Maladewa: Mutiara di Tengah Samudra

Oleh: Zain bin Abdullah Ba’abud

kelana-4Maldives atau kita kenal sebagai Maladewa adalah sebuah negara kepulauan kecil di tengahSamudera Hindia dengan pesona keindahan laut yang sangat luar biasa. Penduduk Maldivesjumlahnya hanya 400 ribu jiwa.Dan yang menarikadalah 100% penduduknyaberagama Islam, tidak satupun yangnon muslim.Bahkan seandainya seorang warga negara Maldives murtad dan ingin pindah agama, maka terancam akan dicabut status kewarganegaraannya. Adapun etnis penduduk Maldives adalah campuran dari bangsa Srilanka,India,Afrika, dan Arab. Tidak ada suku asli Maldives,karena menurut sejarah pada awalnyadi zaman dahulu kala,Maldives adalah gugusan Atol atau karang raksasa dan tidak berpenghuni.

Sampai saat ini belum ada penerbangan langsung dari Indonesia ke Maldives.Kamimenuju Maldives melalui bandara Changi Singapura. Setelah menempuh lima jam penerbangan dari Singapura sampailah kami di Ibrahim Nasirinternational airportdi pulau Hulhumale Maldives. Ketikakeluar dari terminal bandara, kami disuguhi dengan pemandangan hamparan lautan biru muda yang sangat menakjubkan.Kami belum pernah menyaksikan warna air laut seindah ini sebelumnya.

Pada umumnya di setiap pintu keluar bandara, kita akan menjumpai banyak mobilpenjemputan.Namun di bandara Ibrahim Nasir,yang ada adalah kapal fery dan speedboat. Hal ini karena bandara Ibrahim Nasir terletak di sebuah pulau yang kecil yang disulap menjadi bandara.

Kamipun menggunakan kapal fery menuju Male city yang tidak lain adalah ibukota negara Maldives. Male hanyalah pulau kecil,namunpadat dandipenuhi dengan bangunan bangunan tinggi perkantoran serta gedung-gedung pemerintahan. Suasana Keislaman di Male nampak sangat kental.Hampir seluruh wanita dikota Male menggunakan pakaian hitam danberjilbab rapi.Kota ini juga digelari dengan Kota Seribu Masjid.

Yang terbesar adalah Masjid Jami’ IslamicCenter yang seakan menjadi ikon utama negara ini.Sebuah masjid yang sangat besar dan megah, tepat di jantungibukota dan menghadap kelautan biru yang indah.Kami pun berjamaah Maghrib di sana. Ruangan masjid hampir penuh dengan jamaah.

Selesai shalat, terdengar ceramah-ceramah agama dari setiap masjid di Male. Ternyatasetiap hari diseluruh masjid di kota Male diadakan majlis taklim. Meski kami tidak memahami apa yang dibahas karena semuanya menggunakan bahasa Dhiveni, yaitu bahasa nasional mereka, namun kami merasa terharu dengan semarak majlis ilmu di kota ini.

Kami menyempatkan diri menjumpai Imam Masjid Jami’ Islamic Center untuk bertanya mengenai duniaIslam di Maldives, khususnya mengenai sejarah masuknya Islam ke negeri ini.Imam tersebut adalah Ustadz Ahmad.Beliau berbicara dengan bahasa Arab fasih.Beliau sangat gembira ketika kami memperkenalkan diri datang dari Indonesia.Beliau dengan senang hati menceritakan sejarah masuknya Islam ke negeri ini.

Luar biasa.Ternyata yang mengislamkan seluruhMaldives hanyalah satu orangsaja. Beliauadalah Abul Barakatal-Imam Yusuf Albarbari, seorang ulama yang berasal dari daerah Barbar, Maroko.Kedatangan beliau dengan kisah menakjubkan dalam membuat revolusi spiritual terbesar di Maldives.Ternyata kisah ini sangat masyhur, bahkan Ibnu Batutah seorang pengembara ternama dalam dunia Islam pernah membuat catatan khusus mengenai kisah ini setelah kunjungannya ke Maldives.

