Ketika Usia Tak Menjadi Penghalang untuk Berjamaah di Masjid

images (40)Namanya Pak Selamet. Beliau biasa dipanggil dengan sebutan Mbah Selamet. Kini usianya sekitar 80-an tahun. Layaknya orang yang sudah berusia lanjut, terlihat begitu jelas kulitnya yang keriput ditambah rambutnya yang didominasi oleh warna putih. Pendengaran dan ingatan pun sudah mulai berkurang. Bahkan napasnya tersengal-sengal manakala ia berjalan kaki. Namun, bagi saya ada hal yang tak lazim yang belum tentu dimiliki oleh kebanyakan orang yang seusia beliau. Meskipun usianya sudah lanjut namun beliau selalu bersemangat untuk melangkahkan kakinya menuju ke masjid, padahal jarak antara rumahnya dengan masjid lumayan jauh yakni sekitar 1 KM.

Bagi Mbah Selamet, rutinitas dalam melaksanakan sholat berjamaah di masjid ini sudah menjadi kebutuhannya. Tak peduli hujan lebat ataupun teriknya matahari yang menyengat kulit keriputnya, beliau begitu ringan dalam melangkahkan kakinya menuju ke masjid. Bahkan seringkali beliau sudah berada di dalam masjid meskipun adzan belum berkumandang. Apalagi ketika selesai sholat magrib secara berjamaah, beliau menunggu di masjid hingga masuknya waktu sholat isya. Adapun jika adzan belum berkumandang, maka beliau menyempatkan untuk membaca Al Quran meskipun harus mendekatkan matanya ketika membaca Al-Quran. Aktivitas tersebut beliau lakukan secara istiqomah selama tidak ada udzur yang menghalangi.

images (43)

Suatu ketika ada kajian islami di masjid yang biasa Mbah Selamet melaksanakan sholat berjamaah. Ustad tersebut menceritakan mengenai seseorang yang sudah lanjut usia namun selalu melanggengkan untuk sholat berjamaah di masjid. Orang yang diceritakan tersebut terbilang berhasil dalam mendidik anak-anaknya sehingga banyak di antara anak-anaknya yang menjadi pengusaha sukses. Meskipun anak-anaknya banyak yang sudah sukses namun mereka selalu menyempatkan diri untuk bersilaturrahim secara rutin dengan orangtuanya tersebut bahkan sampai mengajak anggota keluarganya yang lain. Dan betapa kagetnya saya ketika mendengar bahwa orang yang diceritakan oleh ustad tersebut adalah Mbah Selamet. Dalam hati saya, mungkinkah ini salah satu anugerah yang diberikan oleh Allah SWT bagi mereka yang senantiasa melanggengkan sholat berjamaah lima waktu di masjid. Mbah Selamet yang hidup begitu sederhana namun Allah SWT mengangkat derajat nya sehingga ustad tersebut pun mengetahui keadaan Mbah Selamet, padahal tempat tinggalnya sangat jauh bahkan berbeda daerah.

images (41)Al Allamah Al Imam Ahmad bin Zaini Dahlan dalam kitabnya yang berjudul “Arba’u Rasail” menjelaskan bahwa: ” …sesungguhnya sholat, melanggengkannya dan melaksanakannya secara berjamaah adalah sebab-sebab memperoleh beberapa kebaikan, barokah, memperbanyak pahala, meluhurkan derajat, menghapuskan dosa-dosa, dan menghilangkan bahaya serta bencana. Ia adalah pondasi taqwa yang merupakan azas kesempurnaan. Jika telah berhasil melanggengkan sholat, maka berhasillah ketaqwaan dan semua kebaktian serta kebaikan, seperti mencegah dari perbuatan keji dan munkar serta mencegah dari perbuatan dosa”.

Allah SWT berfirman dalam Al Quran Surat Al-A’raf ayat 96 yang artinya:

“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri tersebut beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi … “(Qs. Al-A’raf: 96).

Semoga kisah di atas dapat memberikan motivasi terlebih bagi para kaum muda agar bersemangat dalam melaksanakan sholat lima waktu secara berjamaah. Apalagi jika mampu melanggengkan sholat berjamaah pada awal waktu di masjid bagi kaum laki-laki. Oleh karena itu, kita memohon kepada Allah SWT agar senantiasa diberikan kekuatan dan keistiqomahan dalam beribadah, salah satunya dengan menjaga sholat lima waktu secara berjamaah. Hal tersebut bisa dijadikan sebagai salah satu wasilah demi mengharapkan ridho Allah SWT agar kelak mendapatkan kebahagiaan baik di dunia maupun di akhirat. Amin. Wallahu a’lam bisshawab.

images (42)