Pertempuran Busrah

 

Juni 634 M

Mematuhi perintah khalifah Abu Bakar ash-Shiddiq Radhiyallohu ‘anh, Khalid bin Walid Radhiyallohu ‘anh membawa 6000 pasukannya dari Iraq menuju Syams (kini Suriah) untuk membantu pasukan Abu Ubaidah bin Jarrah Radhiyallohu ‘anh yang tengah berhadapan dengan pasukan Romawi yang sangat besar di Busrah, Syams selatan. Perlu waktu berhari-hari untuk sampai di Syams melalui jalan biasa. Maka untuk menyingkat waktu, Khalid menempuh jalan melalui as-Samawah, sebuah padang pasir terkenal tak berpohon dan bebatuan, antara Kufah dan Syams. Hanya orang mencari mati lewat di jalan itu. Tetapi demikianlah, dengan kecerdasan dan perhitungan yang matang, Khalid beserta pasukannya selamat hingga tiba di Busrah pada Juni 634 M setelah berjalan hanya dalam 5 hari.

Pertempuran Busrah

Teater Roma kota Busrah ||Sumber: id.wikipedia.org

Pasukan Khalid tiba tepat saat pasukan muslimin di bawah pimpinan Syurahbil bin Hasana Radhiyallohu ‘anh yang dikirim Abu Ubaidah terkepung pasukan Romawi yang lebih besar. Pasukan Romawi pun berhasil dipukul mundur kembali ke benteng mereka.

Pada saat pertempuran hari berikutnya, kedua pasukan berjumlah seimbang sekitar 12 ribuan orang. Tiba-tiba Abu Ubaidah datang membawa panji kuning yang juga dipakai Nabi Sholallohu ‘alaihi wasallam pada Perang Khaibar. Ia memberikan panji itu kepada Khalid, yang berarti dia sekarang menjadi panglima pasukan. “Demi Allah,” kata Khalid, “kalaulah bukan karena aku harus mematuhi perintah Khalifah, maka aku tidak akan pernah mau menerima ini. Kamu lebih tinggi kedudukannya daripada aku dalam Islam. Aku hanyalah seorang sahabat Rasulullah, tetapi kamu adalah seorang yang mana Rasulullah memberi gelar sebagai orang yang memegang amanat dari umat ini.

Di tengah sebuah pertempuran, sebagai pembuka, Khalid maju untuk bertarung dengan Romanus, komandan pasukan Romawi. Sebelum bertarung, Khalid menawarkan Romanus agar masuk Islam. Tak dinyana, atas dakwah Khalid, Romanus masuk Islam dan bergabung dengan kaum muslimin. Ia lalu menulis surat kepada pasukan Romawi, “Kepada musuh Allah dan Rasul-Nya. Kalian janganlah lupa bahwa aku telah memilih Islam sebagai agamaku. Sejak saat ini, tidak ada lagi tali yang mengikat antara kalian dengan aku, baik di dunia ini maupun di akhirat….”

Masuknya Romanus ke dalam Islam membuat ciut nyali pasukan Romawi. Mereka memutuskan mundur dari pertempuran dan bertahan di benteng. Berkat panduan Romanus pula, satu detasemen khusus di bawah pimpinan Abdur Rahman bin Abu Bakar Radhiyallohu ‘anh mampu menyusup terowongan tepat di bawah benteng Romawi. Mereka berhasil membuka pintu gerbang sehingga pasukan muslimin yang lain bisa memasukinya. Pertempuran pun berkecamuk hebat dan pasukan Romawi kocar-kacir karenanya. Tak kurang 8000 pasukan Romawi terbunuh dalam perang ini. Sementara hanya 130an prajurit muslim gugur sebagai syahid. Dan kota Busrah akhirnya menyerah dan rakyatnya meminta perdamaian dengan pasukan muslimin.

[]