Ramadhan Membuat Kehidupan Lebih Dinamis dan Fresh

Oleh Handaka Indra S

Direktur Lazs alHaromain

Ending diperintahkannya puasa kepada orang-orang beriman adalah terbentukknya insan yang bertakwa. Kehidupan orang yang bertakwa senatiasa terjadi keseimbangan antara jasad dan ruh, duniawi dan ukhrowi. Ramadhan dengan segala pernak-perniknya mengarahkan dan mendidik insan beriman untuk lebih bergairah dalam menjalankan ketaatan pada Rab-nya. Ramadhan membuat pola pemenuhan fisik manusia berubah total. Pola dan jadwal makan berubah. Makan pagi yang biasanya jam 7-8 menjadi jauh lebih awal yakni menjelang terbit fajar. Kita pun harus menahan makan, minum, dan hal-hal yang membatalkan puasa mulai terbit fajar hingga terbenamnya matahari. Dan kita sadar bahwa yang demikian itu bermanfaat pada organ tubuh kita untuk merefresh fungsinya. Ibarat kita bersafar melintasi jalan nan panjang melintasi jalan lurus, berkelok, berbukit, hutan, savanna, sesaat kita juga beristirahat di rest area. Subhanallah betapa indah kehidupan orang beriman dan selalu fresh.

Di bulan Ramadhan ini kita didorong untuk memperbanyak ibadah, shalat tarawih, tadarus Al-Qur’an, berdzikir, shalat hajat, shalat tasbih dan lain sebagainya. Bahkan tidur orang yang berpuasa pun dinilai ibadah. Pengalaman jama’ah persyada Al-Haromain tiap Ramadhan menyelenggarakan iktikaf di ponpes Nurul Haromain, shalat tasbih  dan dzikir jam’i di masjid Ampel yang diikuti oleh keluarga-keluarga anggota jama’ah, sangat dirasakan manfaatnya dan dapat  menumbuhkan kesan positif yang mendalam bagi pengalaman religius anak-anak kita untuk lebih mencintai masjid dan lebih bersemangat beribadah kepada Allah subhanahu wata’ala.

Ajaran Islam mengarahkan kehidupan seorang muslim berjalan secara dinamis. Allah subhanahu wata’ala menciptakan bumi, bulan, dan bintang-bintang bergerak teratur mengelilingi matahari sehingga kita saksikan pergantian pagi, siang, petang dan malam sedemikian indah sehingga kehidupan manusia berjalan demikian indah pula. Perintah shalat 17 rakaat per hari terdiri dari 2, 4, 4, 3, dan 4 rakaat yang mengiringi pergantian siang dan malam juga menggambarkan sesuatu yang dinamis. Mungkin pikiran nakal kita sempat bertanya mengapa jumlah rakaat shalat tidak sama semua, ya? Kita diperintahkan bersedekah di saat lapang adalah hal yang wajar, akan tetapi kita diperintahkan bersedekah di saat sempit dan sakit adalah sesuatu yang menimbulkan getaran jiwa dan kesan mendalam akan kedekatan hamba pada Penciptanya. Bukankah waktu sehat kita jauh lebih lama dari waktu sakit kita. Di saat sakit kita akan lebih sering mengingat Allah, di saat seperti ini seharusnya kita lebih mudah untuk menunaikan berbagai bentuk ketaatan pada-Nya. Bahkan kita sering berjanji dengan ungkapan “Ya Allah sekiranya aku sehat nanti aku akan taat perintah-Mu bla bla bla”.Dan tatkala diberikan sehat kita pun lupa dengan janji kita, na’udzubillahimindzalik.

Jika kita cermati sebenarnya kehidupan orang-orang yang tidak beriman dan sering meninggalkan ketaatan pada Allah subhanahu wata’ala adalah sangat statis dan menjemukan. Bayangkan kehidupan yang seharusnya penuh harapan akan kehidupan yang kekal setelah daatangnya kematian hanya dijalani untuk kehidupan yang sempit “dunia saja”. Rutinitas rumah kantor, rumah pabrik, rumah night club berulang berpuluh tahun.  Akan lebih indah dan terasa dinamis jika ditambahi dengan kehadiran di masjid sebagai wujud ketaatan kepada Rab kita. Bukankah berbagai dimensi kehidupan ada di masjid. Kehidupan ruhani, sosial, ekonomi, dan budaya dan lain-lain. Kehidupan seseorang yang jauh dari ibadah dan masjid tentu akan terasa hambar dan gersang.

Kita bersyukur masih diberi kesempatan bertemu dengan Ramadhan 1438 H.Mari kita optimalkan untuk  mendinamisasi dan merefresh kehidupan kita dengan meningkatkan kegiatan-kegiatan taqarrubpada-Nya. Amatlah rugi seseorang yang bertemu Ramadhan akan tetapi tidak mendapat rahmat dan ampunan dari Allah subhanahu wata’ala. Jangan biarkan diri kita larut dalam kesia-siaan di tengah bulan yang di dalamnya Allah turunkan rahmat dan ampunan.

[]