Seputar Memakai Koyo

Oleh:

dr. Nurhadji

Kepala Bidang Organisasi

Persatuan Dokter Umum Indonesia (PDUI) Cabang Jawa Timur

Assalamu’alaikum,

Dok, saya adalah pekerja sebuah pabrik di Surabaya. Kalau badan terasa capek, saya sering memakai/menempelkan koyo cabe pada bagian tubuh saya yang sakit. Kadang saya menempelkan 2 atau lebih koyo cabe. Dok, apakah sering memakai koyo cabe tidak apa-apa (tidak berbahaya)?ass

Terima kasihadd.

Supardi di Surabaya

Jawab:

Wa’alaikumussalaam wr. wb.

Saudara Supardi, koyo biasanya mengandung bahan aktif capsicum oleoresin atau bahan-bahan aktif lainnya, yang bila ditempelkan di kulit, tubuh akan melepaskan panas, mudah diserap dan bereaksi pada tubuh, bisa mengurangi rasa nyeri pada otot atau pegal-pegal, sehingga enak dipakai bila badan kita terasa capek. Koyo sering dipakai karena selain harganya murah cara pemakaiannya pun mudah dan bisa langsung ditempelkan pada bagian tubuh yang mengalami rasa pegal-pegal atau nyeri, sehingga langsung bekerja pada sasaran yang diinginkan.

Penggunaan koyo sudah menjadi kebiasaan bagi masyarakat kita, karena koyo dianggap menjadi solusi yang cukup ampuh untuk mengurangi berbagai rasa nyeri, misalnya pada sakit gigi, sakit kepala, nyeri bahu, pinggang, punggung, dan bagian-bagian tubuh yang dianggap tepat untuk ditempeli koyo. Dibandingkan dengan obat-obatan sejenis yang dipakai dengan dioleskan, keunggulan koyo adalah rasa hangat dan efek pengobatannya bisa bertahan lebih lama. Hanya saja secara estetik kurang bila dipakai pada bagian tubuh yang nampak.

Pada kemasan koyo terdapat logo bulatan berwarna hijau yang menandakan bahwa koyo termasuk obat bebas. Biasanya obat-obatan yang diberi logo dot hijau,bahan aktif atau obat dianggap aman dengan efek samping minimal bila dipakai secara benar sesuai petunjuk pada kemasannya.

Efek samping yang bisa timbul pada pemakaian koyo adalah iritasi pada kulit akibat reaksi alergi. Gejalanya yaitu timbul rasa gatal, rasa panas yang berlebihan, kulit menjadi kemerahan bahkan bisa melepuh. Bila muncul gejala ini segera hentikan dan lepaskan koyo dari kulit tubuh. Koyo tidak boleh digunakan pada kulit yang mengalami luka atau pada mukosa seperti pada rongga mulut.

Untuk menghindari atau mengurangi risiko timbulnya efek samping, sebelum kulit ditempeli koyo, sebaiknya cuci yang bersih kalau perlu dengan sabun, kemudian keringkan sampai betul-betul kering, baru ditempeli dengan koyo. Apabila Anda mandi sebaiknya koyo dilepaskan dari tubuh, demikian pula bila koyo basah, tidaksengaja terkena air sebaiknya segera dilepaskan. Tidak dianjurkan menambahkan kompres hangat baik kering maupun (apalagi) basah diatas koyo yang nempel, karena akan mempercepat terlepasnya bahan aktif pada koyo. Mandi dengan air panas dalam keadaan badan masih ditempeli banyak koyo dianggap berbahaya.

Bila rasa nyeri tidak berkurang dalam beberapa hari sebaiknya konsultasi ke dokter, karena mungkin saja otot Anda mengalami cedera sehingga membutuhkan pengobatan yang lebih tepat.

Apabila Anda setelah bekerja sering mengalami pegal-pegal atau nyeri otot sebaiknya Anda berkonsultasi pada dokter perusahaan karena bisa jadi penyebabnya terkait dengan posisi yang tidak ergonomis dalam bekerja sehingga mudah mengalami kelelahan dan nyeri otot. Kondisi kerja yang tidak ergonomis selain mudah menimbulkan gangguan nyeri otot, juga bisa meningkatkan risiko kecelakaan kerja.

[]