Mayoritas Media Tidak Pro Islam

Oleh

Handaka Indra S, S.Si

Direktur Lazis Al Haromain

melek-media-jpg-2Belajar dari ABI 1, 2, dan 3, Umat Islam saat ini harus melek media baik cetak, elektronik, dan medsos. Umat Islam secara mandiri harus bisa menghadirkan media yang menjadi corong dakwah Islam. Pada saat ini, berbagai media tersebut pemain dan owner-nya banyak didominasi oleh orang-orang non muslim dan mereka mempunya skenario untuk menghancurkan umat Islam.Tentang hal ini Allah I sudah mengingatkan kita sebagaimana firman-Nya, “Dan sungguh orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu, sehingga kamu mengikuti agama mereka…”(Q.S. Al-Baqarah: 120)

Masih ingat dengan Aksi Bela Islam (ABI) 1, 2, dan 3? Aksi yang dimaksudkan untuk membela Al-Qur’an dan Ulama yang dinistakan oleh Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) senantiasa diopinikan anti Bhinneka Tunggal Ika, pemecahbelah NKRI, dan aliran radikal. Dialog dan talkshow yang oleh  televisi swasta khususnya Kompas TV dan Metro TV senantiasa menghadirkan tokoh-tokoh yang menimbulkan polemik di kalangan umat Islam. Sebaliknya, acara televisi yang tampaknya pro Islam seperti ILC edisi 11 Nopember 2016 yang opininya cenderung pro Islam langsung disemprit oleh KPI dan tidak bisa tayang kembali sampai waktu yang tidak ditentukan.

Masih kuatkah ingatan kita pada ABI 1 yang dilaksanakan Jum’at, 14 Oktober 2016? Betapa umat Islam kala itu dibully habis-habisan oleh berbagai media (beberapa televisi swasta dan medsos) yang ada di negeri ini gara-gara kerusakan taman di depan Balai Kota Jakarta dan tumpukan sampahnya. ABI 2 pada 4 November (411) yang menuntut penahanan dan pengadilan Ahok yang dihadiri lebih dari dua juta umat Islam diinfokan hanya puluhan ribu dan diopinikan sebagai gerakan anti kebhinnekaan sehingga muncul aksi parade Bhinneka Tunggal Ika sebagai tandingan dari ABI 2. Belum cukup dengan hal tersebut, ABI 3 pada 2 Desember (212) yang merupakan aksi super damai untuk mengetuk pintu langit dengan shalat Jum’at dan bermunajat agar supaya penista agama dan para pendukungnya diadili oleh Sang Pemilik Jagad Raya malah diopinikan aksi yang ditunggangi aktor politik dan diprediksi akan makar, sehingga dengan berbagai cara aparat kepolisian menghalangi peserta aksi datang ke Jakarta.

download

Upaya untuk menghancurkan umat Islam juga dilakukan melalui medsos. Jika kita mencermati dinamika medsos pada seputar ABI 1, 2, dan 3, kita akan mendapatkan data bahwa mereka sangat aktif merebut opini melalui media ini dengan perencanaan yang sangat rapi. Satu opini positif ABI yang muncul di medsos langsung dihajar dengan puluhan opini yang melemahkan. Sehingga dalam waktu singkat akan tertutupi opini-opini mereka. Melalui medsos ini pula mereka menyiapkan aplikasi-aplikasi informasi, hiburan, dan bisnis yang berbalut pornografi yang mengancam akhlaq generasi muda Islam.

Walaupun demikian, kita masih bersyukur bahwa Allah SWT masih memberikan “izzah-Nya” kepada umat Islam Indonesia, sehingga energi membela Al-Qur’an dan Ulama justru mampu menyatukan umat Islam menerjang segala hambatan dan rintangan. Sehingga ABI 1, 2 dan puncaknya ABI 3 yang dihadiri lebih dari 7 juta umat Islam berjalan lancar dan damai. Mari jadikan energi ABI 1, 2, dan 3 sebagai momen kebangkitan umat Islam. Bangkit untuk lebih cinta pada sesama muslim, bangkit untuk mempunyai media sendiri, bangkit untuk mepunyai Muslim Cyber Army, dan bangkit untuk senantiasa waspada hal-hal yang mengancam moral generasi muda Islam.

melek-media-5

[]