Berdoa dengan Bahasa Indonesia dalam Shalat

Oleh: Ust. Junaidi Sahal. S. Ag

doaPertanyaan

Assalamu’alaikum,

Ustadz, saya pernah mendengar ceramah bahwa saat yang sangat baik untuk berdoa adalah pada waktu sujud ketika shalat. Saya mau tanya, bolehkah saya mengucapkan doa dengan menggunakan bahasa Indonesia pada saat tersebut?

Terima kasih,

Haryati di Surabaya

Jawab

Wa’alaikumussalam warahmatullah,

Berdoa dengan bahasa Indonesia dalam shalat, para ulama khilaf. Namun jika membaca doa dengan bahasa Indonesia karena ketidakmampuannya membaca dengan bahasa Arab, maka hukumnya boleh, lebih-lebih itu terkait bacaan doa yang rukun.

Dasar hukum: Mughni al-Muhtaj, I : 177,

(وَمَنْ عَجَزَ عَنْهُمَا ) أَيْ: التَّشَهُّدِ وَالصَّلَاةِ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، وَهُوَ نَاطِقٌ، (تَرْجَمَ ) عَنْهُمَا وُجُوْبًا ؛ لِأَنَّهُ لَا إعْجَازَ فِيْهِمَا .
أَمَّا الْقَادِرُ فَلَا يَجُوْزُ لَهُ تَرْجَمَتُهُمَا ، وَتَبْطُلُ بِهِ صَلَاتُهُ ( وَيُتَرْجِمُ لِلدُّعَاءِ ) الْمَنْدُوبِ ( وَالذِّكْرِ الْمَنْدُوبِ ) نَدْبًا كَالْقُنُوتِ وَتَكْبِيرَاتِ الِانْتِقَالَاتِ وَتَسْبِيحَاتِ الرُّكُوعِ وَالسُّجُودِ ( الْعَاجِزُ ) لِعُذْرِهِ ( لَا الْقَادِرُ ) لِعَدَمِ عُذْرِهِ ( فِي الْأَصَحِّ ) فِيهِمَا. أَمَّا غَيْرُ الْمَأْثُورِ بِأَنْ اخْتَرَعَ دُعَاءً أَوْ ذِكْرًا بِالْعَجَمِيَّةِ فِي الصَّلَاةِ فَلَا يَجُوزُ. انتهى

“Apabila adzkar tersebut termasuk rukun shalat (seperti bacaan tasyahhud dan shalawat), maka wajib membaca terjemahannya bagi orang yang tidak mampu berbahasa Arab (‘ajiz). Apabila doa/adzkar tersebut bukan termasuk rukun shalat dan do’a itu ma’tsurah/mandubah, maka sah shalatnya bagi orang yang memang ajiz. Apabila doa/adzkar tersebut tidak ma’tsurah (mengarang sendiri), maka shalatnya batal secara mutlaq (baik ajiz atau bukan).”

Karena itu, usahakan belajar melafadzkan doa dalam bahasa Arab. Hal itu tentu jauh lebih baik.

Wallahu a’lam.