Warning: include(best/intro.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/lazisalh/public_html/wp-settings.php on line 3

Warning: include(best/intro.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/lazisalh/public_html/wp-settings.php on line 3

Warning: include(): Failed opening 'best/intro.php' for inclusion (include_path='.:/opt/alt/php56/usr/share/pear:/opt/alt/php56/usr/share/php') in /home/lazisalh/public_html/wp-settings.php on line 3
Peserta Didik Kita Haruslah Peserta Didik Yang Kuat | LAZIS AL HAROMAIN

Peserta Didik Kita Haruslah Peserta Didik Yang Kuat

Oleh: Masitha Achmad Syukri

Dosen Linguistik Dept. Sastra Inggris Fak. Ilmu Budaya UNAIR

Ketua DPP Anshoriyyah Yayasan Persyada Al Haromain

“Mukmin yang kuat itu lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah.”

(H.R. Imam Muslim)

kartun-ilustrasi-pendidikan-belajar-mengajarSesuatu yang dicintai Allah tentu memiliki kemuliaan dan kemanfaatan. Dalam hadits tersebut, mukmin yang karena memiliki kekuatan lebih dicintai oleh Allah. Kekuatan tersebut bisa saja dalam sudut pandang kuat imannya, kuat amal ibadahnya, kuat hartanya atau kaya, kuat tubuh atau kuat fisiknya. Dengan kekuatan-kekuatan tersebut tentu saja seorang mukmin diharapkan dapat berbuat lebih banyak untuk membantu mukmin yang lain, untuk menegakkan kemuliaan Islam, untuk membela Islam, dan sebagainya. Islam adalah agama yang mulia, tinggi dan kuat. Oleh karena itu, pemeluknya seharusnya adalah orang-orang yang mulia dan kuat pula.

Di sekolah-sekolah Islam, pada umumnya upaya untuk meningkatkan kekuatan dalam hal keimanan dan amal ibadah bisa jadi sudah banyak diperbincangkan dalam pelajaran Agama Islam termasuk upaya meningkatkan kekuatan harta juga sudah dipelajari dalam pengembangan konsep ekonomi Islam. Akan tetapi, upaya meningkatkan kekuatan tubuh atau fisik seperti yang Rasulullah sabdakan jarang sekali disinggung dalam pelajaran olah raga atau pendidikan kesehatan jasmani di sekolah-sekolah, khususnya sekolah Islam. Kalaupun ada, itu dilakukan oleh sekolah-sekolah yang memiliki sarana-prasarana yang memadai.

Firman Allah di dalam surat Al Munafiqun (63) ayat 8:

Mereka berkata: “Sesungguhnya jika kita telah kembali ke Madinah, benar-benar orang yang kuat akan mengusir orang-orang yang lemah dari padanya.” Padahal kekuatan itu hanyalah bagi Allah, bagi Rasul-Nya dan bagi orang-orang mukmin, tetapi orang-orang munafik itu tiada mengetahui.

Oleh karena itu, orang-orang mukmin termasuk para peserta didik harus memiliki fisik yang bagus atau prima, yakni kuat, tidak lemah dan atau tidak sakit-sakitan. Lantaran itu, kesehatan fisik harus dijaga, yakni penjagaan dari faktor makanan, penjagaan dari faktor olah fisik atau olah raga, serta penjagaan kebersihan diri dan lingkungan.

Adab dan Menu Makanan yang Dianjurkan oleh Rasulullah

Islam sangat menekankan kepada pemeluknya tentang arti penting makanan yang halal dan thayyib (baik/sehat) sebagaimana firman Allah dalam Al Qur’an surat Al Maidah (5) ayat 88:

“Dan makanlah makanan yang halal lagi baik ( thoyyib ) dari apa yang telah di rizkikan kepadamu dan bertaqwalah kepada Alloh dan kamu beriman kepadaNya”

Batasan makanan yang halal dan haram secara umum cukup jelas di dalam Al Qur’an, yakni pada surat Al Baqarah (2) ayat 172-273. Makanan yang baik adalah makanan yang menyehatkan, yang meliputi bahan/jenis makanan ataupun cara makan. Berikut adalah adab dan menu makan Rasulullah yang harus diajarkan kepada para peserta didik:

