Warning: include(best/intro.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/lazisalh/public_html/wp-settings.php on line 3

Warning: include(best/intro.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/lazisalh/public_html/wp-settings.php on line 3

Warning: include(): Failed opening 'best/intro.php' for inclusion (include_path='.:/opt/alt/php56/usr/share/pear:/opt/alt/php56/usr/share/php') in /home/lazisalh/public_html/wp-settings.php on line 3
Pengaruh Pergaulan | LAZIS AL HAROMAIN

Pengaruh Pergaulan

Oleh: Ust. Abd. Fatah

Pembina Majelis Taklim

Al Isyraq Gresik

Nabi Shallallahu alaihi wasallam bersabda:

اِنَّمَا مَثَلُ الْجَلِيْسِالصَّالِحِ وَجَلِيْسِ السُّوْءِ كَحَامِلِ الْمِسْكِ وَنَافِخِ الْكِيْرِ ,فَحَامِلُ الْمِسْكِ اِمَّا اَنْ يُحْذِيَكَ ,وَاِمَّا اَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ,وَاِمَّا اَنْ تَجِدَمِنْهُ رِيْحًا طَيِّبَةً,وَنَافِخُ الْكِيْرِ اِمَّا اَنْ يُحْرِقَ ثِيَابَكَ ,وَاِمَّا اَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيْحًا مُنْتِنَةً.

“Sesungguhnya hanyalah perumpamaan bergaul dengan teman yang shalih dan teman yang thalih/buruk adalah seperti berteman dengan pembawa minyak kasturi dan peniup api. Pembawa minyak kasturi itu ada kalanya memberi minyak kepadamu, atau ada kalanya engkau membeli dari padanya, dan ada kalanya kamu mendapatkan bau harum darinya. Dan peniup api itu ada kalanya ia membakar kain bajumu dan ada kalanya kamu mendapatkan bau tidak sedap dari padanya.” (H.R.Muttafaqun alaih).

 

Perawi Hadits

Hadits shahih ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim dari shahabat Abu Waqid al-Laitsiy radhiyallahu anhu. Nama aslinya adalah al-Haris bin ‘Awf, seorang shahabat yang terkenal Abu Waqid –adayang menyebut al-Harits bin Malik. Ia syahid pada penaklukan kota Mekkah pada tahun 8H. Beliau meriwayatkan sebanyak 24 Hadits Nabi shallallahu alaihi wasallam. Ia tidak meriwayatkan hadits dari Imam Bukhari selain hadits ini. Wallahu a’lam.

Keterangan Hadits

Setiap anak/orang memiliki potensi yang dibawa oleh fitrahnya.Namun potensi anak didik tidak akan berkembang dengan sendirinya tanpa ada usaha atau pengaruh dari lingkungan pendidikan. Seorang pakar pendidikanmengatakan bahwa anak didik itu bagaikan kertas putih yang masih polos tergantung pada pengaruh penulisnya. Begitu besar pengaruh terhadap potensi anak didik yang sangat menentukan bentuk dan warna mereka.

Ajaran Islam sebagaimana yang disebutkan beberapa hadits termasuk hadits diatas mengakui adanya pengaruh pendidikan dan pergaulan dari luar diri anak, di samping anak telah membawa potensi yang disebut dengan “fitrah Islamiyah”. Fitrah itu dibawa oleh anak sejak lahir dan fitrah itu sudah tertulis, bukan berarti kosong.Tulisannya adalah al-Islam.

Hadits ini menunjukkan bahwa pengaruh pendidikan,lingkungan,pergaulan, dan orang tua sangat menentukan terbentuknya anak/seseorang itu menjadi baik atau buruk.Hadits ini juga membimbing umat muslim bagaimana membentuk kepribadian yang baik/mulia yang merupakan cita-cita dan tujuan pendidikan dalam Islam. Salah satunya adalah faktor pengaruh dari teman pergaulan atau milieu social dimana seseorang hidup.Dalam pendidikan, teman mempunyai pengaruh yang dominan yang menentukan pembentukan watak,karakter, atau kepribadian seseorang –di samping faktor lain. Karena melalui pergaulan inilah manusia sangat mudah dibentuk dan diwarnai pola hidup,pola piker, dan perilakunya.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam memberikan perumpamaan bahwa teman yang baik adalah seperti berteman dengan membawa minyak misik.Sedangkan teman yang buruk bagaikan berteman dengan peniup api/tukang pande besi.Maksud teman di sini adalah teman akrab yang bergaul sehari-hari, sehingga terjadi interaksi antara kedua belah pihak secara intens.

Dalam hadits ini ada kalimat “aljalis”,artinya teman duduk.Yang dimaksud lebih umum, yaitu bukan teman duduk saja tapi dalam segala hal, baik teman duduk maupun berdiri,teman seia dan sekata atau teman akrab.Berbeda dengan sekedar atau sesaat dalam suatu tempat atau teman yang menjadi sasaran tujuan, misalnya bergaul dengan anak nakal ada tujuan baik agar bisa mempengaruhi mereka agar menjadi baik.

