Bantuan untuk Ibu Kayun

Ibu Kayun, begitu panggilannya. Membina rumah tangga dengan suaminya, Pak Kayun. Keduanya adalah suami-istri yang tuna netra. Meski tinggal di rumah kontrakan, mereka berdua adalah pasangan yang kompak dan harmonis. Pak Kayun bekerja sebagai tukang pijat, demikian juga bu Kayun. Kebersamaan yang sarat keterbatasan namun penuh ketentraman tersebut harus berakhir. Pak Kayun wafat dua tahun yang lalu, kini Bu Kayun berjuang seorang diri untuk membesarkan ketiga putranya. Tidak ada ketrampilan lain yang bisa dilakukan tuna netra kecuali memijat. Hidup akan terasa ringan jika dijalani dengan keikhlasan dan senyuman.

Tim LAZIS menyampaikan sedikit bingkisan bantuan dari para donatur. “Maturnuwun, Mas,” ucap Bu Kayun. “Inggih Bu,” jawab mas Fiki sembari menghaturkan bingkisan.

Ayo semangat menyebarkan kebaikan! [???]