Pesma ‘Amily: Pesantren Mahasiswa Berkonsep Entrepreneur

entrepreneurrrrPersaingan dunia semakin nyata, batasan-batasan antar negara kian memudar satu per satu. Perjuangan pun semakin berat, sehingga barang siapa yang tidak mengikuti perkembangan zaman, ia bisa tergilas oleh keadaan zaman yang semakin menggila. Generasi muda sudah harus dibiasakan dengan berusaha cerdas dan keras.

Inilah yang melatarbelakangi Ustadz Nuril Asyhuri nekat mengontrak rumah untuk merintis sebuah pesantren yang mayoritas santrinya mahasiswa ini. Pesantren mahasiswa (Pesma) ini beliau namakan Pesantren Creative Preneur ‘Amily.

Berawal dari keprihatinan melihat kondisi lingkungan kos-kosan mahasiswa yang luar biasa. Sayangnya sesuatu yang luar biasa ini ialah karena pergeseran nilai zaman dahulu dengan sekarang yang sangat timpang. Karakter kepribadian sebagai muslim dari sosok seorang mahasiswa mulai pudar. Dibuktikan dengan tingginya angka pergaulan bebas, kenakalan remaja, dan sebagainya.

Untuk mulai membangun lingkungan yang baik, Ustadz Nuril pun memberanikan diri memulai dan mewujudkan kegiatan seperti apa yang pernah beliau lakukan dulu saat masa ta’dhim ke masyarakat desa sebagai utusan Pesma Al-Mukmin, tempat beliau pernah belajar semasa dulu.

Pesantren ini berlokasi di Jalan Kumis Kucing Dalam, Tembalangan, Lowokwaru, Malang. Biasa dikenal sebagai Pesma ‘Amily di lingkungan sekitarnya. Pesma ini membawa visi misi yaitu “Melahirkan generasi Muslim yang Sholeh, Cerdas, Mandiri, Terampil, dan Berdaya Guna” yang menjadi salah satu senjata untuk menggaet para mahasiswa yang memiliki visi misi sama. Kegiatan-kegiatan di Pesma dirancang sangat positif, mempersiapkan diri mahasiswa agar saat lulus sudah bisa diandalkan, menjadikan mahasiswa memiliki motivasi dari dalam diri sendiri untuk masuk pesma.

Mahasiswa bidikmisi yang notabene berasal dari keluarga kurang mampu, lebih diutamakan bagi Pesma ‘Amily. Fakta membuktikan bahwa mereka sudah terbiasa kerja keras. Mereka justru memiliki mental baja yang siap ditempa dan dilatih untuk menjadi pribadi yang tangguh.

Saat mendengar pertama kali nama pesantren ini, mungkin kita akan heran, karena nama yang tidak umum untuk pesantren ini ternyata dijadikan lembaga pesantren yang berkonsep berbeda dari sekedar pesantren. ‘Amily berarti beramal atau beraktivitas, yang merupakan filosofi dasar seorang pengusaha, yang harus mampu memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya untuk beraktivitas dan berkarya. Maka tidak ada istilah nganggur, setiap waktu harus dimanfaatkan untuk meraih tujuan.

Pesma ‘Amily mengambil pembagian porsi berbeda dengan pesantren lainnya. Mengingat input santri di sini berlatarbelakang umum dan heterogen. Jiwa entrepreneurship untuk menciptakan Indonesia dengan para jagoan bisnislah yang menjadi fokus utama. Konglomerat di Indonesia harus dari muslim, karena itu muslim harus bangkit dari keterpurukan untuk mengembalikan izzah-nya. Sesuai prinsip agama Islam bahwa tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah, dan untuk menjadi tangan di atas, kita perlu kaya terlebih dahulu.

Meski materi dan praktik untuk menumbuhkan jiwa entrepreneur lebih ditekankan di Pesma ‘Amily, porsi tsaqafah tetap tidak ditinggalkan. Bahkan materi ini yang menjadi materi awal saat santri baru masuk sehingga memiliki landasan untuk memperjuangkan Islam.

Filosofi yang menjadi prinsip Pesma yaitu, lebih baik menjadi kepala kucing daripada menjadi ekor singa. Maksudnya, seluruh santri wajib menjadi pemimpin meski pemimpin di ruang lingkup yang kecil. Itu lebih baik daripada menjadi buruh di ruang lingkup besar. Sehingga dalam praktiknya, seluruh santri menjadi kepala divisi di struktur organisasi Pesma dan menjadi direktur ataupun manajer-manajer di perusahaan-perusahaan Pesma.

img_20140828_133643

Saat ini sudah terdapat 10 “Perusahaan” yang dipimpin dan digerakkan oleh santri Pesma Creative Preneur ‘Amily yang tergabung dalam jaringan holding company. Masing-masing perusahaan saling terkait, saling berhubungan, dan saling membutuhkan. Seluruh perusahaan sudah dibangun secara professional sejak awal, sehingga struktur organisasi standar dan sistem manajemen standar sudah diberlakukan agar perusahaan di Pesma ini bukan hanya sekedar aktivitas biasa, melainkan perusahaan sebagai ladang belajar menjadi konglomerat.

