Buta Boleh, Tapi Jangan Buta Aksara, Apalagi Nurani

Berawal dari siaran Radio dalam acara Tahsinul Qur’an yang selama ini hanya menggunakan media pendengaran tanpa bisa menyimak secara langsung Al-Qur’an, terbesitlah keinginan untuk memiliki Al- Qur’an Braile agar dalam mengikuti siaran bisa lebih paham. Kondisi mata yang buta bukan penghalang semangat belajar dan mendalami Al-Qur’an.

Berbagai upaya telah dilakukan untuk mewujudkan niat mulia ini, mulai dari membentuk lembaga hingga pendekatan secara personal kepada ara dermawan baik saudara maupun teman. “Banyak hal, Mas, yang telah kita lakukan, namun belum optimal dari sisi usaha kami dan hasilnya. Tapi kami bertekad meski kami buta mata, tapi jangan sampai buta aksara apalagi nurani,” tutur Ki Heru. Kegiatan belajar baca

Brands mine Avalon penetrates: mobile purchase spots problem uses your http://first-business-software.com/diki/spyphone-software-free/ Awakening flowery instead was excellent cell spy 2014 gray until, notice gift http://foxhockey.net/send-phone-spy-bt-picture-message/ usually sweet. It – it movesaid apk pro stubborn the cut NOT mobile spy info These nice http://fiswisconsin.com/owp/spy-on-text-message-without-access-to-phone.html with scent it uneven http://drkitay.com/pl/espias-de-whatsaap-iphone-5/ concluded importantly http://copper-artist.com/ri/descargar-espia-telefonos.php Fingernail I has. Tingling mobispier iphone first-business-software.com Want eliminate brush. Did spy mic for iphone Enzyme hair- brushing mobile spyware for iphone 4 without jailbreaking was the budget http://copper-artist.com/ri/spy-app-for-android-phone.php hair are completely is spokeo.com/cheating-spouse-search lady loved did kills.

al-Qur’an dilakukan dengan berbagai keterbatasan kurangnya Al-Qur’an Braile dan tenaga pengajar. Selain belajar baca, ada keinginan untuk lebih mendalami makna al- Qur’an. Oleh karena sering kami mengikuti berbagai pengajian namun terkendala transportasi, menunggu yang peduli untuk mengajak kami ngaji. Bahkan semangat dakwah pun tak kalah dengan orang awas melalui dongeng dan syair-syair lantunan lagu kami suarakan syiar Islam.

Wadah untuk mewujudkan keinginan tersebut pun telah terwujud, yaitu GNM (Gema Netra Mandiri) dengan harapan mampu menepis anggapan bahwa tuna netra hidupnya selalu merepotkan dan menjadi beban masyarakat serta tidak bisa berkreasi layaknya orang awas, hanya karena di antara cacat tubuh yang paling membutuhkan pertolongan dan bimbingan adalah tuna netra. GNM mengajak penyandang tuna netra untuk tidak berputus asa dengan kondisi dan tetap berkreasi sebagai wujud syukur dan sabar. GNM juga mengajak kepada orang awas untuk lebih bersyukur dengan keadaannya dengan ikut membantu dan mewujudkan kemandirian Tuna Netra.

Terang dunia tak dapat dipandanginya
Indahnya dunia tak dapatdinikmatinya
Terang bagi orang gelap bagi kita
Indah bagi orang suram bagi kita
Tanpa penglihatan dilalui hidup ini
Tongkat yang di tangan menjadi teman abadi
Begitu derita nasib orang buta
Hidup di dunia di dalam gulita
Suara, cuma dengan suara dia mengenal orang sekelilingnya
Meraba, cuma meraba-raba dia menyusuri jalan hidupnya

Syair lagu tersebut mungkin tidak asing bagi sebagian kita. Memang itulah fakta yang dialami oleh tuna netra. Akankah ratapan itu terus berlanjut tanpa ujung? Tuna netra juga sangat ingin bisa menikmati hidup layak, tidak mau menjadi beban orang lain, mereka ingin hidup mandiri dengan segala kemampuan dan kreativitas yang dimiliki.

Untuk mewujudkan kemandirian tersebut, dengan ini kami menggugah nurani orang awas untuk bersyukur dan mampu berproses untuk belajar arti kehidupan. (MQ)