Jatuhnya ‘Istana Putih Kishra’

Jatuhnya ‘Istana Putih Kishra’

oleh Bahtiar HS

istana putih kisra

Puing-puing Istana Kishra di Ctesiphon | sumber: http://www.atlastours.net/

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sa’ad bin Abi Waqqash Radhiyallohu anh beserta pasukan muslim berhasil menaklukkan kota Bahurasir, di sebelah barat sungai Tigris. Ketika memasuki kota itu di malam hari, mereka menyaksikan di sebelah timur sungai gemerlap cahaya di dalam gelap malam. Istana Putih! Seketika hal itu mengingatkan mereka pada sabda Nabi Sholallohu ‘alaihi wasallam bertahun lalu, bahwa suatu saat sekelompok kaum muslimin akan menaklukkan Istana Raja Kishra penguasa Persia itu.

Seluruh prajurit Persia dan penduduk kota telah menyingkir menyeberangi sungai Tigris yang sangat luas dan tidak menyisakan jembatan dan perahu satu pun. Mereka mengungsi ke Ctesiphon, Ibukota Persia di mana Istana Putih berada. Orang-orang muslim menyebutnya Madain.

Dengan kondisi seperti itu, apalagi sungai Tigris saat itu dalam keadaan banjir, secara perhitungan akal tidak mungkin pasukan muslim bisa berenang menyeberanginya. Pasukan Persia pun berpendapat demikian. Tetapi, panglima Sa’ad menjatuhkan keputusan lain. “Aku telah bertekad untuk menyeberangi sungai ini agar dapat menyerbu mereka.”

Keputusan yang dipenuhi keteguhan dan keyakinan pada pertolongan Allah serta janji yang pernah Rasulullah Sholallohu ‘alaihi wasallam sabdakan itu disambut gegap-gempita seluruh pasukan. ‘Ashim bin Amru Radhiyallohu anh menyediakan diri memimpin 600 prajurit berkuda untuk menyeberang lebih dahulu agar bisa mengamankan pasukan lain yang menyeberang kemudian. Dan sungguh menakjubkan! Pasukan ‘Ashim menyeberangi sungai yang sedang bergejolak itu tanpa kesulitan apapun layaknya menyeberangi sungai yang dangkal. Serangan pasukan Persia yang berjaga di seberang sungai pun dengan mudah bisa mereka patahkan. Maka demikianlah, Sa’ad bersama sisa pasukan menyeberangi sungai itu sambil melantun doa hasbana dan tak satu pun dari mereka yang tertinggal. Seluruhnya selamat hingga tiba di seberang!

Pasukan Persia tercengang dan tak percaya menyaksikan keajaiban itu sampai berseru: “Diwana! Diwana!” Gila! Gila! Masing-masing lantas berkata pada temannya: “Sesungguhnya kalian bukan memerangi manusia, tetapi memerangi jin!!”

Demikianlah, kota Madain akhirnya takluk tanpa perlawanan. Pasukan Persia lari kocar-kacir. Kaisar Yazdigird III melarikan diri beserta harta bendanya yang bisa dibawa. Jatuhlah Istana Putih ke tangan kaum muslimin sebagaimana nubuwwah Nabi Sholallohu ‘alaihi wasallam. Tak kurang Sa’ad beserta pasukannya memperoleh 3 triliun dinar sebagai ghanimah!

***

Diolah dari berbagai sumber oleh Bahtiar HS.