Nasihat untuk Generasi Muda

Oleh:

Ust. Abdul Fatah

Pembina Majelis Taklim Al Isyraq Gresik

 

Rasulullah SAW bersabda:

…وَشَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ…

Artinya: “… (manfaatkan masa) mudamu sebelum datang masa tuamu…”

Derajat dan Rawi Hadits

Menurut Imam Adz-Dzahabi dan Imam As-Suyuthi bahwa kedudukan hadits ini adalah shahih, diriwayatkan oleh Imam Ahmad, An-Nasai, dan Imam Al-Baihaqi dalam Asy-Syu’ab dari Amru Ibnu Maimun secara mursal. Begitu juga Imam al-Hakim menjelaskan bahwa hadits tersebut shahih berdasarkan syarat yang ditentukan oleh Imam al-Bukhari dan Imam Muslim. Tetapi al-Manawi memberikan catatan bahwa dalam sanadnya ada seorang yang bernama Ja’far bin Burqan yang oleh Adz-Dzahabi sendiri dalam kitab adh-Dhu’afa dha’ifWallahu a’lam

Sababul Wurud

Secara mursal Amru Ibnu Maimun menyampaikan bahwa Rasulullah SAW pernah memberikan pelajaran kepada seorang laki-laki (pemuda) yang dalam pelajarannya, beliau memberi nasihat. Di antara nasihat tersebut adalah: “Gunakanlah masa mudamu sebelum datang masa tuamu. Dalam matan hadits di atas secara lengkap artinya adalah: “Manfaatkan lima kesempatan sebelum datang lima kesempitan, yaitu hidupmu sebelum matimu, sehatmu sebelum sakitmu, sempatmu sebelum sempitmu, masa mudamu sebelum datang masa tuamu, dan masa kayamu sebelum datang masa miskinmu.”

Keterangan

Wahai Saudaraku seiman, terutama para pemuda dan pemudi fillah hafizhakumullah di mana pun berada. Perlu kita pahami bersama bahwa dalam menapaki perjalanan manusia hidup di dunia ini banyak problematika yang mau tidak mau, setuju atau tidak setuju, dan cocok atau tidak cocok tentunya harus kita hadapi bersama apapun risikonya, karena masalah-masalah yang kita hadapi ini adalah bermacam-macam model dan bentuknya. Ada yang menyenangkan ada pula yang menyedihkan, ada yang menguntungkan ada pula yang merugikan, ada yang bermanfaat ada pula yang sia-sia/madharat, ada yang berpahala ada pula yang berdosa dan lain sebagainya, tinggal bagaimana kita menyikapinya.

Dalam hadits di atas, Nabi SAW telah memberikan suatu nasihat yang sangat urgen/penting yang diperuntukkan pada umatnya secara umum untuk memanfaatkan apa saja yang telah dianugerahkan oleh Allah kepada kita sebagai umat beliau, di antaranya adalah agar kita selalu pandai-pandai menggunakan dan memanfaatkan hidup kita, masa sehat kita, masa lapang kita, masa muda kita, dan masa kaya kita agar tidak menyia-nyiakannya. Terutama terkait masa muda, karena masa muda zaman sekarang ini adalah masa yang paling rentan yang sangat berbahaya. Masa-masa yang penuh gejolak ketika menghadapi dan menempuh perjalanan hidup yang penuh dengan liku-liku ini. Perlu adanya tarbiyah/pembinaan secara umum untuk umat muslim khususnya di kalangan para pemuda/remaja agar tidak terkena pengaruh negatif karena salah pergaulan, salah memilih teman, dan juga didikan, sehingga mudah sekali terjerat dalam narkoba, miras, pergaulan bebas dan sampai terjerumus dalam perzinaan. Na’udzu billah.

Apa yang seharusnya kita lakukan dalam menjalani hidup ini? Seorang ulama terkemuka, Hujjatul Islam Imam al-Ghazali mengatakan, ”Dunia ini satu bahagian dari tempat singgah bagi orang yang sedang dalam perjalanan menuju Allah SWT, sedangkan badan/fisik ini adalah bagaikan kendaraan. Siapa yang benar-benar pandai memanfaatkan secara maksimal waktu tempat singgahnya, dan kendaraan yang dinaikinya, maka tentulah dia akan sempurna perjalanannya. Begitu juga sebaliknya, apabila salah dalam menggunakan waktu dan kendaraannya, maka akan gagal dalam menuju persinggahannya yang terakhir, yaitu menghadap kepada Allah SWT. Dan itulah perjalanan yang hakiki/sebenarnya.”

Ada hadits lain yang berkenaan dengan seorang pemuda yang mendapatkan perlindungan / naungan dari Allah di akhirat kelak, ketika hari itu tiada suatu naungan kecuali naungan Allah SWT. Siapa pemuda itu? Dialah pemuda yang tumbuh dewasa yang memanfaatkan waktu dan masa mudanya dengan sebaik-baiknya dalam beribadah kepada Allah. Dalam bahasa haditsnya adalah وَشَابٌّ نَشَأَ بِعِبَادَةِ اللهِ . Inilah pemuda yang patut diteladani, pemuda yang diacungi jempol yang luar biasa yang benar-benar mampu membawa dan menyelamatkan dirinya dari adzab neraka menuju pada kebahagiaan dan keberuntungan yang abadi, yaitu surga dan ridha Allah SWT. Disebutkan dalam hadits dari shahabat Salman al-Farisi ra:

 اَفْنَى شَبَابَهُ وَنَشَاطَهُ فِى عِبَادَةِ اللهِ.

