Bangsa Indonesia Mandiri, dimulai dari TAHU

[image_sliders][image_slider link=”http://lazisalharomain.com/?p=1855″ source=”http://lazisalharomain.com/wp-content/uploads/2015/04/tahu.jpg”] Lazis Malang – Membuat Tahu [/image_slider][/image_sliders]

 

[dropcap color=”#888″ type=”square”]I[/dropcap]Indonesia adalah negeri yang kaya raya. Sumber daya alam yang begitu melimpah,  seharusnya mampu menghidupi seluruh masyarakat di negeri ini. Sayangnya masyarakat negeri ini belum mampu mengelola dengan baik berbagai potensi nusantara. Akibatnya, nikmat yang seharusnya milik kita, diambil alih orang asing yang memiliki ilmu mengelola sumber daya alam kita. Kesadaran akan hal itu kini mulai tumbuh dikalangan masyarakat negeri ini. Negeri ini harus mandiri, dan kemandirian itu harus dimulai dari kita. Sebagai bagian dari kepedulian terhadap kemandirian bangsa, pada Sabtu, 22 November yang lalu,  pesantren Mahasiswa Creative Preneur ‘Amily Malang berinisiatif mengadakan pelatihan  SantriPreneur,  Membangun Kemandirian Bangsa.Pelatihan ini dilaksanakan di Masjid Nuruttaqwa, Jalan Bunga Dewandaru Malang. Menariknya tema yang diusung dalam pelatihan SantriPreneurini menarik perhatian banyak pesantren untuk hadir. Pelatihan ini diikuti oleh 60 peserta dari 14 pesantren dari Malang, Surabaya, Banyuwangi, bahkan hingga dari Lampung. Berbagai latarbelakang pesantren yang hadir melebur dalam satu tujuan yaitu untuk membawa Indonesia menjadi negeri yang mandiri. Seluruh peserta terlihat antusias dalam mengikuti peatihan.. “Tenyata membuat tahu sangat mudah, saya ingin segera  mencoba di pondok”, ungkap salah satu peserta dari Ma’had UIN Maliki Malang. Pelatihan SantriPreneurini tidak akan berhenti sampai disini. Akan ada tindak lanjut berupa monitoring dan sarasehan setiap bulannya, agar output yang diharapkan dari pelatihan ini dapat terkontrol.