Diceritakan Bahwa al-Imam Abul Barakat Yusuf Albarbari tiba di Maldives dalam pengembaraan dakwahnya dan menginap dirumah seorang perempuan tua yang tengah dirundung kesedihan, sehingga Imam Abul Barakat bertanya apa gerangan yang membuat seisi rumah tersebut dalam keadaan bersedih dan penuh ketakutan. Ternyata anak gadisdari perempuan tua itu harus dikorbankan kepada Rannamari.Rannamarimenurut keyakinan masyarakat Maldivespra-Islam adalah mahkluk ghaib penguasa lautan.

Masyarakat Maldivespra-Islam meyakini bahwa Rannamarisetiap bulan meminta tumbal seorang gadis,yang apabila tidak dikabulkan, maka Rannamariakan murka dan akan membawa bencana bagi seluruh masyarakat.Maka setiap bulan, sang raja akan menentukan siapa yang akan dikorbankan dan akan diadakan upacara pengorbanan.

Mendengar penjelasan tersebut, Imam Abul Barakat menjadi sangat prihatin.Lantas beliau mengatakan kepada perempuan tua tersebut agardirinya diberikan pakaian wanita untukmenggantikan anak gadisperempuan tua tesebut dalam upacara pengorbanan esok.

Tibalah hari upacara pengorbanan. Imam Abul Barakat pun diberi pakaianlayaknya seorang gadisdan dikorbankan di tempat yang sudah disediakan,di mana setiap kali upacara ini diadakan, maka akan didapati gadis yang dikorbankan akan mati dalam keadaan mengenaskan dimangsa oleh Rannamari.Imam Abul Barakat tidak berhenti membaca al-Qur’an khususnya ayat Kursy secara berulang-ulang. Subhanallah, Allah telah melindungi beliau dari kekuatan jahat, karena tiada kekuatan dan kekuasaan apapun yang menandingi kuasa dan kekuatan Allah.Berlalusatu hari, beliau tetap duduk ditempat tersebut dalam keadaan selamat, tanpa ada gangguan apapun.Dan beliau tidak berhenti membaca al-Qur’an.

Hal ini membuat heboh masyarakat saat itu.Seorang dari tanah Arabdengan bacaan bahasa Arabnya (maksudnya al-Qur’an)mampu mengalahkan kekuatan Rannamari,bahkan hal ini membuat sang raja terheran-heran dan takjub kepada beliau. Lantas dipanggilah beliau ke istana oleh sang raja. Ini adalah kesempatan emas bagi Imam Abul Barakat untuk mengajak sang raja beriman kepada Allah . Ketika sang raja bertanya kekuatan apa yang engkau miliki, beliau menjawab tiada kekuatan kecuali kekuatan Allah,Tuhan semesta alam yang menciptakan dunia dan seisinya.Beliau menjelaskan secara panjang lebar tentang Islam kepada sang raja dengan dibantu penerjemah.

Mendengar penjelasan beliauyang penuh lemah-lembut dan luar biasa, sang raja merasa tersentuh sehingga sang raja mengatakan kekuatan jahat telah dikalahkan dengan kekuatan yang baik.Lantas sang raja mengatakankepada imam Abul Barakat,“Tinggallah disini selama satu bulan.Apabila satu bulan berlalu dan Rannamaritidak mampu melukai Anda, maka aku akan mengikuti ajaran Anda.”

Hari demi hariberlalu danbeliau tinggaldisisi sang raja.Dan alhamdulillah, belum mencapai satu bulan, Allah telah membuka hati sang raja untuk memeluk agama Islam dan mengubah namanya menjadi Muhammad bin Abdullah.Dan setelah genap satu bulan, atas bimbingan sang imam,raja menginstruksikan untuk menghancurkan seluruh patungdi kepulauan Maldivesdan ritual-ritual syirik dihapuskan. Dengan keislaman sang rajayang sangat dicintai oleh rakyatnya, seketika seluruh rakyat Maldives masuk Islam secara berbondong-bondong.

Hingga saat ini, Islam menjadi agama resmi di Maldives. Walau saat ini Maldives dikenal dunia dengan keindahan lautnya yang luar biasa sehingga wisatawan asing banyak berdatangan, namun nilai keislamandijaga dengan baik.Hinggasaat ini di kota Male tidak dibenarkan ada setetes pun minuman keras atau dibukanya tempat-tempat hiburan yang mengandung maksiat.Bahkan bagi wisatawan asingdilarang keras berbaju renang di pantai, kecuali di kawasan yang disediakan khususdengan desain tertutupoleh pepohonandan terpisah dari masyarakat lokal.

[]