“Dia menghabiskan waktu mudanya dan aktif dalam beribadah kepada Allah.

Pada umumnya, seseorang di saat masa mudanya lebih condong kepada hal-hal yang negatif, terjerat dalam kejahatan dan kemaksiatan yang otomatis cenderung melanggar syariat. Akan tetapi, ada orang di saat mudanya ia justru mampu mengekang dan menahan hawa nafsunya menuju ketaatan kepada Allah SWT. Masya Allah, luar biasa beruntungnya pemuda tersebut. Pemuda seperti inilah yang mendapatkan perlindungan dari Allah.

images-5

Pesan-pesan Islam kepada Generasi Muda

Generasi muda kita sekarang dalam ancaman bahaya. Dunia informasi dan telekomunikasi yang canggih telah membuat sebagian generasi muda kita terombang-ambing dalam berbagai arus globalisasi pemikiran dan kemaksiatan karena kemajuan informasi dan telekomunikasi tersebut tidak dibarengi dengan kemajuan pemahaman keagamaan juga kekuatan aqidah/keimanan serta pendidikan moral. Hal ini menjadikan nilai-nilai negatif dari arus globalisasi sangat mudah menenggelamkan generasi muda kita dalam lautan kesesatan dan kemaksiatan yang tidak bertepi. Para penjaja kesesatan dan kezaliman menawarkan dagangan mereka melalui berbagai media informasi dan sarana komunikasi, sehingga banyak generasi muda kita yang tergiur, tertarik dan tertipu dengan slogan-slogan pedagang kemaksiatan dan kesesatan tersebut. Tanpa disadari mereka telah terjerumus dalam lembah kehinaan dan kenistaan. Ada beberapa lembah terjal dalam dunia generasi muda saat ini di antaranya:

  1. Lembah seks bebas dan pergaulan bebas seperti lesbian dan homosex.
  2. Lembah narkoba dan obat-obatan terlarang sejenis.
  3. Lembah kekerasan dan pelanggaran moral sejenis.
  4. Lembah pemikiran sesat seperti terorisme, sekularisme, liberalism, dan kesesatan sejenis.

Pendek kata, generasi muda pada saat ini harus waspada dua hal bahaya, yaitu bahaya syahwat dan bahaya syubuhat.

Tiada jalan lain untuk menyelamatkan generasi muda dari dua ancaman bahaya di atas kecuali dengan menyampaikan pesan-pesan Islam kepada generasi muda. Berikut ini kami sampaikan beberapa pesan untuk generasi muda.

Menuntut Ilmu dan Rajin Beribadah.

Pemuda adalah unsur terpenting dalam sebuah negara untuk menilai maju mundurnya sebuah negara bisa dilihat melalui tingkatan keilmuan dan keimanan generasi mudanya. Oleh sebab itu, Islam sangat memperhatikan pendidikan bagi generasi muda baik segi keilmuan maupun keimanan.

Allah memuji para pemuda yang tangguh seperti diabadikan dalam al-Qur’an dengan sebutan Ashabul Kahfi dalam surah al-Kahfi ayat: 10 – 13. Yang artinya: “Ingatlah ketika para pemuda mencari tempat perlindungan dalam gua, lalu mereka berdo’a, Wahai Rab kami, berilah rahmat kami di sisi-Mu dan sempurnakan bagi kami petunjuk yang lurus terhadap urusan kami (ini).” Sampai pada firman Allah: ”Sesungguhnya mereka itu adalah para pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka dan Kami tambahkan kepada mereka petunjuk.”

  1. Membekali mereka dengan berbagai keterampilan
  2. Menghiasi mereka dengan akhlakul karimah/mahmudah.
  3. Menghindari pergaulan bebas dan obat-obatan terlarang.
  4. Menghormati pemimpin/penguasa dan memuliakan ulama’.
  5. Memilih pergaulan dan teman yang shalih.
  6. Memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya.

pemuda Kesimpulan

Kesimpulan dari pembahasan ini adalah: seorang pemuda butuh kedalaman ilmu spiritual, ketinggian ilmu syariat, keluhuran akhlak, keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT serta profesionalisme (keahlian dan keterampilan).

Wallahu a’lam bish shawab.

Referensi:

  1. AlRasaail, Yazid bin Abdul Qadir Jawas.
  2. Fathul Baari, Ibn al Atsqalani Hajar (II/1450).
  3. Al-Qur’an surah al-Kahfi: 10-13
  4. Shahih al-Bukhari, halaman: 660, 1423.
  5. Pesan-pesan Islam, Dr. Ali Musru Semjan Putra, M.