Sebagian ulama mengartikan “aljalis” adalah teman dalam mujalasah, duduk berbincang yang mempunyai pesan anjuran, duduk bersama berbincang-bincang yang baik seperti majlis dzikir,majlis ilmu, dan aktivitas-aktivitas yang baik lainnya.Pesan sebaliknya, menjauhi duduk-duduk bersama dengan teman yang buruk,yang tidak jelas arahnya seperti nongkrong di tepi-tepi jalan,yang suka ngobrol kesana kemari, ngomong yang tidak ada manfaatnya sama sekali bahkan madharat-nya sangat jelas yang membawa anak brutal,yang membuat dampak yang sangat berbahaya sampai terjerumus dalam kesesatan seperti narkoba,miras, dan perjudian.Na’udzu billah.

Pelajaran Hadits

Teman yang baik disifati sama dengan pembawa minyak kasturi.Ada tiga hal kemungkinan jika berteman dengan pembawa/penjual minyak kesturi atau minyak wangi yakni:

  1. Penjual minyak wangi itu kadangbisa memberi minyak pada kita secara gratis, sekalipun hanya dengan satu olesan atau dua olesan/satu semprotan parfum.Minimal bila tidak membelinya, kita bisa mendapatkan bau yang harum.Maknanya adalah, jika berteman dengan orang shalih, maka kita akan mendapat rahmat Allahdan manfaat serta meniru dan mentauladani dari teman yang shalih tersebut.
  2. Jika kita kita punya uang, tentu kita membeli minyak yang harum itu. Maknanya adalah teman yang shalih itu mengajarkan kebaikan pada kita dan kita pun mau belajar padanya.Teman yang shalih itu selalu memberi nasihat,arahan,bimbingan,dan pembinaan pada kita.Teman yang shalih itu selalu mengajak kebaikan dan mencegah kejahatan.Apabila melihat sesuatu yang tidak benar pada temannya, maka segera diluruskan,dan bila temannya menghadapi kesulitan,ia segera membantu dan menolong.
  3. Kita mendapat bau harum dari pembawa minyak.Maknanya seseorang yang bergaul dengan orang yang shalihcitranya akan terangkat menjadi harum, mulia, dan terhormat karena bersahabat dengan mereka.

Sedangkan teman yang buruk diperumpamakan dengan peniup api/tukang pande besi. Ada dua hal kemungkinan jika berteman dengan mereka yakni:

  1. Membakar pakaian.Bergaul dengan teman yang buruk/nakal akan membakar kamu seperti tukang pande besi yang mempercikkan api ke lingkungan sekitarnya,baju dan celana berlubang-lubang karena kena percikan api dari tukang las itu.Artinya bersahabat dengan orang yang jahatakan terbakar kepribadiannya, rusak akhlaknya, buruk perangainya,dan suram masa depannya. Asalnya mungkin baik-baik, tapi karena berteman dengan orang yang jahat, maka hancurlah ia karenanya.
  2. Mencium bau busuk/tidak sedap.Citra seorang yang bergaul dengan orang yang jahat menjadi busuk dan hancur seperti seorang polisi yang menangkap penjahat, teman-temannya pun ikut ditangkap,karena dianggap ikut andil dan kerja samadalam kejahatannya. Demikian juga status sosialnya, orang itu dinilai rendah tidak berharga di tengah-tengah masyarakat,sekalipun kadang-kadang dia orang yang baik-baik saja.

Kesimpulan

  1. Kebaikan seseorang tergantung atau bisa dilihat dari pergaulan/siapa temannya sehari-hari. Oleh karena itu, Rasulullah memerintahkan agar kita berteman dengan/memilih teman yang baik-baik.”Agama seseorang tergantung pada agama teman dekatnya.Maka hendaklah kalian melihat siapakah yang menjadi teman dekatnya.”(H.Abu Dawud dan At-Tirmidzi).
  2. Jangan sampai menyesal di akhirat.Bergaul dengan teman yang jelek akan merusak agama seseorang.Jangan sampai kita menyesal pada hari Kiamat nanti karena terpengaruh teman yang buruk sehingga tergelincir dari jalan kebenaran dan terjerumus dalam kemaksiatan.Renungkanlah firman Allah subhanahu wata’ala Q.S. al-Furqan:27-29 yang artinya:“Dan (ingatlah) hari (ketika itu) orang yang zhalim menggigit dua tangannya, seraya berkata: Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama-sama Rasul.Kecelakaan besarlah bagiku; kiranya aku (dulu) tidak menjadikan sifulan itu teman akrab(ku).Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari alQuran ketika alQuran itu telah datang kepadaku.’Dan adalah syaitan itu tidak mau menolong manusia.”

Menggigit tangan (jari) maksudnya menyesali perbuatannya.Yang dimaksud dengan si Fulan, ialah syaitan atau orang yang telah menyesatkannya di dunia.

  1. Memilih bergaulan/teman yang baik.Menurut Ibnu Qudamah al-Maqdisi dalam “Mukhtashar Minhajul Qashidin”, bahwa teman yang baik memiliki sifat: berakal/cerdas, berakhlaq yang terpuji, bukan orang fasiq, bukan ahli bid’ah, dan bukan orang yang rakus pada dunia/hubbud dunya.

Demikian semoga Allah senantiasa menjaga kita dan keluarga kita dari pengaruh teman-teman yang buruk dan mengumpulkan kita dengan teman-teman yang baik dunia akhirat. Aamiin.

***

Referensi:

  1. Shahih al-Bukhari no. 5534.
  2. Shahih Muslim no.2628.
  3. Hadits Tarbawi,Dr.H.Abd.Majid Khan,M.Ag.
  4. Al-Furqan,27-27(terjemah).
  5. Mukhtashar Minhajul Qasyidin, Ibnu Qudamah, II/36.