Seorang Murabbi Ruhi Wajasadi

[image_sliders][image_slider link=”full_url_link” source=”full_image_source”] Description [/image_slider][image_slider link=”full_url_link” source=”full_image_source”] Description [/image_slider][image_slider link=”full_url_link” source=”full_image_source”] Description [/image_slider][/image_sliders]

Oleh:

Machmud el Yasin

download (33)Menjadi seorang guru tidaklah semudah membalikkan tangan karena ia harus benar–benar bisa memberikan dampak yang positif terhadap kehidupan anak didiknya dan juga bisa melatih mereka untuk lebih giat dalam membangun kegiatan spiritual menuju Rabbnya, yakni, mengantarkan mereka pada posisi kesuksesan dunia dan akhirat.

Sistem pendidikan yang diterapkan oleh guru kita adalah itba’ (ikut) kepada metode para generasi salaf yang bersumber dari al Qur’an, hadits, ijma’ dan qiyas. Lantaran itu, sudah tentu validitas keilmuanya tidak diragukan lagi. Pada forum ilmiah mereka saling memberikan argumen masing–masing supaya bisa dijadikan hujjah yang benar oleh masyarakat dengan merujuk pada kitab muktabarah secara variatif. Hal ini dikarenakan didikan para guru yang secara keilmuan sangat luas, serta mengedepankan sifat khosyah (takut) kepada Allah Ta’ala dalam memberikan ilmu di khalayak umum. Sebagai contoh, kita sekarang mempunyai sosok guru panutan yaitu Abuya Maliki yang sudah diyakini oleh kalangan dunia, bahwa beliau adalah salah satu dari sekian ulama zaman sekarang yang ilmunya sangat luas sekali dan beliau mendapatkan nama harum dikancah dunia sebagai ulama’ ahlul hadits diabad ke 21.

            16 - 1Sosok Abuya adalah sosok yang sangat arif dalam berdakwah dan tekun mendidik para santri sehingga melahirkan banyak kader ulama di kancah nasional dan internasional. Kediaman beliau tidak pernah sepi dari tamu yang ingin berkunjung, silaturrahim juga mencari ilmu dari belahan dunia. Alhasil, beliau adalah manusia pilihan Allah Ta’ala yang disiapkan untuk menyelamatkan ajaran ahlus sunnah waljama’ah dari serangan sekelompok orang yang ingin menghanjurkanya.

            Selain itu, kita juga punya panutan seorang guru yang tidak hanya sekedar mengajarkan ilmu akan tetapi lebih dari sosok orang tua yang selalu memperhatikan anaknya setiap saat, yakni beliau adalah Murabbi ruhi wajasadi (pendidik jiwa raga) Abina KH. M. Ihya’ Ulumiddin. Jiwa pejuang sudah tertanam sejak kecil dalam sanubari beliau untuk andil dalam berdakwah, sampai akhirnya beliau menjadi panutan kita dan masyarakat luas.

images (32)

            Seorang thalibul ilmi tidak hanya harus pandai mengaji dan mempunyai etika baik, namun yang paling penting adalah ia harus mempunyai rasa penghormatan lebih (Dzauq) kepada sesamanya. Sifat inilah yang selalu ditanamkan oleh Abuya dan Abina kepada setiap santrinya, supaya ketika terjun dakwah di masyarakat ia tidak terkesan kaku tetapi kelihatan luwes sehingga bisa diterima oleh masyarakat.

            Sangat penting mencari profil seorang guru yang benar, dari sisi mata rantai sanad keilmuan tidak meragukan dan sekaligus menjadi teladan hidup dan pembimbing spiritual. Kita patut bersyukur kepada Allah Ta’ala masih dipertemukan dengan para guru yang ‘alim, sholih dan ilmunya jelas sambung kepada para ulama’ dan sampai kepada Rasulullah SAW. Semoga itu menjadi washilah kita untuk selalu berkumpul dengan mereka sampai di akhirat kelak. Aamiin.

download (21)