita itu bersamamu, tapi di lain hari akan bersama orang lain. Dan janganlah engkau terlalu yakin/ bersandar dengan sang penguasa, karena suatu saat sang penguasa sepenuhnya mendukungmu, di saat yang lain akan mendukung selainmu.”

Demikianlah sekilas potret harta, keturunan, dan kehidupan dunia yang diungkapkan dengan kata “zinah”, yang maknanya adalah segala sesuatu yang sifatnya sementara juga tidak kekal. Sehingga tidak dianjurkan untuk teralu yakin kepada yang dimilikinya, baik itu berupa harta ataupun keturunan, karena semua itu hanyalah hiasan duniawiyah saja.

images (6)

Apa Itu ” الباقيات الصالحات 

Dalam Al-Qur’an dan terjemahannya dijelaskan maknanya, yaitu amalan kebajikan yang terus-menerus dilakukan. Ulama berbeda pendapat tentang penafsiran ”الباقيات الصالحات” (al-baqiyatush shalihat). Pertama, pendapat Ibnu Abbas, Ibnu Jabir, Abu Maysarah, dan Umar bin Syarahbil adalah shalat fardhu lima waktu. Kedua, masih pendapat lain dari riwayat Ibnu Abbas ra yakni setiap amal shalih/kebajikan, baik dari aspek perkataan atau perbuatan yang akan kekal kelak di akhirat. Ibn Zayd mengatakan pendapat yang sama dan dibenarkan oleh syeikh Thabary, karena menurut beliau setiap segala sesuatu yang kekal pahalanya maka bisa dikatakan seperti itu. Ali ra berkata: bahwa ladang itu ada dua, ladang dunia dan ladang akhirat. Ladang dunia yaitu harta dan anak keturunan, sedangkan ladang akhirat adalah al-baqiyatush shalihat (amal kebajikan yang dilakukan secara terus-menerus). Ketiga, pendapat jumhur ulama bahwa al-baqiyatush shalihat adalah kata-kata yang sangat berpengaruh keutamaannya, yaitu:

سبحان الله والحمد لله ولا إله إلا الله والله أكبر ولا حول ولا قوة إلا بالله العلي العظيم.

Seperti yang telah dikeluarkan oleh Imam Malik dalam Muwatha’nya, dari ‘Imarah bin Shayyad dari Sa’id bin Musayab, “Sesungguhnya dia telah mendengarnya mengatakan tentang al-baqiyatush shalihat adalah perkataan seorang hamba:

الله أكبر وسبحان الله والحمد لله ولا إله إلا الله ولا حول ولا قوة إلا بالله

Sebagaimana an-Nasai telah menyandarkan dari Abi Sa’id al-Khudry ra bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Perbanyaklah dengan perkataan al-baqiyatush shalihat.” Dikatakan: “Apa itu wahai Rasulullah?”Bersabda Rasulullah SAW yaitu:

التكبير والتهليل والتسبيح والحمد لله ولا حول ولا قوة إلا بالله.

Seperti riwayat Qatadah ra bahwa sesungguhnya Rasulullah SAW telah memegang ranting pohon lalu menggerak-gerakkannya hingga daunnya terjatuh berserakan. Kemudian beliau bersabda, “Sesungguhnya jika seorang Muslim mengatakan سبحان الله والحمد لله ولا إله إلا الله والله أكبر maka akan rontoklah kesalahan-kesalahannya sebagaimana rontoknya dedaunan yang terjatuh berserakan. Maka lakukanlah wahai Abu Darda sebelum mustahil untuk melakukannya karena sesungguhnya perkataan itu adalah bagian dari harta karun Surgawi dan merupakan perkataan yang jernih yaitu al-baqiyatush shalihat.

Keempat, Pendapat al-Hasan, bahwa ” الباقيات الصالحات” adalah niat dan kemauan, karena dengan niat dan kemauan yang kuat akan meningkatkan serta diterimalah segala amal perbuatan.

Kelima, Pendapat ‘Ubeid bin ‘umair bahwa ” الباقيات الصالحات” adalah wanita-wanita shalihah karena dimata Allah swt mereka adalah sebaik-baik bekal pahala bagi orangtuanya dan sebaik-baiknya harapan kelak diakherat bagi siapa saja yang memperlakukan wanita-wanita shalihah itu dengan perlakuan yang terbaik.

 

images (7)

Pada hakikatnya kelima pendapat tentang penafsiran al-baqiyatush shalihat bisa dikatakan benar semuanya. Akan tetapi pendapat kedualah yang cukup kuat kebenarannya, yaitu setiap amal shalih/kebajikan, baik dari aspek perkataan ataupun perbuatan yang akan kekal kelak di akhirat. Karena pendapat yang lainnya seperti shalat lima waktu adalah bagian amal kebajikan itu sendiri dari aspek perbuatan, yang keutamaan pahalanya sangatlah agung. Misalnya shalat dua rakaat qabliah subuh saja pahalanya senilai dunia seisinya, tentunya dengan shalat fardlu lima waktu yang didirikan dengan berjama’ah, akan menghasilkan sebaik-baik bekal pahala kelak di akherat.

Sedangkan kalimat سبحان الله والحمد لله ولا إله إلا الله والله أكبر ولا حول ولا قوة إلا بالله العلي العظيم

adalah bagian amal kebajikan dari aspek perkataan yang pahalanya juga sebaik-baik bekal dan harapan kelak di akhirat sebagaimana yang dijelaskan dalam sabda Rasulullah SAW. Sementara pendapat bahwaal-baqiyatush shalihatitu niat dan kemauan yang kuat adalah bahwa sebuah perbuatan itu sangat tergantung kepada niatnya. Kemudian pendapat terakhir adalah tentang wanita shalihah, mendidik seorang anak perempuan hingga menjadi wanita shalihah adalah bagian dari amal kebajikan yang mulia, karena wanita erat hubungannya dengan baik atau buruknya sebuah generasi. Karena dari rahimnya keluar para penerus, dan di bawah naungannya para penerus tadi mendapat pendidikan yang pertama. Ini semua akan juga bisa menjadi bekal pahala serta harapan terbaik kelak di akhirat.

Semoga kita semua bisa merealisasikan al-baqiyatush shalihat secara konsisten sehingga diharapkan bisa menggapai خَيْرٌ عِنْدَ رَبِّكَ ثَوَابًا وَخَيْرٌ أَمَلًا yakni sebaik-baik harapan dan bekal pahala disisi Allah SWT.

Wallahu a’lamu bishshawaab.