Zionis Israel Berada di Balik ISIS

Oleh : Handaka Indra

Direktur Lazis alHaromain

Menurut hadits Rasulullah shallallahu alaihi wasallam periodesasi zaman dibagi menjadi lima, yaitu: zaman nubuwwah (zaman mulai nabi Adam alaihi salam sampai dengan nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam), zaman Khilafah I (zaman pada saat dipimpin para sahabat Rasulullah shallallahu alaihi wasallam), zaman Al-Mulk (berakhir sejak runtuhnya dinasti Utsmani di Turki), zaman Jababira (zaman dimana fitnah, kebebasan, dan kemaksiatan dimana-mana), dan zaman Khilafah II (zaman yang suasananya seperti zaman Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dan dipimpin oleh Imam Mahdi. Pada zaman ini nabi Isau alaihi salam turun. Zaman ini berlangsung selama 9 tahun.)

Jika kita amati dan rasakan, maka kita saat ini kita benar-benar hidup di zaman “jababira”. Umat Islam dewasa ini masih dalam ancaman dan fitnah musuh-musuh Islam dan kemaksiatan dimana-mana. Lihat saja dewasa ini negeri-negeri Islam di Timur Tengah dan kawasan lain begitu mudah diadu domba dan dipecah-belah oleh musuh-musuh Islam. Libya dan Iraq diserang dan dihancurkan oleh Amerika dan sekutunya. Zionis Israel melalui operasi inteligennya membentuk kelompok radikal ISIS lengkap dengan simbol-simbol Islamnya. Padahal berdasarkan fakta dan informasi yang berkembang, mereka sangat kejam dan jauh dari ciri dan nilai-nilai Islam yang agung lagi mulia.

Etika berperang dalam Islam sangat menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, tetapi ISIS membunuh para orang tua, anak-anak, bahkan memperkosa para perempuan. Hal yang semakin memperkuat dugaan bahwa yang menjadi sasaran ISIS adalah negeri-negeri Islam sunni, sementara Israel sendiri yang jelas-jelas menjajah Palestina aman-aman saja dari ancaman ISIS. Penobatan Syeih Abdurrahman Al-Baghdadi sebagai pemimpin ISIS oleh dirinya sendiri adalah keanehan yang menguatkan dugaan bahwa ISIS adalah fenomena fitnah menghancurkan umat Islam dari dalam dan mencitrakan Islam sebagai agama yang kejam dan penebar teror. Strategi ini sangat mirip dengan tragedi pengeboman World Trade Centre (WTC) Amerika pada tahun 2001 lalu yang kemudian menjadi alasan Amerika dan sekutunya menghancurkan Iraq dan Libya dengan dalih memburu teroris yang bernama Al-Qaidah. Padahal mereka sendiri-lah yang mengebom WTC tersebut menyusul ditemukannya dokumen inteligen.

Kedepan eskalasi fitnah terhadap umat Islam baik di dalam negeri maupun dunia internasional sepertinya tidak akan semakin surut.  Mengapa demikian? Barat sangat ketakutan akan kebangkitan umat Islam. Mereka menganggap hal ini merupakan ancaman bagi mereka. Menurut J. Byght dalam bukunya yang berjudul “De Derde Macht” tahun 1954 bahwa pertumbuhan populasi muslim di berbagai belahan dunia akan pesat sekali dan akan menggeser peradaban Barat. Data lembaga research Pew Center pada dua dekade ke depan kelahiran bayi muslim akan mengalahkan bayi Kristen di dunia. Dan Islam menjadi agama yang perkembangannya paling cepat di dunia. Pada periode 2010-2015 angka kelahiran bayi muslim 31% dan telah mengalakan jumlah populasi muslim yang mencapai 24%. Lima negara yang perkembangan Islamnya paling cepat:

  1. Inggris pada 1991 penduduk muslim 950 ribu, dan saat ini mencapai 3 juta jiwa. 6000 penduduk mayoritas perempuan menjadi mualaf per tahun.
  2. India saat ini 177 juta jiwa, pada 2050 diperkiran mencapai 331 juta jiwa atau tumbuh 18,4%.
  3. Rusia mencapai 21-28 juta jiwa dan tumbuh 14,4 %.
  4. Kanada saat ini 1,053 juta jiwa denganpertumbuhan 2% dekade terakhir.
  5. Cina saat ini 50 juta jiwa atau 3 kali lipat dari populasi tahun 2000.

Di tengah akan meningkatnya eskalasi fitnah ini, umat Islam harus selalu siap dan waspada. Konsolidasi dan persatuan umat Islam menjadi hal yang tidak bisa ditawar lagi. Berbagai kegiatan dakwah harus dilakukan secara bersama dan meninggalkan jauh-jauh sifat ananiyah kelompok, golongan dan atau bahkan dalam bermadzhab. Umat Islam juga harus waspada dari upaya-upaya pecah-belah dan rongrongan dari dalam diri umat Islam sendiri yang diciptakan musuh-musuh umat Islam. Wallahu a’lam.