Menghilangkan Bau Mulut Tak Sedap

Menghilangkan Bau Mulut Tak Sedap
Menghilangkan Bau Mulut Tak Sedap

www.esquire.co.id

Assalamu’alaikum,

Dok, saya adalah seorang karyawan di sebuah bank syariah bertugas di bagian costumer service yang selalu berkomunikasi kepada nasabah/non nasabah. Pada saat puasa, bau mulut terasa tidak sedap. Hal ini membuat saya tidak percaya diri. Dok, bagaimanakah caranya agar bau mulut tak sedap tersebut bisa hilang dan tidak muncul lagi? Atas jawabannya, saya sampaikan terima kasih.

Ike di Surabaya

Wa’alaikum salam Wr. Wb.,

Saudari Ike, bau mulut tak sedap atau istilah medisnya halitosis memang dialami oleh hampir semua orang yang sedang berpuasa. Berikut saya jelaskan beberapa penyebab bau mulut serta upaya yang bisa dilakukan untuk mencegahnya.

Pada prinsipnya sumber bau mulut atau bau nafas bisa berasal dari (yang utama) dua sistem tubuh, yaitu yang pertama berasal dari saluran pencernaan dan yang kedua berasal dari saluran pernapasan. Saluran pencernaan yang terutama adalah dari rongga mulut, kerongkongan, dan lambung.

Pada rongga mulut, kebersihan dan kesehatan gigi sangat berperan penting sumbangsihnya pada bau mulut yang tak sedap. Bila banyak sisa makanan terselip atau menempel pada gigi terutama pada sela gigi, maka sisa makanan ini dengan adanya bakteri (normal flora) akan cepat mengalami pembusukan sehingga menghasilkan bau tak sedap. Kondisi gigi yang tidak sehat, mulai dari banyaknya karang gigi dan terutama gigi berlubang, juga menyebabkan kondisi yang serupa.

Permukaan lidah yang memang kasar sehingga mudah ada endapan makanan halus yang menempel, sehingga mudah ditumbuhi jamur dan bakteri juga akan menyebabkan bau mulut tak sedap. Hal ini menyebabkan mudah terjadi sariawan, tidak hanya di lidah, bisa di gusi, pipi bahkan bisa infeksi pada kelenjar (tonsil) sehingga makin memperparah bau mulut.

Pada orang yang sedang berpuasa, asupan air minum berkurang sehingga rongga mulut akan cenderung lebih kering karena produksi air liur yang menurun. Hal ini juga menyebabkan irigasi dalam rongga mulut menurun, sehingga populasi kuman cenderung meningkat (air liur juga berfungsi membunuh kuman), dan bila kondisi mulut kurang bersih akan makin menambah bau mulut tak sedap. Kondisi mulut yang mengering ini juga bisa terjadi saat seseorang bernapas tidak melalui hidung tapi melalui mulut, misalnya terjadi pada saat tidur ngowoh.

Masih dari saluran pencernaan, bau mulut bisa berasal dari kerongkongan dan terutama dari lambung. Asam lambung apalagi bila disertai gas lambung yang juga meningkat sering menyebabkan bau mulut tak sedap karena cairan lambung bisa naik dan keluar gas (bersendawa/glegekan). Kondisi ini bisa diperparah oleh makanan tertentu yang menimbulkan aroma yang kuat, apalagi bila makanan tersebut juga menyebabkan peningkatan asam lambung dan atau produksi gas lambung meningkat.

Berikutnya penyebab bau mulut atau napas tidak sedap adalah yang bersumber dari saluran pernapasan, mulai dari rongga hidung, rongga-rongga sinus, dan sudah tentu dari paru-paru. Pada orang yang sedang mengalami pilek/hidung buntu berlendir, apalagi bila disebabkan karena infeksi bakteri sudah barang tentu bau mulut dan napasnya ikut terpengaruh.

Demikian pula pada penderita sinusitis (radang pada rongga sinus di sekitar hidung) akibat infeksi bakteri, bau mulut dan nafasnya juga tak sedap. Pada kasus sinusitis kronis (menahun), seringkali menjadi penyebab utama bau mulut atau napas.

Paru-paru bisa juga menjadi penyebab bau nafas yang tak sedap, terutama bila terjadi infeksi pada jaringan paru sehingga banyak diproduksi lendir. Pada orang yang punya kebiasaan merokok juga terjadi kondisi yang sama, karena selain partikel asap rokok yang melekat pada paru, juga terjadi produksi lendir yang meningkat, sehingga sepanjang hari napasnya bau tidak sedap.

Bila terjadi penyakit tertentu pada bagian dari sistem pencernaan dan atau pernapasan di atas, biasanya juga diikuti aroma tak sedap yang khas, akibat penyakitnya.

Nah, kembali pada saat berpuasa, upaya untuk mengurangi bau mulut adalah dengan menjaga kebersihan gigi dan mulut dengan baik, dengan cara teratur menggosok gigi hingga bersih dari sisa makanan. Setelah gosok gigi kalau perlu lakukan kumur-kumur dengan cairan obat kumur antiseptic, untuk mengurangi populasi kuman di dalam rongga mulut.

Bila nampak ada endapan putih pada lidah, bersihkan lidah dengan cara dikerok dengan kerokan lidah atau dengan sendok, kemudian kumur-kumur hingga bersih. Penting dilakukan adalah minum air putih yang cukup saat sahur, hindari makan yang bisa menyebabkan naiknya asam lambung, dan juga hindari makanan yang bisa menyebabkan aroma tak sedap, misalnya bawang, cabai, petai, durian, dan lain-lain.

Lakukan pengobatan atau perawatan bila penyebab bau mulut kaitannya dengan penyakit pada organ-organ seperti diceritakan di atas. Termasuk perawatan gigi yang berlubang dan atau pembersihan karang gigi secara berkala.

[]

Oleh: dr. Nurhadji