Hidung Berdarah atau Mimisan

Oleh:

dr. Nurhadji

Kepala Bidang Organisasi

Persatuan Dokter Umum Indonesia (PDUI) Cabang Jawa Timur

Pertanyaan

Assalamu’alaikum,

Dok, suatu ketika anak perempuan saya sedang bermain bersama teman-temannya di halaman rumah. Entah mengapa tiba-tiba hidungnya berdarah atau mimisan. Kata orang, kalau mimisan, harus diberi daun tertentu yang diletakkan/dimasukkan hidungnya.

Dok, apakah penyebab terjadinya mimisan pada anak saya tersebut? Apakah memasukkan daun tertentu pada hidung untuk menghilangkan mimisan tidak berbahaya? Bagaimana cara yang tepat agar bisa sembuh dari mimisan?

Terima kasih.

Hany di Sidoarjo.

Jawaban

Wa’alaikumussalam wr. wb.

images (10)Mimisan atau istilah medisnya epistaksis adalah perdarahan yang terjadi pada hidung, bisa sebelah saja atau kedua belah hidung. Mimisan seperti ini pernah dialami oleh hampir semua orang dan sering terjadi pada anak-anak, serta bisa terjadi kapan pun baik saat beraktivitas atau bahkan bisa terjadi pada saat tidur.

Pada dinding dalam rongga hidung kita banyak pembuluh darah halus yang terletak dekat permukaan lapisan mukosa yang berfungsi sebagai “air conditioning” yaitu menghangatkan dan melembabkan udara yang kita hirup. Terdapat jalinan pembuluh darah halus di bagian depan rongga hidung yang dinamakan plexus kiesselbach, pembuluh darah inilah yang mudah pecah sehingga terjadi mimisan. Sekitar 90 persen mimisan berasal dari pecahnya pembuluh darah yang ada di bagian depan (anterior) hidung sehingga keluar lewat lubang hidung. Jenis anterior ini tidak berbahaya dan mudah ditangani. Mimisan jenis inilah yang umumnya dialami oleh anak-anak.

hidung

Pada kasus yang lebih jarang, mimisan berasal dari bagian belakang (posterior) hidung sehingga keluar lewat rongga mulut atau tertelan. Perdarahan yang terjadi dari bagian belakang hidung ini biasanya lebih berat, darah yang keluar lebih banyak sehingga perlu segera ditangani oleh dokter. Jenis ini lebih sering dialami oleh orang dewasa dan lanjut usia.

Pada umumnya mimisan tidak membahayakan dan tidak mengancam jiwa, akan berhenti dalam durasi beberapa menit saja, dan hanya sedikit kasus mimisan yang berbahaya. Namun demikian tetap perlu diwaspadai karena mimisan bisa jadi berhubungan dengan penyakit tertentu yang berbahaya. Mimisan yang perlu diwaspadai yaitu bila ada salah satu kondisi sebagai berikut:

  1. Terjadi setelah mengalami cedera terutama cedera kepala.
  2. Berlangsung lebih dari 30 menit.
  3. Darah yang keluar atau yang tertelan terlalu banyak.
  4. Kulit berubah pucat, patut diduga akibat perdarahan yang banyak.
  5. Detak jantung meningkat lebih cepat dan atau menjadi tidak beraturan.
  6. Disertai kesulitan bernapas.
  7. Terlalu sering mimisan lebih dari sekali dalam seminggu.
  8. Mimisan disertai pendarahan dari bagian lain tubuh, misalnya gusi atau bercak perdarahan di bawah permukaan kulit.

 Bila terjadi mimisan disertai kondisi tersebut di atas sebaiknya segera menghubungi dokter.

Bila mimisan tidak disertai kondisi tersebut di atas, berarti cukup aman untuk ditangani sendiri di rumah. Daun sirih sudah sejak lama dipakai untuk pengobatan tradisional pada mimisan. Namun secara medis tidak dianjurkan menangani mimisan dengan memasukkan daun tertentu misalnya daun sirih atau kapas dalam lobang hidung karena bisa makin melukai pembuluh darah yang pecah. Bila hal ini terjadi, perdarahan akan makin banyak dan darah akan masuk ke rongga mulut karena bagian depan hidung tersumbat. Sebagian besar mimisan bisa berhenti dalam hitungan detik atau beberapa menit saja, dan penanganan untuk kasus seperti ini cukup dengan memencet cuping hidung dengan jari sehingga tidak perlu mencari daun atau kapas terlebih dahulu.

images (9)

Berikuti adalah cara sederhana yang bisa dilakukan untuk menangani mimisan:

  • Duduk dengan posisi badan agak condong ke depan atau duduk tegak dengan kepala agak menunduk supaya perdarahan keluar melalui lubang hidung dan tidak terhirup atau tertelan. Hindari duduk condong ke belakang atau kepala tengadah dan jangan berbaring. Bila menolong anak kecil, pangkulah anak dengan posisi tersebut.
  • Tekan bagian hidung yang berdarah dengan telunjuk atau ibu jari pada bagian tulang rawan hidung yang berbatasan dengan tulang keras sampai terasa mentok, pencet selama sekitar 10 menit, atau sampai perdarahan berhenti. Jangan lupa untuk bernapas lewat mulut.
  • Bila ada darah yang masuk rongga mulut keluarkan dan hindari menelan darah karena dapat memicu keinginan untuk muntah.
  • Bila memungkinkan kompres dingin pada pangkal hidung untuk mempercepat berhentinya pendarahan.
  • Jangan terburu-buru membersihkan bagian dalam hidung, tunggu hingga perdarahan betul-betul berhenti.
  • Jika mimisan tidak kunjung berhenti dalam durasi 30 menit, segera bawa ke dokter.

Berikut adalah beberapa hal yang bisa memicu terjadinya mimisan:

  • Memencet atau mengkorek hidung sehingga melukai dinding hidung.
  • Cedera pada hidung atau kepala.
  • Buang ingus yang terlalu kencang atau kasar.
  • Pengaruh udara yang kering, panas, atau terlalu dingin.
  • Efek samping obat-obatan tertentu, misalnya aspirin, anti pembekuan darah atau pemakaian obat pelega hidung yang berlebihan.
  • Iritasi akibat senyawa kimia, misalnya amonia.
  • Bentuk hidung yang bengkok, misalnya karena keturunan sehingga mudah cedera.
  • Peradangan rongga hidung atau sinusitis akut maupun kronis.
  • Bekas operasi hidung.
  • Adanya tumor pada rongga hidung.
  • Kelainan pembekuan darah, misalnya hemofilia.
  • Akibat asap rokok, konsumsi alkohol, atau narkoba yang dihirup.
[]