Memadukan Konsep Ilmu Pengetahuan dan Agama

Oleh:

Sehabudin

Santri Pesantren Mahasiswa Al Midror Surabaya

20160403213633Saya teringat ketika masih duduk di kelas XII SMA Sekolah Negeri, ada salah satu guru yang mengajarkan mata pelajaran kimia. Ketika beliau mengajarkan materi kepada siswanya, tidak jarang beliau menyisipkan nilai-nilai agama bahkan mengutip beberapa ayat Al Quran yang masih berkaitan dengan materi. Awalnya saya merasa heran karena memang yang sedang dipelajari saat itu adalah pelajaran kimia, bukan agama. Namun, pengalaman tersebut justru menjadi hal yang paling berkesan bagi saya karena beliau bisa memadukan antara konsep ilmu pengetahuan dan agama.

Materi yang beliau sampaikan saat itu berkaitan dengan unsur-unsur kimia di dalam tubuh manusia. Beliau membacakan salah satu ayat Al Quran yang menjelaskan bahwa manusia berasal dari saripati tanah. Beliau menuturkan bahwa proses penciptaan manusia yang berasal dari tanah dapat dibuktikan dengan adanya beberapa unsur kimia yang juga terdapat di dalam tubuh manusia. Adapun unsur-unsur kimia yang dimaksud diantaranya nitrogen (N), kalsium (Ca), fosfor (P), kalium (K), yodium (I), sulfur (S), besi (Fe), magnesium (Mg), seng (Zn), flour (F), dan lain-lain. Unsur-unsur tersebut sangat dibutuhkan oleh tubuh manusia sekaligus berguna bagi kesehatan manusia.

Agama Bukan hanya Sekedar Ritual

Kebanyakan dari kita mungkin masih berpikir bahwa ilmu agama hanya berkaitan dengan aspek aqidah, ibadah, dan akhlak semata. Hal ini seperti dikemukakan oleh Sayyidah Khumairoh bahwa “Saat ini, ilmu pengetahuan agama dibatasi hanya berkaitan dengan persoalan aqidah, ibadah dan akhlak semata. Atau dengan kata lain wilayah bahasannya terbatas pada keimanan, ritual, dan ethnic.” (majalahgontor.net). Padahal sebenarnya agama memberikan banyak kesempatan kepada kita untuk bisa mengembangkan ilmu pengetahuan secara komprehensif.

Sekali lagi, agama bukanlah penghambat untuk berkembangnya ilmu pengetahuan. Justru ilmu pengetahuan akan lebih berkembang dan bermanfaat bagi banyak orang apabila dilandasi dengan nilai-nilai agama, begitupun sebaliknya. Mindset ini yang seharusnya ditanamkan kepada generasi muda sehingga mereka sadar akan pentingnya mempelajari kedua konsep tersebut, baik ilmu pengetahuan maupun ilmu agama.

Belajar dari Pengalaman Masa Lalu

Apabila kita flashback ke belakang, kita akan merasa bangga dengan pencapaian para ilmuwan muslim di masa lampau yang telah berhasil mengubah dunia melalui kontribusi mereka terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. Mereka telah mampu mengembangkan berbagai ilmu pengetahuan tanpa meninggalkan nilai-nilai agama serta memiliki akhlak yang terpuji. Beberapa ilmuwan muslim tersebut diantaranya adalah Al Khindi, Ar Razi, Al Khawarizmi, Al Farabi, Ibnu Sina, Ath Thabari, Jabir bin Hayyan, dan masih banyak lagi. Mereka telah berhasil mengembangkan berbagai disiplin ilmu seperti matematika, kedokteran, astronomi, fisika, kimia, geografi, sejarah, filsafat dan lain-lain.

images

Perlu adanya upaya serius serta komiten yang tinggi dari berbagai pihak untuk bisa melahirkan kembali para ilmuwan-ilmuwan muslim di masa kini. Semoga akan terlahir kembali ilmuwan-ilmuwan muslim masa kini yang betul-betul menguasai konsep ilmu pengetahuan dan agama dengan baik, sehingga kelak dapat memberikan kontribusi yang positif bagi masyarakat luas. Wallahu a’lam bishawab.