Merancang Cetak Biru Generasi yang Mencintai dan Membela Allah Beserta Rasulnya

Oleh

Masitha Achmad Syukri

Dosen Linguistik Dept. Sastra Inggris Fak. Ilmu Budaya UNAIR

Ketua DPP Anshoriyyah Yayasan Persyada Al Haromain

Tidaklah beriman di antara kamu hingga ia mencintai Allah dan RasulNya lebih dari yang lainnya.” (H.R. Bukhari dan Muslim).

belajar ngajiTujuan pendidikan Islam adalah untuk mencetak peserta didik yang beradab, yakni beradab kepada Allah dan RasulNya. Manifestasi dari beradab tersebut adalah peserta didik yang pasrah dan tunduk secara totalitas menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan Allah sebagaimana yang telah diajarkan dan dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Manusia yang beradab akan selalu berusaha berjuang untuk meraih kemuliaan hidup di dunia maupun di akhirat.

Kepasrahan akan menumbuhkan ketundukan.

Ketundukan akan menumbuhkan ketaatan.

Kecintaan akan menguatkan kepasrahan, ketundukan dan ketaatan.

Kecintaan juga akan menguatkan semangat penjagaan dan pembelaan pada apa yang dicintai.

Saat ini, ihwal yang menghalangi kemuliaan hidup orang muslim adalah penyakit cinta dunia dan takut mati. Lantaran itu, salah satu tugas dan tanggungjawab yang harus dilaksanakan oleh penyelenggara pendidikan Islam adalah membebaskan peserta didik dari penyakit cinta dunia dan takut mati agar mereka meraih kemuliaan hidup di dunia dan di akhirat.

Penyakit cinta dunia akan membuat seseorang mengartikan bahwa dia akan hidup mulia jika memiliki memiliki banyak harta ataupun memiliki jabatan/kedudukan yang tinggi. Pandangan tersebut akan melahirkan perilaku untuk selalu berusaha memperbanyak harta dan atau mempertahankan jabatan. Dengan itu, bersekolah akan dipahami sebagai upaya untuk mendapatkan gelar yang akan digunakan untuk mendapatkan kekayaan dan atau jabatan saja. Akibatnya, dia akan menjadi sosok yang cinta harta dan jabatan dan bahkan menjadi sosok yang takut mati.

Tentu saja pandangan tersebut bertolakbelakang dengan hakekat hidup mulia di dalam Islam yang seharusnya terpatri pada benak setiap peserta didik, yakni, hidup dalam kecintaan dan ketaatan kepada Allah dan RasulNya. Mereka harus memahami bahwa harta ataupun jabatan bukanlah tujuan,  melainkan merupakan perantara saja untuk meraih dan meningkatkan kecintaan dan ketaatan kepada Allah dan RasulNya.

Selanjutnya, peserta didik juga harus dipahamkan bahwa kecintaan dan ketaatan kepada Allah dan RasulNya bukan merupakan slogan yang hanya diucapkan oleh bibir tetapi juga harus dibuktikan dengan perbuatan, yakni, rela berjuang untuk membela Allah dan RasulNya, siap berkorban hingga siap mati dalam perjuangan tersebut. Kematian karena dan untuk membela Allah dan RasulNya adalah puncak kemuliaan. Lantaran itu, hasil pendidikan haruslah bisa melahirkan generasi yang tidak takut mati karena dan untuk membela Allah dan RasulNya.

Dengan demikian, pemahaman yang benar terhadap ‘hidup mulia’ akan menghasilkan sosok para khalifah atau wakil Allah di muka bumi yang selalu menebar kemanfaatan buat orang lain dan alam semesta. Hal itu tentu segaris dengan salah satu tugas kenabian yang dilekatkan pada diri Rasulullah, yakni, sebagai pembawa rahmat/kebaikan untuk alam semesta.

BERSEGERA MEMULAI PERANCANGAN

Generasi yang mencintai dan membela Allah dan RasulNya adalah generasi yang memiliki semangat untuk berjuang dan rela berkorban dalam menegakkan kalimat Allah di muka bumi. Generasi tersebut tidaklah muncul begitu saja, tetapi harus dipersiapkan melalui desain atau cetak biru dengan baik dan matang. Perangkat yang menghasilkan pemahaman yang benar (aspek kognitif) harus disiapkan di awal. Selanjutkan, harus disiapkan perangkat untuk menghasilkan perasaan dan sikap (aspek afektif) serta tindakan/perbuatan (aspek psikomotorik) yang harus terwujud dari pemahaman yang benar tersebut. Intinya, cetak biru tersebut harus memuat dasar dan tujuan konsep serta tahapan-tahapan untuk mencapai tujuan tersebut. Berikut beberapa langkah yang perlu diperhatikan/ditekankan secara khusus dalam menyusun cetak biru tersebut.

Langkah utama untuk menyiapkan peserta didik yang mencintai Allah.

  • Mengenalkan nama, sifat, dan af’al Allah secara detail dan mendalam.
  • Mengajak untuk selalu mengingat Allah, yakni dengan memperbanyak berdzikir dengan lisan, sholat, dan membaca Al Qur’an.
  • Mengajak untuk meniru akhlak Allah dan mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
  • Mengajak untuk selalu bersyukur atas semua nikmat Allah.
  • Mengajak untuk selalu memperbaiki ibadah kepada Allah.

Langkah utama untuk menyiapkan peserta didik yang mencintai Rasulullah.

  • Mengenalkan sifat, perilaku, keluarga, sahabat, dan perjuangan Rasulullahsecara detail dan mendalam.
  • Mengajak untuk memperbanyak membaca sholawat untuk Rasulullah.
  • Mengajak untuk selalu meneladani Rasulullah.

Langkah utama untuk menyiapkan peserta didik yang membela Allah dan RasulNya.

  • Menanamkan bahwa kemuliaan hanyalah milik Allah, RasulNya, dan orang-orang Islam
  • Menanamkan pemahaman bahwa hanya Allah sajalah yang mampu:
    • Mendatangkan kemuliaan, kebahagiaan, dan kemudahan.
    • Mencegah dan mengalihkan/menghilangkan kehinaan, kesusahan, dan
    • Menolong dan meneguhkan kedudukan seseorang.
  • Mengisahkan semangat dan keberanian Rasulullah dan para sahabatNya dalam berdakwah memperjuangkan agama Allah, baik dalam berdakwah amar ma’ruf atau mengajak kepada kebaikan maupun dalam berdakwah nahi munkar atau mencegah kemungkaran.
  • Mengisahkan sikap Rasulullah dan para sahabat yang selalu kasih sayang kepada sesama muslim dan tegas terhadap orang-orang kafir.
  • Mengobarkan semangat berjuang menegakkan, menolong, dan membela agama Allah baik dengan harta, ilmu, tenaga, dan ataupun pemikiran yang dimiliki.

Selanjutnya, cetak biru tersebut akan menjadi acuan dalam mengembangkan pendidikan Islam yang sangat memperhatikan pendidikan kecintaan dan ketaatankepada Allah dan RasulNya kepada peserta didik serta selalu memotivasi mereka untuk terus maju dengan gagah berani membela kebenaran dan menjunjung tinggi kemuliaan dan kejayaan Islam di seluruh dunia.Wallahu a’lam bishshawab.