Warning: include(best/intro.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/lazisalh/public_html/wp-settings.php on line 3

Warning: include(best/intro.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/lazisalh/public_html/wp-settings.php on line 3

Warning: include(): Failed opening 'best/intro.php' for inclusion (include_path='.:/opt/alt/php56/usr/share/pear:/opt/alt/php56/usr/share/php') in /home/lazisalh/public_html/wp-settings.php on line 3
Quick Access for Success | LAZIS AL HAROMAIN

Quick Access for Success

Oleh: Akh. Muwafik Saleh, S.Sos., M.Si.

Wakil Dekan III Fisip

Universitas Brawijaya Malang

Meraih sukses dengan cara cepat itu sebenarnya sangatlah sederhana dan mudah apa bila kita tahu rumus dan kuncinya. Semenjak awal penciptaan diri kita, sebenarnya telah Allah subhanahu wata’ala berikan serangkaian formula dan infrastruktur untuk menggapai sukses itu, baik yang Allah letakkan given pada diri kita maupun yang Allah titipkan pada orang lain untuk kita meraihnya.

Salah satu formula quick access itu adalah terletak pada kedua orang tua kita. Keberhasilan itu murni bukanlah semata sebab kerjakeras kita, melainkan ada faktor penentu utama, yaitu campur tangan Allah Sang Maha Pengatur berupa keridhaan-Nya atau yang sering kita sebut dengan faktorX, keberuntungan, luck factor.

Faktor ini menjadi penentu utama dalam setiap keberhasilan yang berada diluar kuasa manusia. Boleh jadi manusia bekerja keras mati-matian, namun hasilnya tidak seberapa. Ada pula sebagian orang yang dia begitu santai dan slow dalam menjalani sesuatu, namun mendapatkan hasil yang begitu luar biasa. Walaupun memang keberhasilan itu selalu berpadu antara usaha keras dan faktor keberuntungan itu. Usaha keras tanpa hadirnya faktor keberuntungan hanya akan menghasilkan harapan dalam waktu yang lama. Dan yang mempercepat terwujudkan harapan dalam usaha kerja keras itu adalah luck factor, yang hal ini berada diluar kuasa manusia, namun manusia dapat mengupayakannya jika dia tahu bagaimana caranya.

Apakah sesungguhnya Luck factor itu? Bagaimana cara menghadirkan luck factor itu? Apa penentu utama hadirnya luck facto ritu? Pertanyaan ini bermuara pada satu jawaban, yaitu Ridha Allah subhanahu wata’ala. Sebab jika Allah sudah ridha atas segala usaha kita, maka semua usaha yang kita upayakan dan semua persoalan serta kesulitan yang kita hadapi pasti akan diberikan jalan kemudahan.

Ridha Allah itu bukan lah sesuatu yang jauh dan profan dalam kehidupan kita, namun ridha-Nya itu sebenarnya ada dihadapan kita dan mudah kita dapatkan, yaitu melalui keridhaan yang ada pada kedua orang tua kita. Sebab Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menyampaikan informasi kepada kita:

Dari Abdullah bin ’Amru radhiyallahu anhu, iab erkata, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,

رِضَى الرَّبِّ فِي رِضَى الوَالِدِ، وَسَخَطُ الرَّبِّ فِي سَخَطِ الْوَالِدِ

“Ridha Allah tergantung pada ridha orang tua dan murka Allah tergantung pada murka orang tua.” (Hasan. H.R. at-Tirmidzi: 1899,   al-Hakim: 7249, ath-Thabrani dalam al-Mu’jam al-Kabiir: 14368)

Sehingga untuk mendapatkan keridhaan Allah yang menjadi jalan utama keberuntungan, maka cukup dengan mengupayakan melalui keridhaan orang tua kita. Apabila orang tua kita telah ridha dengan tulus pada diri kita, maka tentulah mudah bagi Allah untuk mengabulkan dan mewujudkan apa yang kita harapkan.

Suatu ketika Rasulullah menyampaikan kepada para sahabat bahwa apabila kelak bertemu dengan seseorang yang bernama Uwais (seorang tabi’in – yaitu orang yang hidup pada masa sahabat dan tidak hidup pada masa Nabi), maka mintalah doa padanya; sebab dia adalah seseorang yang mudah dikabulkan doanya oleh Allah karena baktinya pada orang tua.

