Daulah Umayyah (41H/661M – 132H/750M)

Oleh

Ust. Bahtiar H. Suhesta

daulah-aSetelah al-Hasan bin ‘Ali ra menyerahkan kekhalifahan kepada Mu’awiyah bin Abi Sufyan ra demi mendamaikan dan mempersatukan kembali kaum muslimin, maka mulailah era kekuasaan Daulah Umayyah pada 41 H dengan Mu’awiyah sebagai khalifah pertamanya.

Daulah Umayyah melahirkan 14 khalifah dari Mu’awiyah hingga Marwan II bin Muhammad dalam rentang waktu hampir seabad. Ekspansi kekuasaan Islam yang berhenti sejak era khalifah Usmant dilanjutkan lagi di era ini. Tunisia, Maroko, Spanyol, hingga Perancis di barat, serta Khurasan, Afghanistan, Balkh, Bukhara, Khawarizm, Ferghana, Samarkhan, hingga India bahkan China di timur. Tak ayal, Daulah Umayyah memiliki kekuasaan yang luas membentang dari China hingga Perancis.

daulah-b

Bagaimanapun masa Daulah Umayyah merupakan masa generasi terbaik setelah khilafah rasyidah. Rasulullah SAW pernah bersabda, “Sebaik-baik manusia adalah generasiku, kemudian generasi berikutnya, kemudian generasi berikutnya.” (H.R. al-Bukhari, Muslim). Betapa tidak? Pada masa Daulah Umayyah ini masih hadir para shahabat Nabi yang mengawal dan membimbing umat. Demikian juga hadir generasi tabi’in, juga tabi’ tabi’in.

Dari negeri-negeri yang dibebaskan dan kemudian berkembang menjadi wilayah Islam juga lahir banyak ulama dan tokoh, seperti Imam al-Bukhari, Muslim, an-Nasa’i, at-Tirmidzi, ath-Thabari, Ibn Khaldun, adz-Dzahabi, dan sebagainya. Imam Abu Hanifah dan Imam Malik, dua pengasas madzhab besar Hanafiyah dan Malikiyah juga lahir dan hidup di masa ini.

Khalifah Daulah Umayyah berkedudukan di Damaskus (Syria). Pondasi daulah dibangun dan diperkuat pada periode 2 khalifah pertama, Mu’awiah dan anaknya, Yazid bin Mu’awiyah dari 41 H sampai 64 H. Mu’awiyah adalah ipar Rasulullah r karena beliau menikahi saudarinya, Ummu Habibah binti Abu Sufyant. Selain penulis wahyu, Mu’awiyah adalah periwayat hadits-hadits Nabi. Tentu saja yang paling menonjol dari sosok Mu’awiyah dalam sejarah adalah kemampuannya dalam hal kepemimpinan. Tak heran pada masa Umar t dan Usman t, Mu’awiyah ditunjuk menjadi Gubernur Syams di Damaskus.

Periode berikutnya masuk masa fitnah dari 64H sampai 86H pada masa Mu’awiyah bin Yazid, Marwan bin Hakam, dan Abdul Malik bin Marwan. Pemberontakan terhadap khalifah dan peperangan sesama umat Islam terjadi pada masa ini seperti pemberontakan Mukhtar di Kufah dan peperangan dengan Abdullah bin Zubair di Mekkah. Pada masa Abdul Malik bin Marwan, ekspansi ke timur berhasil menundukkan India, Balukhistan, Sind, Punjab hingga Maltan.

Ketika kekuasaan di tangan Al-Walid bin Abdul Malik mulai 87H, periode keemasan Daulah Umayyah dimulai. Masa beliau adalah masa ketenteraman, kemakmuran, dan ketertiban. Pada masanya ekspedisi militer ke barat dilanjutkan hingga Afrika Utara hingga menyentuh Eropa. Tariq bin Ziyad berhasil menaklukkan Spanyol pada 711M.

Khalifah paling dikenang dari Daulah Umayyah adalah Umar bin Abdul ‘Azis (98H-101H). Seorang khalifah yang sederhana, zuhud, dan sangat memperhatikan kesejahteraan masyarakat. Ia dikenal sebagai khalifah Umar ke-2 (setelah Umar bin Khaththab). Sayang usia pemerintahannya sangat singkat, tak lebih dua setengah tahun saja. Namun, di masanya inilah zaman keemasan daulah Islam terwujud. Tidak ada mustahiq zakat dalam negeri, sehingga zakat harus disalurkan ke daerah lain.

daulah-4

Selepas periode Umar bin ‘Abdul Azis mulai terjadi kemerosotan Daulah Umayyah. Khalifah Yazid bin Abdul Malik terlalu gandrung kemewahan dan kurang memperhatikan rakyat. Oposisi pemerintahan bermunculan dan menguat pengaruhnya. Penggantinya, khalifah Hisyam bin Abdul Malik, meski seorang yang kuat dan terampil, tetapi tidak mampu membendung arus oposisi ini, terutama dari kalangan Bani Hasyim. Khalifah penggantinya, seperti Al-Walid II, Yazid III, Ibrahim ibn Walid II lemah, termasuk dalam hal moral. Akhirnya, pada 132H Daulat Umayyah digulingkan oleh keturunan al-Abbas bin Abdul Muthalib dan didukung Bani Hasyim, Mawali, dan Syiah. Adalah Abu Abbas as-Saffah yang telah berhasil menggulingkan khalifah terakhir Daulah Umayyah, Marwan II bin Muhammad, dibantu penglima Abu Muslim al-Khurasani. Marwan II yang melarikan diri dari peperangan diburu dan akhirnya terbunuh di Mesir.

Beberapa prestasi yang bisa dicatat pada masa Daulah Umayyah di samping perluasan wilayah daulah Islam hingga ke Cina dan Eropa di antaranya: pendirian dinas pos dan sistem pengiriman (al-barid) yang tertata baik, dibangunnya The Dome of Rock (Kubah as-Sakhrah) di Al-Quds, pembuatan mata uang bertuliskan Arab yang dipakai di seluruh negeri, pembuatan panti asuhan dan jompo, bahasa Arab menjadi bahasa resmi kenegaraan, penyusunan tata bahasa Arab (Sibawaih), Katedral St. John di Damaskus diubah jadi masjid, mendirikan pusat kegiatan ilmiah di Basrah dan Kufah hingga muncul nama besar seperti Hasan al-Bashri, Ibn Shihab al-Zuhri, dan lainnya, sastra dan seni tumbuh pesat melahirkan sastrawan dan penyair terkenal, penafsiran Al-Qur’an yang melahirkan ahli tafsir pertama Ibnu Abbas.

[]

Disarikan dari berbagai sumber.