Buang Air Besar (BAB) Tidak Lancar

Oleh:

dr. Nurhadji

Kepala Bidang Organisasi Persatuan Dokter Umum Indonesia (PDUI)

Cabang Jawa Timur

download (31)Pertanyaan:

Assalamu’alaikum
Dok, saya mau tanya, bagaimana agar buang air besar saya bisa lancar, dan tidak sulit ketika melakukannya ?
Terima kasih
Anisa di Surabaya

Wa’alaikumussalam wr wb
Saudari Anisa, susah buang air besar (BAB) yang juga dikenal dengan istilah sembelit atau konstipasi dalam bahasa medis, cara mengatasinya bergantung pada penyebab dari terjadinya konstipasi. Dengan memahami penyebab akan memudahkan untuk mengatasi persoalan susah BAB tersebut. Seseorang dianggap mengalami konstipasi bila ada beberapa sekaligus dari gejala-gejala sebagai berikut : dibanding kondisi yang biasanya terjadi feses yang lebih keras, membutuhkan kekuatan mengejan lebih kuat, butuh waktu lebih lama untuk mengeluarkan feses yang mengeras (padat) dan beberapa kali terjadi frekuensi BAB yang lebih jarang dalam durasi waktu yang dekat.

download (32)

Lalu apa yang sering menjadi penyebab susah BAB ? Sulit untuk mengetahui secara pasti karena biasanya beberapa kondisi sekaligus menjadi penyebabnya atau terjadi secara simultan. Di antaranya adalah : hal-hal yang terkait dengan makanan dan minuman; akibat gaya hidup atau kebiasaan yang tidak baik; akibat penyakit dan obat-obatan serta akibat kehamilan.
Pola makan yang bisa berakibat susah BAB yaitu bila kurang asupan cairan (air minum) akan berakibat feses menjadi lebih keras sehingga susah dikeluarkan. Kekurangan asupan serat pada makanan seperti sayur dan buah-buhan, perubahan pola makan menjadi lebih jarang, atau menjadi lebih sedikit, misalnya ketika ada kondisi yang menyebabkan menurunnya nafsu makan; hal-hal tersebut akan menyebabkan residu atau feses yang terbentuk hanya sedikit sehingga tidak merangsang usus besar/tidak menyebabkan sensasi rasa ingin BAB, sehingga akan menunda BAB.
Berikutnya adalah hal-hal yang terkait dengan kebiasaan atau gaya hidup yaitu kurang gerak, atau kurang berolah raga atau kondisi terlalu banyak tidur, akan menyebabkan gerakan usus tidak optimal; kemudian kebiasaan menunda atau menahan buang air besar; kondisi-kondisi tersebut akan membuat feses yang sudah berada di usus besar akan diserap kadar airnya sehingga feses akan makin menumpuk, menjadi lebih padat dan keras sehingga susah untuk dikeluarkan.
Hal lain yaitu gangguan stres atau depresi, adanya penyakit terutama pada usus dan juga obat-obatan seperti suplemen kalsium, suplemen zat besi, obat antiepilepsi, antidepresan, antipsikotik, obat-obatan diuretik, obat maag seperti alumunium antasida, dapat menimbulkan konstipasi atau susah BAB.
Pada perempuan hamil, selama kehamilan, produksi hormon progesteron akan meningkat yang efeknya dapat mengendurkan dinding usus sehingga bisa terjadi perlambatan gerak peristaltik usus sehingga juga bisa menyebabkan susah buang air besar.
Agar Buang Air Besar Lancar
Upaya agar tidak terjadi akan tergantung kepada penyebabnya dan seberapa parah kondisi Anda. Secara umum konstipasi dapat dicegah dengan cara seperti berikut :
• Cukupi kebutuhan cairan tubuh terutama dengan minum air putih, lebih kurang 1,5 – 2 liter per hari.
• Perbanyak mengonsumsi makanan berserat, seperti buah-buahan, sayuran, atau pun sereal.
• Rutinkan berolah raga 3 – 5 kali seminggu minimal 30 menit, atau lakukan lebih banyak olah raga dari biasanya. Cukup olah raga ringan seperti berjalan kaki atau berlari ringan, lebih diutamakan dilakukan secara rutin.
• Biasakan BAB secara rutin, usahakan setiap hari bisa BAB, supaya feses tidak menumpuk dan padat atau keras.
• Jangan menunda untuk buang air besar ketika merasa butuh dan mendesak untuk melakukannya.
Apabila dengan cara di atas belum berhasil, sebaiknya konsultasi ke dokter untuk mencari penyebab dari susah BAB yang Anda alami.