Soft skill — Mengubah Diri Menuju Prestasi

Mengubah Diri Menuju Prestasi

Oleh: Hasbi Maula

 

Mengubah Diri Menuju Prestasi

www.mahamerulambar.com

 

 

“Sesungguhnya harta itu hijau dan manis. Maka, barangsiapa mengambilnya dengan jiwa yang mulia, dia akan mendapatkan keberkahan padanya. Dan barangsiapa mengambilnya dengan jiwa yang tamak, dia tidak diberkahi padanya dan bagaikan orang yang makan tetapi tidak pernah merasa kenyang. (H.R. al-Bukhari)

“Mencari rezeki yang halal adalah kewajiban setelah kewajiban melaksanakan fardhu-fardhu lainnya.”

(H.R. al-Baihaqi)

 

Soft skill adalah keterampilan dan kecakapan hidup, baik untuk diri sendiri, kelompok atau dengan Sang Pencipta. Hard skill adalah penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, atau keterampilan teknis dalam bidang tertentu. Hard skill dan soft skill tidak dapat dipisah satu dengan yang lainnya. Namun sangat disayangkan, di dunia pendidikan persentase yang diajarkan lebih banyak hard skill dibanding soft skill. Hal ini berbanding terbalik dengan kebutuhan pada dunia kerja atau saat interaksi dengan masyarakat, di mana soft skill lebih banyak digunakan dibandingkan hard skill. Untuk itu, dalam tulisan kali ini dipaparkan soft skill yang akan membantu seseorang untuk berprestasi dalam bidangnya masing-masing khususnya di dunia bisnis.

Patton mengemukakan 4P, yaitu Passionate, Progressive, Pro Active, dan Positive.  Keempat hal ini sesungguhnya bukan hal baru dalam Islam. Pelayanan sepenuh hati yang dilakukan Rasulullah Sholallohu ‘alahi wasallam untuk keluarga, sahabat, umat dan koleganya sangatlah luar biasa. Hal tersebut seperti yang tertuang di bawah ini:

  1. Passionate (Gairah).

Rasulullah Sholallohu ‘alahi wasallam senantiasa bersemangat dalam melayani siapapun termasuk konsumen dan mitra bisnisnya.

Tujuan: menjalin hubungan baik dengan keluarga, sahabat, konsumen dan mitra bisnis.

  1. Progressive (peningkatan/kemajuan).

Dalam berinteraksi dengan anggota keluarga, sahabat, konsumen dan mitra bisnis, Rasulullah Sholallohu ‘alahi wasallam selalu berusaha meningkatkan kualitas pelayanan terhadap mereka.

Tujuan: membangun kepercayaan keluarga, sahabat, konsumen dan mitra bisnis.

  1. Pro Active (proaktif).

Dalam menghadapi keluarga, sahabat, konsumen dan mitra bisnis, Rasulullah Sholallohu ‘alahi wasallam menunjukkan keterbukaan diri, bersikap komunikatif, dan senang memberikan pertolongan.

Tujuan: memberikan kepuasan kepada keluarga, sahabat, konsumen dan mitra bisnis.

  1. Positive (berpikir positif).

Rasulullah Sholallohu ‘alahi wasallam senantiasa berusaha berbaik sangka dalam melayani keluarga, sahabat, konsumen dan mitra bisnisnya. Namun demikian, beliau tegas dalam menerapkan etika bisnis yang Islami.

Tujuan: menciptakan dan menjaga hubungan baik dengan konsumen dan mitra bisnis.

Empat karakter/sifat mulia Rasulullah Sholallohu ‘alahi wasallam yang sudah diketahui semua pihak, yaitu Fathanah (cakap/cerdas), Amanah (dapat dipercaya), Shiddiq (jujur), dan Tabligh (menyampaikan) telah dipraktikkan Rasulullah Sholallohu ‘alahi wasallam dalam berbicara, berpikir, dan beramal sehari-hari.

Mari kita rencanakan dengan matang apa yang akan dilakukan setelah mengetahui ini semua. Jika kita gagal merencanakan, maka kita merencanakan kegagalan kita. Fokuslah dalam bertindak, kerjakan dengan kerja keras, cerdas, tuntas, dan ikhlas.

Untuk itu segeralah berubah menjadi pribadi yang berprestasi dan handal dengan 4 Sifat Rasulullah Sholallohu ‘alahi wasallam dan 4P di atas. In-syaAllah kebahagiaan di dunia akan teraih menuju kebahagiaan akhirat. Selamat beraktivitas, salam sukses selalu, baarakallaahu fiikum. Bersama Allah bisa dan ada solusi.

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kekufuran dan kefakiran.(H.R. An-Nasa’i)
***

Referensi: Ensklopedi Leadership dan Manajemen Muhammad SAW “The Super Leader Super Manager”, Dr. Muhammad Syafii Antonio, M.Ec.