Sukses Bisnis Ala Abdurrahman Bin Auf

Oleh: Muhammad Ali David

Abdurrahman bin Auf adalah salah satu sahabat Rasulullah shallallahu alaihi wasallam yang juga golongan pertama yang masuk islam yang diajak oleh sahabat Abu Bakar As-Shidiq. Kalau kita baca bagaimana sahabat-sahabat rasulullah yang kaya raya dan dermawan, maka satu di antaranya adalah Abdurrahman bin Auf.

Ketika beliau diperintahkan hijrah ke kota Madinah oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, beliau saat itu membawa barang dagangannya dan kendaraan serta kekayaannya. Namun ketika hendak keluar dari kota Makkah, beliau dihadang oleh orang-orang kafir Quraisy dan diminta meninggalkan seluruh hartanya di kota Makkah. Beliau pun akhirnya memilih perintah Allah dan Rasul-Nya, yaitu pindah ke kota Madinah dengan hanya membawa baju yang beliau pakai. Artinya ketika sampai di kota Madinah, beliau tidak memiliki apapun kecuali baju yang ia pakai.

Saat di kota Madinah, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mempersaudarakan sahabat Muhajirin dan Anshar. Abdurrahman bin Auf ketika itu dipersaudarakan dengan Saad Bin Rabi, yang juga termasuk orang yang kaya di kota Madinah. Ketika itu, Saad bin Rabi menawarkan bantuan berupa separuh hartanya diberikan kepada Abdurrahman bin Auf. Bahkan apabila berkenan, Saad bin Rabi akan menceraikan salah satu istrinya untuk dinikahi Abdurrahman bin Auf. Namun Abdurrahman bin Auf menolaknya dan hanya meminta bantuan ditunjukkan pasar kota Madinah.

Ketika mengawali perdagangan, karena tidak memiliki modal maka modal, beliau mengandalkan jasa dengan menjualkan barang dagangan orang lain. Dan singkat cerita, tidak sampai 3 tahun, beliau sudah memiliki pasar dan mampu menutup pasar orang-orang Yahudi. Bagaimana Rahasia Sukses Bisnis beliau hingga hartanya melimpah? Di antaranya:

  1. Ketaqwaan kepada Allah dan Rasul-Nya

Melihat cerita di atas pastilah kita akan paham bagaimana kualitas taqwa beliau. Bagaimana beliau lebih memilih perintah Allah dan Rasul-Nya dibanding dengan harta kekayaannya. Tidak takut miskin karena keyakinannya bahwa Allah akan menjaminnya. Bahkan beliau berangkat ke kota Madinah hanya dengan bekal baju yang ia kenakan.

  1. Selalu berpikiran positif

Di antara ungkapan Abdurrahman bin Auf yang menunjukkan cara berpikir positif adalah: “sungguh kulihat diriku, seandainya aku mengangkat batu niscaya akan aku temukan emas dan perak.” Para motivator dan ahli pada masa sekarang mengatakan bahwa keajaiban berpikir positif adalah saat Anda mengatakan “bisa”, maka Anda akan bisa. Abdurrahman bin Auf mengatakan bahwa ia mampu untuk menghasilkan uang di saat apapun pekerjaannya dilakukan. Abdurrahman bahkan mengatakan, mengangkat apapun bisa jadi emas atau perak. Secara tersirat, beliau yakin bahwa ia mampu menghasilkan uang dari setiap perniagaannya.

  1. Hasil kekayaannya tidak dinikmati sendiri

Dalam catatan sejarah, beliau menginfaqkan beberapa kali yang berjumlah besar. Sedekah pertama beliau 4.000 dinar. Kalau 1 dinar adalah 4,25 gram emas, dan asumsi 1 gram emas Rp500.000,- maka 1 dinar nilainya Rp2.125.000,- Jadi beliau berinfaq pertama kali sebesar Rp8,5 Milyar. Begitu dahsyatnya apa yang diberikan oleh Abdurrahman pertama kali. Tapi apa sampai di situ? Tidak. Infaq untuk perjuangan Allah berikutnya semakin hari semakin besar. Infaq yang kedua adalah 40.000 dinar atau kalau kita asumsikan dengan kurs sekarang adalah Rp85 Milyar. Beliau pernah menyumbang untuk perang 500 kuda perang, yang kalau kita kurskan ke Rupiah, kuda perang sekarang harganya antara 100 juta hingga 1 milyar. Beliau juga pernah menyumbang 1500 unta untuk perjuangan islam. Tidak hanya itu, bahkan seluruh penduduk Madinah saat itu pernah mendapat bantuan dari Abdurrahman bin Auf. Inilah satu rahasia kesuksesan Abdurrahman bin Auf.

  1. Hartanya halal lagi barakah

Suatu ketika, beliau mensedekahkan hartanya kepada 100 mujahid perang Badar yang masih hidup. Masing-masing di antaranya perorang mendapatkan 400 dinar atau Rp850 Juta. Ada seorang sahabat yang kaya raya yang juga mujahid perang Badar, yaitu sahabat Utsman Bin Affan radhiyallahu anhu meminta haknya. Lalu para sahabat bertanya, bahwa beliau kan sudah kaya, kenapa masih meminta jatahnya? Sahabat Utsman bin Affan berkata: ”Harta Abdurrahman bin Auf halal lagi barakah.”

  1. Oriantasi akhirat

Orientasi dari Abdurrahman bin Auf selalu Orientasi Akhirat, sehingga beliau pun salah satu sahabat yang termasuk dijamin masuk surga.

Demikianlah rangkaian demi rangkaian Rahasia Kesuksesan dari Bisnis Abdurrahman bin Auf, dan masih banyak lagi kisah-kisah beliau yang patut di jadikan pelajaran.

Wallahu a’lam bish-shawab.

 

(disarikan dari berbagai sumber)