Membentengi Diri dari Berbagai Fitnah

Oleh: Handaka Indra

Direktur Lazis alHaromain

UntitledKita saat ini hidup di zaman yang bergelimang fitnah. Sehingga rasanya sulit sekali bagi kita untukmenghindar dari fitnah tersebut. Jika fitnah tersebut bersifat keduniaan,maka akibatnya semakin lama akan mengecil dan kemudian menghilang. Misalnya jika seseorang tertimpa musibah kecelakaan, maka orang tersebut akan merasakan berat pada saat kejadian kemudian berkurang dan akhirnya rasa sakit atau sedih itu pun akan hilang. Nah, fitnah yang terjadi dewasa ini adalah fitnah agama, yaitu fitnah yang semakin lama akan semakin membesar dampaknya dan semakin sulit dicari solusinya. Fitnah agama ini terus digencarkan oleh musuh-musuh Islam dalam berbagai bentuk dan berbagai cara.

Sebagai contoh saat ini siapa pun baik kiai, ustadz, atau orang awam tidak bisa lepas dari smartphone, dan acapkali tatkala kita mengklik tombol smartphone tanpa kita harapkan tiba-tiba muncul gambar wanita mengumbar aurat, bahkan nyaris telanjang. Aneka macam aplikasi hiburan yang tiada guna (sampah) hampir tiap menit menggoda kita. Fitnah seperti ini menyasar semua orang dan dampaknya tidak bisa diremehkan karena akan membesardan kompleks akibatnya. Orang yang paling rentan terhadap fitnah ini adalah kaum muslimin yang awam terhadap agamanya,wabil khusus para remaja. Mengapa remaja? Energi yang kuat, pemberani yang selalu ingin mencoba, dan kreativitas yang mendorong ingin tahu membuat remaja jika tidak didasari ilmu agama yang cukup akan membuat remaja begitu mudah terpengaruh aneka macam tawaran baik pemikiran, budaya, maupun perilaku.

Dewasa ini baik di kota maupun di desa, kita sering menyaksikan anak-anak remaja dengan tampilan yang nyentrik, rambut mode jabrik warna-warni, telinga betindik sebelah,telinga berlubang lebar bak orang dayak, kulit bertato , dan lain sebagainya. Mereka juga tak malu-malu melakukan pergaulan bebas, narkoba dan minuman keras menjadi kebiasaannya.Pada akhir Maret ini kita dikejutkan dengan ditangkapnya salah satu artis muslim yang masih muda yakni RR putra seorang tokoh musik yang dikenal religius karena kasus narkoba. Hal ini menggambarkan betapa remaja kita begitu mudah terpengaruh oleh budaya orang-orang non muslim tanpa mereka memfilternya.

Dari sisi pemikiran, akhir-akhir ini muncul istilah “pemikiran diabolis”, yaitu pemikiran Iblis atau semua pemikiran yang merusak, tidak beraturan dan mengkacaukan tata nilai yang bersumber dari agama atau wahyu.Pemikiran diabolis menjadi sumber fitnah agama yang nyata di zaman fitnah dewasa ini.Beberapa contoh diantaranya adalah pemberdayaan perempuan yang berkedok kesetaraan gender, LGBT, trans gender, pemikiran semua agama sama, pemikiran muslim boleh memilih pemimpin non muslim, dan lain-lain. Dari hasil pilkada DKI putaran pertama dimana Ahok yang notabene non muslim mendapat suara 42,9% (16% dari suara non muslim dan 26,9% dari suara orang muslim) cukup menjadi bukti betapa banyaknya pemikiran kaum muslimin yang sudah teracuni sehingga berani melanggar larangan Allah subhanahu wata’ala dalam surat Al-Maidah ayat 51 bahwa kaum muslimin dilarang mengangkat atau menjadikan orang-orang kafir sebagai pemimpin.

Agar kaum muslimin tidak larut di dalam berbagai fitnah, kaum muslimin harus membentengi dirinya yakni dengan senantiasa berpegang teguh pada agamanya dan mewujudkan ukhuwah, sebagaimana seruan Allah subhanahu wata’ala “Wa’tashimu bihablillahi jamii’a wala tafarraquu”.Senantiasa mencintai kitab sucinya, senantiasa mencintai majelis-majelis ilmu,senatiasa mendekat pada para ulama yang mempunyai sanad keilmuan yang jelas dan sambung pada Rasulullah shallallahu alahi wasallam. Dan senantiasa membaca do’a perlindungan dari 4 perkara, yaitu dari fitnah kubur, dari fitnah dajjal, dari fitnah hidup dan mati. Semoga dengan upaya-upaya tersebut kita semua diselamatkan Allah dari berbagai fitnah dunia dan agama sehingga kita menjadi orang yang menang, aamiin.

[]