Perusahaan-perusaahan tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Eduwisata Kampoeng Lele

Berfokus pada budidaya ikan Lele dengan metode Bio NWS, serta pemberi edukasi Budidaya Lele hingga olahannya bagi masyarakat umum. Konsep Eduwisata dipilih karena mampu menarik masyarakat bebas untuk mengakses pengetahuan di sini.

  1. Eduwisata Kampoeng Hidroponik

Mirip dengan Kampoeng Lele, namun produk yang diusung adalah bertanam sayuran dengan media air. Eduwisata Kampoeng Hidroponik menjadi daya tarik tersendiri bagi siswa-siswa TK dan SD. Mereka sangat antusias belajar di sini. Tidak hanya itu, banyak orang dewasa pencinta hidroponik menjadi pelanggan setia kampoeng hidroponik.

  1. Yoosuka Snack

Yoosuka memiliki produk unggulan berupa aneka produk olahan lele seperti Abon Lele, Stik Lele, Krupuk Lele, Keripik Lele, dan lain sebagainya.

  1. Siap SajiBu

Swalayan frozen food aneka olahan ikan juga telah dibuka di Pesma untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam menyiapkan menu praktis dan bergizi.

  1. So Fis Tay, Malaysian Lok Lok

Dimulai dari ide lulusan anak SMA, SoFisTay menyediakan sosis bakar dan barbeque yang digemari anak muda.

  1. Fiseo Event Organizer

Event Organizer yang bergerak di pelatihan-pelatihan berkaitan dengan psikologi transpersonal

  1. Gramove

Memberikan jasa editing video dan animasi.

  1. Zainana Crispy

Aneka produk krispi dengan produk unggulan ayam krispi dan jamur krispi.

  1. LPP SDM Insan Utama

Lembaga Pendidikan yang bergerak di pesantren-pesantren sehingga para santrinya semangat melanjutkan pendidikan.

  1. Dompet Peduli Anak Negeri

Lembaga Sosial yang mendukung LPP SDM Insan Utama untuk menjalankan program pendidikan siswa putus sekolah.

Semua perusahaan memiliki visi misi yang beririsan dengan visi misi Pesma. Oleh karena itu, semua menuju ke arah berdaya guna. Ke depan seluruh perusahaan tersebut harus memberdayakan masyarakat untuk meningkatkan taraf hidup bangsa Indonesia ini. Saat ini sudah berjalan seperti Kampoeng Hidroponik, telah bekerja sama dengan masyarakat sekitar untuk menanam sayur-sayuran di halaman rumah masing-masing.

Pesantren adalah lembaga yang diakui dapat membentuk karakter santrinya. Pesma ‘Amily pun sangat concern terhadap hal itu. Akhlaq diajarkan agar selaras dengan ilmu pengetahuan umum.

img_20140828_140348

Entrepreneurship, inilah upaya yang ditumbuhkan agar santri dapat menyelami langsung bagaimana dunia nyata sehingga karakter yang dibutuhkan santri dapat langsung dipraktekkan dan diaplikasikan. Manajemen waktu menjadi salah satu materi softskill yang langsung dipraktekkan di pesma ‘Amily. Seluruh pengasuh dan santri tidak pernah membenturkan antara ketiganya. Semua ada waktunya. Kuncinya adalah memanfaatkan setiap detik untuk hal-hal yang bermanfaat. Tidak ada lagi leha-leha. Tidak ada lagi zona nyaman. Semua terkelola dengan rapi. Dan semua berusaha sebaik mungkin agar tidak ada yang dikorbankan dari ketiganya.

Tanggal 22 Oktober yang ditetapkan sebagai “hari santri” harus kita gunakan sebagai alarm terkait kompetensi santri di era milenium ini agar kita bisa bersegera untuk berbenah, instropeksi diri, dan menjadi momentum kebangkitan. Kompetensi santri perlu ditingkatkan dan dikembangkan untuk menyiapkan diri menuju perjuangan yang lebih nyata.

Pesma harus menjadi sarana strategis bagi mahasiswa untuk mempersiapkan diri menuju kehidupan nyata. Masa mahasiswa yang mana menjadi masa transisi harus diisi dengan hal-hal yang positif seingga karakter pribadi muslim dapat benar-benar tertanam dalam diri mahasiswa yang menjadi generasi berbudi pekerti luhur dan dapat diandalkan.

Inilah Pesma Creative Preneur ‘Amily: dari Indonesia untuk Indonesia yang lebih maju, mandiri, dan bermartabat.

[]