Skip Challenge

Oleh: Dr. Nurhadji

Pertanyaan

Assalamu’alaikum,

Untitled1Dok, baru-baru ini ramai perbincangan tentang suatu permainan yang dilakukan anak-anak / remaja yang disebut skip challenge. Mohon penjelasannya, sebenarnya apa sih skip challenge dan apakah memang berbahaya?

Terima kasih.

~Kurnia, ibu rumah tangga di Surabaya

Jawaban

Wa’alaikumussalaam Wr. Wb.

Ibu Kurnia, tentang apa itu permainan skip challenge, saya sendiri juga baru mengetahui setelah melihat video bagaimana permainan itu dilakukan. Ternyata permainan ini sudah ada sejak tahun 1995, dan akhir-akhir ini mendunia karena banyak yang meng-upload videonya di media sosial.

Skip challenge atau pass out challenge yang saya pahami dari tayangan di media sosial adalah permainan yang dilakukan anak-anak remaja dengan cara seorang remaja ditekan dadanya dengan kuat sehingga remaja tersebut tidak bisa bernapas, denyut jantung terganggu, walau hanya beberapa detik, sehingga remaja tersebut akan lemas, pingsan, atau tidak sadar, kemudian tekanan dilepaskan. Setelah jantung berdenyut lagi dan bisa bernapas lagi (terkadang sambil dibantu), maka remaja tersebut akan sadar kembali.

Skip challenge dilakukan oleh anak-anak dan remaja, di mana pada rentang usia ini adalah usia di mana anak rentan terhadap berbagai fenomena yang dianggap hebat atau menantang. Usia di mana mereka ingin mencari tantangan, mencoba menghadapi sesuatu yang berbahaya. Padahal kebanyakan anak-anak juga tak tahu persis mengenai bahaya dari skip challenge ini. Permainan ini dianggap menegangkan dan menyenangkan, dianggap hebat, pelakunya dianggap pemberani dan bahkan ‘gila’. Semakin gila, akan dianggap semakin hebat, bisa makin terkenal dengan mempublikasikan rekaman videonya di media sosial.

Para orang tua harus mewaspadai perilaku anak-anaknya dan berusahalah memberikan pemahaman yang benar dan memperingatkan akan bahaya permainan tersebut dan juga challenge-challenge yang lain, yang sangat mungkin dilihat anak lewat media sosial. Demikian pula para guru dan pengelola sekolah, karena permainan ini ternyata seringkali dilakukan pada saat anak-anak berada di sekolah, sekitar sekolah, atau saat anak-anak berkumpul dengan kawan-kawannya.

***

Secara medis permainan seperti itu sangat berbahaya. Tubuh akan kekurangan oksigen sehingga bisa muncul dampak negatif yang sangat serius bahkan bisa menimbulkan kematian. Kenapa pada anak yang ditekan dadanya tersebut lemas kemudian pingsan dan bahkan bisa kejang-kejang? Beberapa menit saja seseorang tidak bisa bernapas, maka otak sebagai pengatur pusat kesadaran dan pengatur sistem syaraf seluruh tubuh akan mengalami kekurangan oksigen (hipoksia), sehingga kesadaran seseorang menurun, lemas, dan pingsan.

Bila kekurangan oksigen ini berlangsung lama, lebih dari 4 atau 5 menit saja, maka bisa berdampak pada kerusakan otak bahkan kematian. Jaringan otak yang mengalami hipoksia bisa menyebabkan kerusakan otak yang bisa berdampak menurunnya fungsi otak. Kerusakan sebagian sel-sel otak yang permanen bisa menimbulkan kecacatan dan bahkan bisa menyebabkan kematian bila sel-sel otak yang mati makin luas atau ada pada area yang sangat-sangat penting. Dampak kekurangan oksigen ini bisa terjadi pada seluruh tubuh, tidak hanya pada otak saja.

Penekanan pada dada yang terlalu kuat juga bisa menyebabkan terjadinya patah tulang iga dan bahkan patah tulang ini bisa melukai paru, jantung, atau bagian lain yang ada di bawahnya/di rongga dada. Bila permainan ini dilakukan pada orang yang punya kelainan jantung, misalnya kelainan jantung bawaan, maka bisa menyebabkan kondisi yang lebih fatal dan bisa berakibat kematian.