Infaq Barang untuk Sabilillah

Kita yang tinggal di perkotaan sering dibuat pusing dengan keberadaan barang-barang bekas yang sudah tidak terpakai. Barangbekas tersebut acap kali menjadi pemandangan yang jorok dan kotor pada sudut-sudut ruangan rumah kita, sering kali juga menjadi sarang tikus dan hewan-hewan melata. Bentuk barang bekas tersebut beraneka ragam bentuknya, mulai yangberupa kertas, koran bekas, kipas angin,komputer, perabot rumah tangga dan lain-lain. Seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan Seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan tekhnologi yang begitu cepat masyrakat sekarang cederung konsumtif dan mudah jemu (waleh kata orang jawa) terhadap suatu barang. Komputer misalnya, lima tahun yang lalu umumnya masih dalam bentuk dekstop dengan monitor dan cpu yang besar bentuknya, tapi saat ini sudah tersedia dengan bentuk yang kecil, sederhana dan ringan, tekhnologinya pun lebih canggih dengan harga terjangkau, maka kita belilah model dan tipe yang baru tersebut. Hal semacam ini terjadi pula pada berbagai macam kebutuhan kita yang lain, apakah itu Hp, tape recorder, kendaraan bermotor, perabot rumah tangga dan lain sebagainya. Pertanyaannya mau dikemanakan barang-barang yang sudah tidak terpakai tersebut? Padahal tidak jarang barang tersebut masih laik pakai, kalau toh rusak mungkin masih bisa diperbaiki dan bermanfaat bagi yang lain. Di sisi lain, saat ini Lazis Al Haromain menerima permintaan cukup banyak dari para da’i, pesantren dan lembaga pendidikan di berbagai daerah akan kebutuhan komputer, hp, dan alat transportasi. Mereka bilang walau barang tersebut bekas tidak apa, asal masih bisa dipakai.
Untuk itu, Lazis Al Haromain memberikan solusi alternatifnya melalui program Infaq Barang Bekas Untuk Sabilillah (INBUKS). Dengan program tersebut, Lazis Al Haromain siap menerima barang-barang bekas tersebut sehingga si pemilik tidak dipusingkan lagi karenanya, dan bahkan akan menjadikan barang-barang bekas tersebut bermanfaat untuk sabililllah (kegiatan-kegiatan dakwah fi sabilillah), sekaligus menjadi media pemberdayaan anak-anak remaja sehingga bakat dan ketrampilannya tereksplorasi dan tersalurkan.

iklan-inbuks-2016
Aneka barang bekas yang diterima, akan dipilah sesuai dengan jenis dan keadaan barang. Misalnya kertas akan dipilah menjadi kertas koran, kertas putih dan campur, kemudian dijual. Masing masing mempunyai harga yang berbeda.Untuk barang elektronik, seperti tape recorder, komputer, kipas angin dan lain-lain, jika keadaan barang masih bagus, barang tersebut didistribusikan pada da’i, pesantren dan atau lembaga pendidikan di
daerah. Jika keadaan barang rusak akan diperbaiki atau diservis terlebih dahulu sehingga laik pakai, yang kemudian didistribusikan atau dijual dan dana hasil penjualannya akan digunakan untuk membantu pendanaan dakwah di berbagai daerah.
Untuk perbaikan barang-barang elektronik dan alat listrik yang rusak, dilakukan secara mandiri melalui program pembinaan anak- anak putus sekolah, yatim dan duafa yang dilatih berbagai ketrampilan servis barang-barang elektronika dan alat-alat listrik, sehingga INBUKS mempunyai multi fungsi yaitu menerima barangbarang bekas, mengolah memilah dan menjual barang bekas, mendistribusikan, dan sekaligus pemberdayaan anak-anak yatim dan duafa. Alhamdulillah pada saat ini, tidak hanya menerima barang bekas tapi juga menerima servis berbagai peralatan rumah tangga seperti: kipas angin, mikrowave, mesin cuci, kulkas, pompa air dan lain-lain. Sayangnya program ini masih terbatas di Kantor Pusat Perum. Ketintang permai AB 5 dan Cabang Malang raya Komplek Masid Sayyidah Mu’minah Jl. Mandalawangi Malang. Mengingat begitu besarnya kebutuhan pendanaan dakwah, kami berharap segera bisa mengembangkan program ini untuk beberapa kota di Jawa Timur dan daerah lain. InsyaAlloh.