Inovasi Beramal di Warung Amal

img-20161106-wa0008-newWarung Amal adalah warung yang segala sesuatunya diperuntukkan untuk bermal. Warung ini bermula dari gagasan Guru Besar Bangsa Mr. Kalend Osen, Pendiri dan Pemilik Lembaga Kursus BEC (Basic English Course) Pare Kediri, dan juga perintis Kampung Inggris Pare yang sudah go nasional itu. Berdasarkan cerita Mr. Kalend berasal dari kampung halaman beliau di Kalimantan karena kurangnya fasilitas tempat ibadah sehingga muncul keinginan untuk mendirikan masjid tetapi sumber dananya terbatas sehingga muncullah gagasan Warung Amal.

Konsep Warung Amal ini adalah barang dagangan, petugas jaga, dan pembeli semuanya beramal. Petugas tidak digaji. Barang dagangan dikumpulin dari orang-orang yang datang ke warung amal  dan menitipkan barangnya untuk dijual dan diamalkan. Barang dagangannya sangat beragam tergantung pengunjung yang datang menitipkan apa. Mulai dari krupuk, pakaian bekas, elektronik, buku dan lain sebagainya. Pembeli pun datang membeli barang terkadang tidak dibawa pulang tetapi diamalkan juga dan kembaliannya pun diamalkan juga. Konsep seperti ini seru, menghibur dan menyemangati.Warung Amal diselenggarakan oleh Lazis Al Haromain UPZ Pare setiap hari Ahad pagi mulai pukul 05.00 sampai 09.00 WIB di acara Car Free Day Pare. Dana yang terkumpul dari Warung Amal ini digunakan untuk membina anak yatim dan dhu’afa, serta untuk mendukung berbagai kegiatan dakwah lainnya. (N2H)

img-20161106-wa0012-new