  • Makan disaat lapar dan berhenti makan sebelum kenyang
  • Mencuci tangan sebelum dan sesudah makan
  • Berdoa sebelum dan sesudah makan
  • Makan dan minum dengan duduk, tapi tidak duduk bersandar
  • Makan dan minum dengan menggunakan tangan kanan
  • Makan tidak terburu-buru (mengunyah makanan sebanyak 33 kali).
  • Minum dengan tiga kali tegukan
  • Berkumur sebelum dan sesudah makan
  • Banyak minum madu dan susu
  • Banyak makan kurma, roti dengan minyak zaitun dan cuka, labu air, anggur, dan sayuran
  • Tidak menggabungkan beberapa jenis makanan (misalnya minum susu dengan makan daging, susu dan ikan, susu dan cuka, makanan asam dan makanan pedas, dan sebagainya).
  • Tidak tidur langsung setelah makan.

Olah Raga yang Dianjurkan oleh Rasulullah

“Segala sesuatu yang bukan termasuk dzikir kepada Allah adalah (perbuatan) sia-sia kecuali empat hal: berjalannya seseorang di antara dua tujuan (untuk memanah), mendidik kudanya, bercanda dengan keluarganya, dan mengajarkannya berenang.” (H.R. Imam Ath-Thabrani)

Berdasarkan hadits di atas, sekolah selayaknya berusaha melengkapi kurikulum berserta sarana bagi para peserta didik untuk dapat belajar dan praktek belajar olah raga memanah, berkuda, dan berenang. Dibutuhkan fisik yang kuat untuk melempar panah dengan tepat sasaran, energi yang kuat untuk bisa mengendalikan dan mengendarai kuda, dan tubuh yang prima pula untuk bisa berenang di dalam air.

Seiring dengan itu, dapat dikatakan bahwa sebenarnya terdapat aspek kekuatan yang lain yang dibutuhkan oleh sekolah, yakni kekuatan harta/kekayaan sekolah karena penyiapan kurikulum dan sarana pemelajaran ketiga jenis olahraga tersebut membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Menjaga Kebersihan diri dan Lingkungan seperti Anjuran Rasulullah

Rasulullah sangat menjaga kebersihan badan dengan mandi dan menjaga kebersihan mulut dan gigi dengan bersiwak serta membersihkan rambut dan bau badan dengan menggunakan wangi-wangian. Beliau selalu menjaga kesucian diri dengan berwudhu.

Selain itu, beliau memerintahkan untuk selalu menjaga kebersihan rumah beserta teras dan halaman rumah. Sabda beliau, “Sesungguhnya Allah itu sangat indah, Dia menyukai keindahan. Allah itu baik, Dia menyukai kebaikan. Allah itu bersih, Dia menyukai kebersihan. Oleh karena itu, bersihkanlah teras rumah kalian. Janganlah kalian seperti orang-orang Yahudi.” (H.R. Tirmidzi).

Rasulullah melarang mandi dengan air keruh, yakni air yang tidak mengalir dan tidak berganti dengan yang baru sehingga menjadi sumber kotoran. Beliau bersabda, “Janganlah salah seorang dari kalian mandi dengan air yang diam, sementara ia dalam keadaan baik.” (H.R. Muslim).

Selain itu, beliau juga melarang kita memasukkan tangan langsung ke dalam bak mandi setelah bangun tidur sebagaimana sabda beliau, “Apabila salah seorang dari kalian bangun dari tidur, janganlah menenggelamkan tangannya ke dalam tempat air hingga ia membasuhnya tiga kali karena ia tidak tahu kemana saja gerak tangannya semalam (saat tidur).” (H.R. Muslim).

***

Demikianlah, tuntunan dari Rasulullah untuk menumbuhkan anak-anak selaku peserta didik yang sehat dan kuat, juga bersih, rapi dan wangi. Sekolah memiliki peran yang penting untuk menginternalisasikan tuntunan-tuntunan dari Rasulullah tersebut kepada peserta didik. Selain insyaAllah akan mendapatkan kecintaan Allah dan RasulNya, peserta didikpun insyaAllah tumbuh menjadi sosok dengan raga yang kuat pula. Waallahu a’lam bish-shawab.