Istihlal 1438 H “Meminta Penghalalan dari Allah dan Sesama Manusia”

Istihlal 1438 H sebagai ajang silaturrahim berbagai elemen yang ada di lingkungan Yayasan Persyada Al Haromain, mulai dari jajaran pengurus Yayasan, para santri dan alumni Ponpes Nurul Haromain, para asatidz/h, orang tua santri, para jama’ah, para donatur Lazis Al Haromain, dan perwakilan lembaga/instansi sponsorship dan lain-lain. Pada tahun ini ISTIHLAL dilaksanakan di dua tempat, yakni di Sentra Dakwah Al Haromain Jl. Ketintang Barat I/27 Surabaya pada Ahad, 16 Juli 2017 dihadiri lebih dari 750  jama’ah, dan di Ponpes Nurul Haromain Ngroto, Pujon, Malang yang dilaksanakan pada Ahad, 23 Juli 2017 dihadiri lebih dari 2000 jama’ah.

Kegiatan Istihlal di Surabaya berjalan lancar, meriah dan hidmat. Hadir pula pada kegiatan ini Bpk AKBP Aris H., S.Ik., M.Hum. ( Wakapolrestabes Surabaya ) yang memberi sambutan atas nama tokoh masyarakat. Bertindak sebagai pemberi taushiyah adalah K.H. Ali Rahbini dari Malang dan Abi KH. M Ihya’ Ulumiddin.

Pesan mendalam yang disampaikan oleh K.H. Ali Rahbini dalam Istihlal 1438 H di Surabya  ini adalah bahwa hidup di zaman fitnah saat ini, baik fitnah dunia maupun agama, maka  seyogyanya setiap individu muslim hidup secara berjama’ah dalam arahan dan bimbingan seorang guru yang sanad keilmuannya jelas dan sambung dengan baginda Rasulullah s. insyaAllah akan selamat.

Kegiatan Istihlal yang dilaksanakan di Ponpes Nurul Haromain Pujon Malang dihadiri lebih dari 2000 jama’ah yang terdiri para alumni, para Kiai, para tokoh, dan masyarakat sekitar. Bertindak sebagai pemberi taushiyah adalah Abi K.H. Ihya’ Ulumiddin dan K.H. Thala’at. Abi K.H. Ihya’ Ulumiddin dalam taushiyah singkatnya menjelaskan bahwa “Istihlal” memiliki makna bagaimana kita sebagai hamba yang berlumur dosa  meminta penghalalan (ampun) atas dosa-dosa tersebut kepada Allah s. Dan tidak cukup disitu tetapi kita sebagai mahluk sosial juga meminta penghalalan kepada sesama manusia manusia atas kesalahan-kesalahan yang kita perbuat atas manusia yang lain. Dengan usaha tersebut, insyaAllah kita sudah menghilangkan satu penghalang ketika melewati jembatan sirathal mustaqim. (MFLH&YLQ)