Berani Berwirausaha

Penulis:

Muhammad Ali David

Direktur Pusat Pengembangan SDM CV. Golden Generation Leadership Center

Manajer Divisi Pengembangan dan Penghimpunan LAZIS AlHaromain

 

Ketika kuliah sekitar tahun 2004 penulis mengikuti sebuah seminar tentang kewirausahaan dan telah penulis aplikasikan mulai H + 1 setelah seminar tersebut hingga hari ini. Perlu keberanian dalam berwirausaha dan pembicara pada saat itu –yang juga seorang pengusaha– memberikan tantangan kepada peserta untuk Berani menjadi pengusaha.

images-4

Bagaimana langkahnya?

  1. Berani Bermimpi

Kenapa harus takut bermimpi? Mimpi itu gratis. Maka bebaskanlah diri untuk bermimpi. Mulailah sekarang bermimpi menjadi pengusaha. Tuliskan apa yang menjadi mimpi-mimpi Anda. Mimpi dalam artian bukan panjang angan – angan, melainkan mimpi yang direncanakan dan yang akan diikhtiarkan.

  1. Berani Memulai

Buku dimulai dari Bab, Bab dimulai dari Paragraf, Paragraff dimulai dari Kalimat, Kalimat dimulai  dari kata, kata dimulai dari huruf, huruf dimulai dari garis, garis dimulai dari titik”.

Banyak bermimpi, tetapi tidak segera bertindak untuk mewujudkan, maka hal itu berarti panjang angan-angan. Apabila kita sudah berani bermimpi, maka kita harus berani memulai. Memulai apa yang bisa kita kerjakan untuk meraih mimpi tersebut. Apa yang bisa kita kerjakan dari perencanaan usaha tersebut, segera kita laksanakan. Kalau kita mau membuat buku, beranilah mulai dari titik.

  1. Berani Berbeda

Pada tahun 1970an saat orang bepergian menggunakan kereta api dari Jakarta ke kota Surabaya atau kota lainnya, pasti sering merasakan haus yang luar biasa. Pada saat itu yang dituju adalah restoran atau stasiun pemberhentian kereta untuk membeli teh manis, karena tidak ada yang jual air putih. Kalau mau minum air putih, barangkali harus membeli terlebih dahulu makanannya, supaya mendapatkan air putih. Nah dari sinilah ada seorang yang bernama Tirto Utomo yang terketuk hati dan memiliki ide yang berbeda, yaitu Air Minum dalam kemasan, yang sekarang kita kenal dengan AQUA. Walaupun pada awalnya masih dikemas dalam botol kaca, tapi lambat laun air minum dalam kemasan pun semakin menjadi pilihan bagi masyarakat. Dari hal yang berbeda itulah, sekarang air mineral kemasan menjadi pilihan bagi masyarakat.

  1. Berani Berproses

Walaupun keuntungan belum signifikan, maka kita beranilah berproses, mengevaluasi setiap apa yang kita usahakan dan memperbaiki usaha setiap saat. AQUA mulai berdiri tahun 1973 hingga tahun 1978 merupakan masa-masa sulit. Tetapi karena semangat dalam berwirausaha dan berani berproses, pada tahun berikutnya AQUA dikenal di masyarakat dan sempat air mineral AQUA lebih mahal dari harga Bensin. Dalam Surat al-Insyirah ayat 5 dijelaskan “Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.” Ditekankan lagi dalam ayat 6-nya: “Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.” Maka dengan ayat inilah kita dimotivasi untuk berani berproses.

  1. Berani Gagal

Titik tersulit buat kita adalah menerima kegagalan dari usaha kita. Kita sering sekali mencoba kemudian gagal dan berhenti. Bahkan orang Indonesia kebanyakan belum mencoba sudah bilang gagal. Kegagalan dalam berwirausaha adalah hal biasa selama kita semua dapat mengambil kegagalan tersebut sebagai pelajaran.

Penulis merasakan betul bagaimana menjalankan wirausaha dengan keberanian tersebut mulai sejak H+1 pelatihan di tahun 2004 hingga hari ini tahun 2016 dalam mendirikan usaha di bidang pengembangan SDM.

Wallahu A’lam.