Berbahayakah Makan yang Pedas-pedas?

Oleh:

dr. Nurhadji

Kepala Bidang Organisasi Persatuan Dokter Umum Indonesia (PDUI)

Cabang Jawa Timur

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum,

Dok, saya ini orang yang sangat suka jika makan selalu pakai sambal yang sangat pedas, juga sering makan di warung yang menyediakan menu yang pedas-pedas. Saya diingatkan istri saya agar tidak melanjutkan kesukaan tersebut karena menurutnya bisa berbahaya.

Dok, mohon dijelaskan apakah memang benar bahwa makan yang pedas-pedas dapat membahayakan kesehatan tubuh? Lalu apa solusinya untuk saya yang sudah terlanjur suka dengan yang pedas-pedas?

Terima kasih.

Suyanto di Surabaya

 

Jawaban

Wa’alaikumussalaam  Wr. Wb.

Saudara Suyanto, banyak orang suka makan makanan yang pedas bahkan sangat pedas seperti Anda, karena makanan yang pedas akan menambah cita rasa makanan dan meningkatkan selera makan. Dari sisi ini tentu cita rasa pedas menjadi menguntungkan, minimal memberi manfaat meningkatkan selera makan. Berikut adalah beberapa di antara manfaat makanan pedas, yaitu:

  • Memperlancar sistem pencernaan, mempercepat metabolism, dan membantu tubuh membakar kalori lebih cepat.
  • Meningkatkan sirkulasi darah dan menurunkan tekanan darah sehingga menyehatkan jantung.
  • Mengandung sumber vitamin A, B, C, dan E yang tentu banyak manfaatnya untuk kebugaran tubuh kita.

Namun, makanan yang sangat pedas tentu juga bisa menimbulkan gangguan. Anda harus bisa mengukur, sampai seberapa pedas saluran pencernaan Anda masih sanggup menerima. Ukurannya bukan semata-mata seberapa pedas lidah atau mulut kita sanggup mengecap rasa pedas, tapi coba diperhatikan setelah makan makanan yang pedas apakah ada rasa perih di lambung atau usus, atau adakah gangguan pencernaan lainnya. Tidak sedikit lidah seseorang menginginkan makan makanan yang pedas, namun setelah itu muncul keluhan-keluhan pada perut, misalnya perih di ulu hati, diare, perih di dubur, dan sebagainya. Bila hal ini terjadi sebaiknya kurangi rasa pedas pada makanan Anda.

Bila seseorang mengidap salah satu atau beberapa penyakit sekaligus seperti gangguan lambung (gastritis), kerongkongan (oesophagitis), usus halus (duodenitis), ambeien (haemorrhoid) atau gangguan-gangguan pencernaan lainnya, maka ia sebaiknya menghindari atau berhenti makan makanan yang pedas. Bila tidak, maka pemyakit-penyakit tersebut bisa menjadi semakin parah.

Dampak negatif yang sering muncul akibat dari makanan pedas, yaitu:

  • Terjadinya iritasi pada saluran cerna, bisa terjadi pada lidah atau rongga mulut, lambung, usus halus, usus besar bahkan bisa juga terjadi pada ujung saluran pencernaan yaitu dubur.
  • Iritasi pada lambung paling sering terjadi karena makanan bertahan cukup lama di dalam lambung, ditambah dengan meningkatnya asam lambung akibat makanan pedas sehingga akan mudah menyebabkan iritasi bahkan erosi pada dinding lambung (gastritis).
  • Dari kondisi di atas, bisa merembet ke saluran cerna di atasnya lambung (reflugs) sehingga terjadi peradangan di kerongkongan (oesophagitis) dan juga saluran cerna setelah lambung yaitu terjadi peradangan pada usus dua belas jari (duodenitis).

  • Makanan pedas juga bisa menyebabkan gangguan sulit tidur (insomnia) sehingga tidak dianjurkan makan makanan pedas pada malam hari, terutama pada individu yang sering mengalami gangguan sulit tidur.

Cita rasa pada setiap orang terhadap rasa pedas sangat berbeda-beda, dan pada kebanyakan penyuka makanan pedas karena bisa menambah selera makan. Di sekitar kita, banyak sekali tersaji berbagai macam kuliner dengan cita rasa sangat pedas untuk menggugah selera. Bahkan banyak yang memberi nama sajian kulinernya dengan nama yang “seram-seram” untuk menunjukkan betapa pedasnya makanan tersebut. Sebaiknya berhati-hati dalam mengkonsumsi makanan pedas, diperhatikan betul apakah tubuh kita terutama saluran pencernaan, apakah sudah memberi sinyal tidak tahan menerima makanan pedas.