Saat Anak Bertanya: Mama, Tuhan Sedang Apa Ya Sekarang?

Oleh:

Masitha Achmad Syukri

Dosen Linguistik Dept. Sastra Inggris Fak. Ilmu Budaya UNAIR

 

umiMalam itu, aku dan anakku duduk bersama di teras belakang. Tampak mata anakku yang tak berhenti menatap langit. “Tuhan sedang apa ya Ma sekarang?” tiba-tiba dia bertanya. Sebuah tanyaan yang sangat singkat tapi sangat mengejutkan. Aku bingung alias tidak tahu apa yang harus kujawab, akhirnya kujanjikan tuk menjawabnya lain waktu. Tapi Mbak, bagaimana aku harus menjawabnya?

Itu adalah pesan di wa dari teman saya. Tanyaan dari anak kecil tentang apa yang sedang dilakukan Tuhan. Saya tidak langsung menjawabnya karena saya pun harus berpikir keras agar dapat memberikan jawaban yang baik dan benar. Baik berarti bisa dengan mudah dipahami sementara benar berarti sesuai dengan kaidah pengajaran atau pembahasan masalah aqidah atau keimanan.

Saat terdiam memikirkan jawaban untuk tanyaan tersebut, sayup-sayup terdengar suara orang-orang di surau melantunkan bacaan doa dan sholawat. MasyaAllah laa quwwata illa billah. Tiba-tiba saya teringat firman Allah dalam Al Quran surat Al Ahzab (33) ayat 56 yang artinya:

“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.”

Kata yusholluna dalam ayat tersebut menunjukkan salah satu af’al yang sedang Allah lakukan bersama malaikat-malaikatNya, yakni bershalawat untuk Nabi Muhammad SAW. Dalam hal itu, makna Allah bershalawat adalah bahwa Allah memberi pujian dan penghormatan untuk Nabi besar Muhammad. Sementara itu, makna malaikat bershalawat adalah bahwa para malaikat mendoakan agar Nabi Muhammad selalu mendapatkan rahmat dari Allah. Alhamdulillah, setidaknya itu menjadi titik terang, yakni sebagai bagian jawaban atas tanyaan tersebut.

Kemudian, berangkat dari doa yang dipanjatkan oleh para malaikat untuk Rasulullah tersebut, kembali saya teringat firman-firman Allah di dalam Al Qur’an yang terkait dengan perintah berdoa kepada Allah dan janji Allah untuk menjawab doa-doa tersebut. Artinya, menjawab doa-doa para hambaNya tersebut juga merupakan salah satu af’al yang sedang Allah lakukan, misalnya seperti firman Allah dalam Al Qur’an surat Al Ghafir (40) ayat 60 yang artinya:

“Dan Tuhanmu berfirman, mintalah kepadaKu, niscaya akan kuperkenankan bagimu.”

Juga firman Allah dalam Al Qur’an surat Al Baqarah (2) ayat 186 yang artinya:

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran”

Kita bisa membayangkan berapa banyak orang yang berdoa meminta segala sesuatu kepada Allah dan itu bisa terjadi pada satu waktu yang bersamaan. Sungguh betapa sibuknya Allah karena Allah mendengar dan menjawab doa-doa yang dipanjatkan kepadaNya. Meski demikian, hal itu sangatlah mudah bagi Allah, bukan merupakan ihwal yang membuat Allah kerepotan untuk melakukannya.

Pada ayat-ayat berikut, jelas bahwa Allah adalah Pencipta semuanya yang ada di alam semesta ini. Setelah Allah menciptakan makhluk-makhlukNya, Allah tidak meninggalkan atau tidak mengurusi makhluk-makhlukNya. Tetapi, Allah tetap mengurusnya, menjaganya, merawatnya, menetapkan dan memberi rizki, serta memenuhi semua kebutuhan makhlukNya jauh sebelum makhlukNya meminta itu untuk dipenuhi. Itu semua dilakukan Allah karena kasih sayangNya, yakni kasih sayang yang luar biasa yang diberikan Allah kepada makhluk-makhlukNya.

Firman Allah di dalam Al Qur’an surat An Naml (27) ayat 64 yang artinya:

“Atau siapakah yang memulai menciptakan makhluk, kemudian akan mengulanginya kembali? Dan siapakah yang memberikan rizki kepadamu semua dari langit dan bumi? Adakah tuhan di samping Allah? Katakanlah keterangan  (alasan)mu, jikalau kamu memang benar.”

Juga firman Allah di dalam Al Qur’an surat Hud (11) ayat 6 yang artinya:

“Tidak ada seekor binatang pun di bumi ini, melainkan Allah  yang menanggung rizkinya. Dia yang mengetahui kediamannya serta tempat penyimpanannya. Semua sudah ditetapkan dalam kitab (catatan) yang nyata.”

Jadi, Allah sibuk membagi-bagi rizki kepada seluruh makhluk yang sudah Allah ciptakan sebagai bentuk Maha kasih sayangNya untuk semua makhluk yang Dia ciptakan. Dengan Itu, Allah disebut sebagai Rabb alam semesta, yakni Dzat yang menjaga dan merawat alam semesta dengan kasih sayangNya.

Alhamdulillah, sementara cukup itu bahan untuk menjawab tanyaan si kecil tentang apa yang sedang dilakukan Tuhan. Alangkah baiknya kemudian kita tambahkan ajakan untuk meniru akhlak Allah yang begitu mulia, yakni meniru untuk menebarkan kasih sayang kepada sesama makhluk Allah dengan perbuatan-perbuatan yang bisa mereka lakukan, misalnya berbagi, memperhatikan dan peduli kepada orang lain, membantu orang lain, berusaha menyenangkan orang lain, dan sebagainya.  Selain itu, kita ajak juga si kecil untuk selalu bersholawat kepada Nabi besar Muhammad SAW yang karena beliaulah kita mengenal dan beriman kepada Allah SWT. Rasulullah mengajarkan kita untuk selalu mengingat Allah dengan memuji dan mensucikan Allah serta selalu menggantungkan diri atau pasrah diri kepada Allah.

Kita juga ajarkan dan tekankan kepada si kecil tentang arti penting berdoa. Berdoa menunjukkan bahwa kita adalah makhluk yang lemah, yang tidak bisa memenuhi sendiri semua kebutuhan dan keinginan kita sehingga kita bergantung sepenuhnya kepada Allah, Rabb alam semesta. Kita sampaikan juga kepada si kecil bahwa dengan berdoa, insyaAllah kita akan selalu mengingat Allah dan meminta pertolongan Allah. Doa adalah ibadah yang dengannya  insyaAllah, Allah akan bersama kita, menjaga dan memberi pertolongan kepada kita. Jadi, kita ajak si kecil untuk selalu berdoa, yakni dengan minimal membaca basmalah sebelum melakukan aktifitas dan hamdalah setelah melakukan aktifitas sehari-hari ataupun dengan membaca doa-doa yang ada di dalam Al Qur’an ataupun yang telah diajarkan oleh Rasulullah serta para ulama salafus shalih. Wallahu a’lam.