Silaturrahim Da’i Nasional Persyada Al Haromain Multaqo Sanawi Ke-18

“Upaya Menjaga Sambung Ilmu dengan Guru”

Salah satu kegiatan Yayasan Persyada Al Haromain berskala nasional yang rutin diselenggarakan tiap tahun adalah Silaturrahim Da’i Nasional atau juga dikenal dengan Multaqo Sanawi dimana penyelenggaraan tahun ini adalah yang ke-18 dan diselenggarakan di di Ponpes Al Washoya Ngoro Jombang pada tanggal 14-15 April 2017. Kegiatan ini dihadiri lebih dari 1300 da’i dan da’iyah dari berbagai daerah di tanah air. Multaqo Sanawi Ke-18 mengambil tema “Mengokohkan Peran Santri, Da’I, dan Guru Ngaji dalam Mempertahankan dan Membela NKRI”. Rangkaian acara Multaqo Sanawi Ke-18 adalah Baksos, Pembukaan, Sambutan-sambutan, Laporan Perkembangan Far’I, Sosialisasi Tansik Jama’ah, Pembacaan sholawat Nabi s, ‘indi Kalam, Dialog Tokoh, Taushiyah, dan berbagai acara keakraban seperti lomba memanah, lomba gosok gigi, berenang dan tangakap ikan di sawah.

Turut hadir dalam pembukaan Multaqo Sanawi ke-18 Gus Ipul (Wakil Gubernur Jatim), Ibu Nyai Munjidah (Wakil Bupati Jombang), para masayikh, dan para habaib. Dalam sambutannya Gus Ipul memaknai Multaqo Sanawi ke-18 sebagai sarana untuk menjaga sambung ilmu dengan guru yaitu KH. Ihya’ Ulumiddin, dan upaya untuk menjaga motifasi dan sinergitas dalam berbagai kegiatan dakwah yang selama ini telah dikembangkan di tengah umat. Sambutan Gus Ipul diakhiri dengan bacaan “Basmallah” untuk mebuka secara resmi jalannya Multaqo Sanawi ke-18. Acara semakin hidmad dengan pembacaan shalawat Nabi s yang dipimpin oleh KH. Syaiful Maslul dari Pamekasan. Alunan shalawat seolah menghadirkan Baginda Nabi s dan ribuan Malaikat turut mendoakan jama’ah yang hadir. Untuk ‘indi kalam (cerita kesan pesan selama menjadi murid) disampaikan oleh KH. Ridwan Yasin yang merupakan murid pertama KH. Ihya’ Ulumiddin.

Bertindak sebagai narasumber dialog tokoh adalah KH. Ahmad Fauzi Tijadi dari Perenduan Sumenep dan Al Habib Zainal Abidin dari  Raci Bangil. Kedua narasumber berpesan bahwa para Ulama dan Santri telah ratusan tahun membuktikan loyalitas dan pengorbanannya untuk terwujudnya NKRI, oleh karena itu pemerintah dan bangsa Indonesia harus menghargai dan menghormati Ulama dan Santri. Pun pula dimasa kemerdekaan peran Ulama dan Santri dalam membentuk karakter bangsa terus dibutuhkan dan tidak boleh diabaikan. Semangat peserta Multaqo semakin membuncah tatkala Abina KH. Ihya Ulumiddin menyampaikan taushiyahnya dan berpesan agar para jama’ah Persyada Al Haromain senantiasa teguh menjaga keistiqamahan dalam berdakwah dan menjaga diri dari hal yang dapat merusak amal yaitu riya’ dan sum’ah. Semoga kita dapat dipertemukan dengan Multaqo Sanawi ke-19 yang akan dating dalam kondisi yang lebih baik lagi, aamiin. (JBR)