Pertempuran Guadalete

Setelah membebaskan kota Cartagena dan Algeciras yang berdekatan dengan Calpe atau Jabal Tariq (tempat pasukan Tariq bin Ziyad mendarat di Andalusia), Tariq dan pasukannya bergerak menuju ibukota kerajaan Visigoth. Tetapi di tengah jalan, Theodomir, yakni penjaga kerajaan Visigoth bagian selatan, menghadang. Terjadilah pertempuran sengit antara keduanya. Tetapi, Theodomir dan pasukannya bisa dikalahkan Tariq dan pasukan muslimin.

Pertempuran Guadalete

id.wikipedia.org

Namun, Theodomir sempat mengirimkan surat kepada raja Visigoth, Roderick, yang saat itu sedang berperang dengan Basque, sebuah kelompok etnik di timur laut Spanyol atau barat laut Perancis. Isi surat itu memberitahukan bahwa Visigoth tengah diserang pasukan Tariq dari luar Andalusia.

Segera Roderick menghentikan perang dan menuju Kordoba yang terletak di sebelah sungai Guadalete atau Guadalquivir. Di kota yang didirikan oleh Claudius Marcellus pada zaman Romawi Kuno ini Roderick menyusun kekuatan untuk menghadapi pasukan Moors (demikian mereka menyebut pasukan Tariq). Ia berhasil mengumpulkan pasukan dari Witiza, para gubernur, serta budak-budak yang ia miliki hingga terkumpul 40 ribu hingga 100 ribu pasukan.

Bertemulah kedua pasukan di lembah bernama Rio Barbate pada 11 Juli 711. Di tengahnya mengalir sungai Guadalete –karena itu disebut Pertempuran Guadalete. Pasukan Tariq yang hanya berjumlah 7 ribu hingga 12 ribu menghadapi pasukan Roderick yang jumlahnya lebih dari 6 kali lipatnya. Ketika semakin mendekat, Roderick menyaksikan pasukan Tariq terdiri dari orang-orang yang menunggang kuda dengan memakai baju yang kasar, penuh debu, bersorban di kepalanya, dan pedang mereka melengkung. Hal mana ini mengingatkan Roderick tentang pasukan yang akan menghancurkannya seperti tertulis dalam perkamen di istana Toledo yang pernah ia paksa buka ketika diangkat menjadi raja Visigoth yang baru.

Begitu melihat Roderick di tengah pasukannya, Tariq bin Ziyad berseru, “Itu dia raja orang-orang Visigoth!” Takbir pun bergema di seluruh pasukan. Dan kedua pasukan pun saling menerjang.

Perang berlangsung selama 8 hari. Dan peperangan pun dimenangkan pasukan Tariq. Kerajaan Visigoth jatuh ke tangan muslim. Sejarah mencatat antara 20 ribu hingga 30 ribu pasukan Visigoth tewas dalam peperangan ini. Sementara Raja Roderick terbunuh, tetapi jasadnya tak pernah ditemukan. Kemenangan ini menjadi momen sangat penting dalam membuka jalan bagi pasukan muslim menaklukkan seluruh Andalusia.

[]

Disadur oleh Bahtiar HS dari berbagai sumber