يأْتِي عَلَيْكُمْ أُوَيْسُ بْنُ عَامِرٍ مَعَ أَمْدَادِ أَهْلِ الْيَمَنِ، مِنْ مُرَادٍ، ثُمَّ مِنْ قَرَنٍ، كَانَ بِهِ بَرَصٌ فَبَرَأَ مِنْهُ إِلَّا مَوْضِعَ دِرْهَمٍ، لَهُ وَالِدَةٌ هُوَ بِهَا بَرٌّ، لَوْ أَقْسَمَ عَلَى اللهِ لَأَبَرَّهُ، فَإِنِ اسْتَطَعْتَ أَنْ يَسْتَغْفِرَ لَكَ فَافْعَلْ

“Seorang bernama Uwais bin ‘Amir akan mendatangi kalian bersama rombongan orang-orang Yaman. Dia berasal dari Murad, kemudian dari Qarn. Dulu dia memiliki penyakit kulit kemudian sembuh kecuali satubagian sebesar keping uang satu dirham. Dia memiliki seorang ibu dan sangat berbakti kepadanya. Seandainya dia meminta kepada Allah, maka akan dikabulkan. Jika kalian mampu memintanya untuk mendoakan ampunan Allah bagimu, maka lakukanlah.”(H.R. Muslim: 225).

Berbakti pada orang tua secara sempurna ternyata mampu menghadirkan keridhaan Allah secara nyata, bahkan orang lainpun dapat menikmati dampak kebaikannya pula. Sebab apabila orang tua sudah ridha pada diri kita, maka Allah pun akan ridha pula pada kita dan apabila orang tua berdoa dalam ridhanya untuk kita, maka doa mereka tidak bisa ditolak oleh Allah. Sebagaimana sabda Nabi:

ثَلَاثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٌ لَا شَكَّ فِيهِنَّ دَعْوَةُ الْوَالِدِ عَلَى وَلَدِهِ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ

Telah menceritakan kepada kami Adh-Dhahak, dia berkata; telah menceritakan kepada kami Hajjaj Ash Shawwaf, diaberkata; telah menceritakan kepada kami Yahya bin Abu Katsirdari Abu Ja’fardari Abu Hurairah, dia berkata bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Tiga doa yang pasti dikabulkan dan tidak ada keraguan di dalamnya, yaitu; doa orang tua kepada anaknya, doa orang yang dizhalimi, dan doa orang yang dalam perjalanan.” (H.R. Ahmad, no.10290)

Inilah akses tercepat untuk meraih sukses itu. Apabila seseorang ingin meraih semua harapan dan menyelesaikan semua persoalan serta mempermudah semua kesulitan dirinya secara cepat, maka cara yang bisa dilakukannya adalah buat orang tuanya ridha atas dirinya dan dengan ridhanya itu mintalah doa padanya agar orang tuanya berdoa untuk dirinya. Dan seorang anak yang membuat ridha orang tuanya akan pula dimudah kan oleh Allah untuk diterima doanya. Inilah rahasia quick access itu.

Namun anehnya, tidak sedikit dari kita yang mencari quick access sukses itu melalui orang lain yang jauh dari dirinya sendiri dengan beragam keanehan cara pula. Padahal akses cepat itu ada pada orang tuanya sendiri. Tidak kah mereka sadar akan hal ini?

Bahkan lebih aneh lagi jika ada seseorang yang tidak mempedulikan akan semua itu. Bahkan mereka kesampingkan orang tuanya dan lebih mementingkan orang lain. Ibarat seseorang memiliki kunci pembuka segala sukses sekaligus tiket masuk untuk akses cepat segala pintu kesuksesan, namun tidak mereka manfaatkan dengan baik. Sehingga pantaslah Rasulullah bersabda bahwa alangkah rugi seseorang yang mendapati orang tuanya masih hidup, namun tidak mampu menjadikan dirinya masuk surga. Pertanyaannya kenapa? Karena mereka tidak mempedulikan orang tuanya, tidak menempatkannya dengan cara terbaik, tidak memberikan bakti terbaik kepadanya, bahkan bersikap durhaka kepada keduanya.

Wallahu a’lam.