Perencanaan Bisnis

Oleh : Hasbi Maula

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Q.S. Al-Hasyr [59]: 18)

Pergantian tahun Masehi sudah di depan mata dan kebiasaan perusahaan selain mengadakan tutup tahun anggaran sekaligus merencanakan bisnis berikutnya. Pada kesempatan kali ini akan diuraikan bagaimana merencanakan bisnis yang bisa dipakai untuk rujukan.

Dikatakan oleh Prof. Rhenald Khasali: “Gagalnya calon pengusaha atau pengusaha di awal usaha mereka adalah akibat tidak mampu merancang perencanaan bisnis (business plan) yang baik. Maka, begitu memasuki dunia bisnis, banyak hal yang tak terduga muncul dan tak tahu apa yang harus dilakukan.”

Fungsi Awal Perencanaan Usaha

  • Sebagai pedoman untuk mencapai keberhasilan manajemen usaha
  • Sebagai alat untuk mengajukan permodalan yang bersumber dari luar.

Dalam perencanaan bisnis ada 9 poin yang harus diperhatikan.

  1. Memilih bidang usaha

Dalam memilih bidang usaha yang perlu diperhatikan adalah:

  1. bidang usaha tersebut ada pasarnya
  2. bidang usaha tersebut kita senangi
  3. bidang usaha tersebut kita memiliki keahlian atau sumber daya manusia yang ahli di sekitar tempat usaha
blog.propertykita.com

blog.propertykita.com

 

  1. Estimasi (perkiraan)

Dalam bisnis ada 3 model: Estimasi Proyeksi, Estimasi Prediksi, dan Estimasi Intuisi.

III. Studi kelayakan

Studi kelayakan merupakan konsep untuk menentukan apakah suatu usaha layak atau tidak. Banyak usaha gagal karena tidak membuat studi kelayakan.

Manfaat studi kelayakan:

  • sebagai pembanding antara rencana dan pelaksanaan
  • bahan informasi (company profile)
  • pelengkap pengajuan kredit-kerjasama
  • pelengkap pengajuan izin usaha
  1. Kondisi lokal

Dalam perencanaan bisnis perlu dipahami tentang kondisi lokal yang menyangkut:

  1. Sumber daya manusia
  2. Bahan baku tersedia
  3. Keadaan lokal yang spesifik (agama, adat, kepercayaan, budaya)
  1. Kapan Memulai

Dalam merencanakan kapan akan dimulai suatu usaha harus diperhitungkan aspek pasar.

  1. Membuat Kebijaksanaan

Dalam perencanaan perlu ditentukan kebijaksanaan yang akan diambil, yaitu menyangkut:

  1. Jenis usaha yang akan dikerjakan
  2. Modal yang akan digunakan
  3. Orang/lembaga yang akan diajak kerjasama
  4. Asuransi mana yang akan dipakai?
  5. Apa saja yang akan diasuransikan?
  6. Kapasitas usaha

VII. Rencana Pemasaran

  1. Memperkirakan penjualan
  2. Mengukur kondisi pasar
  3. Memilih teknik menjual
  4. Membuat rencana penjualan
  5. Menentukan harga
  6. Rencana distribusi
  7. Rencana promosi

VIII. Rencana Produksi

Produksi adalah proses memanfaatkan bahan baku menjadi akhir (barang jadi/produk –red) melalui suatu kreasi.

Faktor yang perlu diperhatikan:

  1. Dari perkiraan penjualan dapat ditentukan macam dan jumlah barang yang perlu diproduksi. Ada 2 model produksi, yaitu produksi berdasarkan pesanan dan produksi berdasarkan perkiraan
  1. Lebih murah memproduksi dalam jumlah banyak
  2. Pembelian mesin/peralatan baru, harus dipikir matang
  1. Rencana Keuangan dan Anggaran

Tujuan setiap usaha mendapatkan profit dengan menggunakan modal secara efisien. Maka dari itu perlu rencana penggunaan modal dan mengetahui bagaimana hasilnya. Dalam rencana tersebut yang berperan penting adalah :

  1. Program keuangan
  2. Anggaran
  3. Pendapatan, pengeluaran dan laba yang diharapkan

Semoga hari-hari berikutnya semuanya mengalami KESUKSESAN yang dibarakahi dan diridhai Allah I. Baarakallahu fiikum, in-syaa Allah. Bersama Alloh BISA dan Tersolusikan.

“Kalau kita GAGAL merencanakan, maka kita merencanakan KEGAGALAN.”

Wallahu a’lam.