Potensi Keberkahan Wisata Halal Di Indonesia

Oleh: Qoharuddin

Santri Pesma Baitul Hikmah

Akhir-akhir ini pemerintah gencar mempromosikan wisata halal untuk para turis muslim yang berkunjung ke Indonesia. Mengutip Harian Kompas edisi 22 Desember 2016, pemerintah melalui Kementerian Pariwisata telah mentargetkan 400.000 turis muslim berkunjung ke Indonesia. Hal itu didasari pada realita bahwa selama ini wisatawan mancanegara banyak berasal dari kalangan non-muslim yang notabene berasal dari negara-negara di Eropa dan Australia. Perkembangan wisata halal di Indonesia dapat dilihat dari prestasi dalam event The World Halal Travel Summit/Exhibition 2015 di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Dalam event tersebut melombakan 14 kategori yang diikuti oleh 200 negara salah satunya adalah Indonesia. Indonesia mampu menyabet tiga kategori yaitu World’s Best Halal Tourism Destination, World’s Best Halal Honeymoon Destination, dan World’s Best Family Friendly Hotel. (Sumber Data : https://studipariwisata.com/referensi/pariwisata-halal/;diakses Senin, 13 Maret 2017)

Wisata Halal sendiri—yang notabene tergolong baru di Indonesia—mmerupakan bagian dari industri pariwisata bagi para turis mancanegara, terutama bagi turis yang berasal dari negara-negara timur tengah dan beragama Islam. Menurut beberapa ahli di bidang pariwisata, terdapat tiga aspek yang dapat dijadikan sebagai landasan dalam mengembangkan wisata halal yaitu mecakup kuliner halal, kemudahan akses tempat ibadah, serta kamar mandi yang ramah bagi umat muslim yang sedang berlibur. Salah satu bentuk layanan dari wisata halal ini adalah hotel yang  menyediakan fasilitas seperti kolam renang yang dibuat khusus untuk memisahkan antara laki-laki dan perempuan. Beberapa hal itulah yang membedakan antara wisata halal dengan wisata-wisata lain yang sering sekali mengabaikan unsur-unsur Syari’at.

Allah telah memberikan ni’mat keindahan dan kekayaan alam yang terdapat di negeri ini, sehingga sangat patut untuk kita syukuri dengan keberadaan ni’mat tersebut. Akan tetapi, jika kita mengamati, banyak sekali lokasi-lokasi wisata di Indonesia yang identik dengan perilaku yang barangkali jauh dari nilai-nilai keIslaman, karena memang hal tersebut disesuaikan dengan minat dan kebiasaan turis dari luar. Alih-alih supaya menambah income bagi pemerintah setempat,  justru perilaku tersebut dapat membuat murka bagi Allah penguasa seluruh alam. Sudah menjadi kewenangan bagi Allah untuk menurunkan bencana bagi manusia sebagai peringatan atas perilaku yang melanggar syari’at.

Melalui pencanangan program wisata halal oleh pemerintah, maka diharapkan kita sebagai umat Islam bisa mendukung program tersebut. Karena apabila program tersebut berhasil dicanangkan, insyaAllah hal itu akan menjadi keberkahan tersendiri bagi masyarakat Indonesia dan mampu meningkatkan pendapatan negara dari sektor pariwisata. Huwallahu a’lam bish-shawab.